Jetour T2 Buktikan Atapnya Sanggup Menahan Beban 350 Kilogram
Kamis, 12 Maret 2026 - 18:10 WIB
loading...
Jetour T2 menopang masing-masing sekitar 350 kilogram beban di atapnya. Foto: Jetour Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Di dalam perjalanan jauh seperti mudik Lebaran, ancaman terbesar bukan mogok, melainkan benturan atau kecelakaan akibat kelelahan.
Di 2026, di mana 85 persen pemudik diproyeksikan menggunakan jalur darat, risiko gesekan di jalan raya meningkat drastis.
Jetour menjawab tantangan ini dengan membangun mobil menggunakan 80 persen baja berkekuatan tinggi (high-strength steel).
”Bagi kami, keselamatan adalah fondasi utama. Jetour T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Selasa (10/3/2026).
Angka teknisnya cukup mengesankan: mobil ini memiliki kekakuan puntir (torsion rigidity) mencapai 31.000 Nm/derajat. Artinya, bodi mobil ini sangat kaku dan tidak mudah ringsek meski dihantam tekanan besar dari berbagai sisi.
Teknologi 'Tembus Pandang' dan Anti-Banjir
Bagi konsumen kelas menengah-atas yang sering menghadapi kondisi jalan tak menentu, ground clearance setinggi 220 mm pada T2 memberikan ketenangan saat melewati jalan berlubang.
Namun, fitur yang paling mencuri perhatian adalah 540° Jetour Surround Vision.
Fitur ini menggunakan kamera untuk menciptakan ilusi sasis transparan. Pengemudi bisa melihat apa yang ada tepat di bawah kolong mobil melalui layar interior.
Artinya, jika melewati genangan air atau jalanan berbatu yang sempit, Anda tidak lagi menebak-nebak posisi roda. Kemampuan wading atau menyelamnya pun mencapai 700 mm, yang didukung radar pemantau kedalaman air secara real-time.
Tren pasar otomotif 2026 menunjukkan konsumen kini lebih kritis terhadap fitur keselamatan aktif.
Jetour menyematkan ADAS Bosch Suite dengan radar generasi ke-5 dan kamera generasi ke-3. Teknologi ini memberikan kemampuan Level 2 Advanced Driver Assistance System yang bisa menjaga jarak aman dan membantu pengereman otomatis.
Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengingatkan bahwa tantangan mudik di Indonesia sangat unik.
"Ratusan hingga ribuan kilometer ditempuh tanpa jeda cukup. Persiapan kendaraan yang matang sangat penting," katanya.
Layanan Purna Jual Menjelang Lebaran
Menyertai peluncuran identitas visual baru berupa monogram "JT" (melambangkan langkah maju), Jetour juga menggelar program Free Check-Up pada 13-17 Maret 2026. Program ini tersedia di 12 jaringan showroom mulai dari Pluit, Kelapa Gading, Bekasi, hingga Makassar, Medan, dan Surabaya.
Bagi pemudik yang sudah berada di jalan, tersedia juga Bengkel Siaga (Standby Workshop) pada 18-24 Maret 2026 yang beroperasi pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Layanan ini mencakup seluruh lini produk, termasuk Jetour T2, Jetour Dashing, dan Jetour X70 Plus.
Dengan spesifikasi bodi yang kokoh dan dukungan radar canggih, Jetour berupaya mengubah persepsi bahwa SUV tangguh tidak harus mengorbankan kenyamanan teknologi modern.
Di jalur mudik yang semakin padat, memiliki "benteng" yang cerdas bisa jadi adalah investasi keselamatan terbaik tahun ini.
Di 2026, di mana 85 persen pemudik diproyeksikan menggunakan jalur darat, risiko gesekan di jalan raya meningkat drastis.
Jetour menjawab tantangan ini dengan membangun mobil menggunakan 80 persen baja berkekuatan tinggi (high-strength steel).
”Bagi kami, keselamatan adalah fondasi utama. Jetour T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Selasa (10/3/2026).
Angka teknisnya cukup mengesankan: mobil ini memiliki kekakuan puntir (torsion rigidity) mencapai 31.000 Nm/derajat. Artinya, bodi mobil ini sangat kaku dan tidak mudah ringsek meski dihantam tekanan besar dari berbagai sisi.
Teknologi 'Tembus Pandang' dan Anti-Banjir
![Jetour T2 Buktikan Atapnya Sanggup Menahan Beban 350 Kilogram]()
Bagi konsumen kelas menengah-atas yang sering menghadapi kondisi jalan tak menentu, ground clearance setinggi 220 mm pada T2 memberikan ketenangan saat melewati jalan berlubang.
Namun, fitur yang paling mencuri perhatian adalah 540° Jetour Surround Vision.
Fitur ini menggunakan kamera untuk menciptakan ilusi sasis transparan. Pengemudi bisa melihat apa yang ada tepat di bawah kolong mobil melalui layar interior.
Artinya, jika melewati genangan air atau jalanan berbatu yang sempit, Anda tidak lagi menebak-nebak posisi roda. Kemampuan wading atau menyelamnya pun mencapai 700 mm, yang didukung radar pemantau kedalaman air secara real-time.
Tren pasar otomotif 2026 menunjukkan konsumen kini lebih kritis terhadap fitur keselamatan aktif.
Jetour menyematkan ADAS Bosch Suite dengan radar generasi ke-5 dan kamera generasi ke-3. Teknologi ini memberikan kemampuan Level 2 Advanced Driver Assistance System yang bisa menjaga jarak aman dan membantu pengereman otomatis.
Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengingatkan bahwa tantangan mudik di Indonesia sangat unik.
"Ratusan hingga ribuan kilometer ditempuh tanpa jeda cukup. Persiapan kendaraan yang matang sangat penting," katanya.
Layanan Purna Jual Menjelang Lebaran
![Jetour T2 Buktikan Atapnya Sanggup Menahan Beban 350 Kilogram]()
Menyertai peluncuran identitas visual baru berupa monogram "JT" (melambangkan langkah maju), Jetour juga menggelar program Free Check-Up pada 13-17 Maret 2026. Program ini tersedia di 12 jaringan showroom mulai dari Pluit, Kelapa Gading, Bekasi, hingga Makassar, Medan, dan Surabaya.
Bagi pemudik yang sudah berada di jalan, tersedia juga Bengkel Siaga (Standby Workshop) pada 18-24 Maret 2026 yang beroperasi pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Layanan ini mencakup seluruh lini produk, termasuk Jetour T2, Jetour Dashing, dan Jetour X70 Plus.
Dengan spesifikasi bodi yang kokoh dan dukungan radar canggih, Jetour berupaya mengubah persepsi bahwa SUV tangguh tidak harus mengorbankan kenyamanan teknologi modern.
Di jalur mudik yang semakin padat, memiliki "benteng" yang cerdas bisa jadi adalah investasi keselamatan terbaik tahun ini.
(dan)
Lihat Juga :