Keuangan Menipis, Honda Batalkan Proyek EV Seri 0

Jum'at, 13 Maret 2026 - 11:37 WIB
loading...
Keuangan Menipis, Honda...
Honda Batalkan Proyek EV Seri 0. FOTO/ CNC
A A A
TOKYO - Honda dilaporkan membuat keputusan mengejutkan untuk membatalkan pengembangan dua model kendaraan listrik (EV) dalam jajaran Seri 0, yaitu varian SUV dan Sedan, hanya beberapa bulan sebelum model tersebut dijadwalkan memasuki produksi di Amerika Serikat.

Selain itu, model pasar Amerika, versi Acura RSX EV, juga mengalami nasib yang sama.

Keputusan ini dibuat pada saat perusahaan otomotif Jepang tersebut menghadapi situasi keuangan yang digambarkan sebagai “sangat menantang”, sehingga memaksa Honda untuk menilai kembali rencana jangka panjang mereka dalam transisi menuju mobilitas listrik.

Proyek EV Baru Terpaksa Berhenti

Sebelumnya, baik model SUV maupun Sedan direncanakan menjadi model perintis dalam jajaran Honda Seri 0 yang terdiri dari tujuh model yang diharapkan akan diperkenalkan sebelum akhir dekade ini.

Bahkan, model Sedan sudah diperlihatkan dalam bentuk konsep pada tahun 2024, diikuti oleh versi SUV konsep setahun kemudian.

Namun, perubahan signifikan dalam lanskap pasar EV global dan persaingan yang semakin ketat memaksa Honda untuk membatalkan seluruh program tersebut.

Selain itu, proyek ini melibatkan pengembangan platform EV yang sepenuhnya baru dari awal, sehingga biaya investasinya sangat tinggi.

Akibat keputusan tersebut, Honda diperkirakan akan mengalami kerugian nilai aset antara ¥340 miliar dan ¥570 miliar untuk tahun fiskal saat ini. Lebih mengkhawatirkan lagi, perusahaan juga memperkirakan tekanan keuangan akan berlanjut hingga tahun fiskal 2026-2027.

Permintaan EV Menurun, Perubahan Kebijakan

Menurut Honda, permintaan EV di beberapa pasar utama saat ini menunjukkan tren penurunan, sehingga meningkatkan risiko kerugian jika model tersebut terus diperkenalkan ke pasar.

Selain itu, perubahan kebijakan di Amerika Serikat yang mengurangi insentif untuk pembelian dan pengembangan EV juga berdampak negatif pada rencana elektrifikasi mereka.

Sebelum perubahan kebijakan tersebut, Honda sebenarnya menunjukkan komitmen yang tinggi untuk mempercepat penggunaan EV di pasar Amerika.

Namun, situasi saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati untuk memastikan keberlanjutan keuangan perusahaan.

Tantangan Baru dari Asia, Terutama China

Pada saat yang sama, Honda juga mengakui menghadapi tantangan di kawasan Asia karena daya saing produk mereka semakin terkikis.

Hal ini karena permintaan konsumen kini bergeser dari fitur perangkat keras tradisional seperti efisiensi bahan bakar dan ruang kabin, ke fitur perangkat lunak cerdas yang dapat terus ditingkatkan.

Situasi ini memberikan keuntungan bagi produsen EV baru dari China yang memiliki siklus pengembangan produk yang lebih cepat dan fleksibel, sehingga memungkinkan mereka untuk dengan cepat menyesuaikan model dengan permintaan pasar.

Selain itu, profitabilitas model mesin bensin dan hibrida Honda juga terpengaruh oleh pemberlakuan tarif baru di beberapa pasar utama, yang menempatkan bisnis otomotif perusahaan secara keseluruhan di bawah tekanan yang semakin besar.

Fokus Baru: Hibrida dan Model yang Lebih Menguntungkan

Sebagai langkah pemulihan, Honda kini berencana untuk merestrukturisasi strategi globalnya. Di antara fokus utama adalah meningkatkan daya saing di pasar AS dan Jepang melalui peningkatan model yang ada dan penetapan harga yang lebih kompetitif.

Di kawasan Asia, Honda akan fokus pada perluasan model hibridanya, terutama di pasar India yang berkembang pesat. Pada saat yang sama, pendekatan untuk meluncurkan model EV masa depan akan dibuat lebih fleksibel dengan mempertimbangkan keseimbangan antara profitabilitas dan tren pasar saat ini.

Langkah-langkah penghematan biaya juga melibatkan manajemen internal ketika beberapa eksekutif Honda setuju untuk mengurangi bonus tahunan mereka sebagai tanda komitmen untuk menghadapi tantangan keuangan perusahaan.

Secara keseluruhan, keputusan untuk membatalkan proyek Honda Seri 0 dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan perusahaan tetap relevan dan stabil di industri otomotif yang sedang mengalami perubahan besar menuju era elektrifikasi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
BMW Bedah M Concept...
BMW Bedah M Concept Neue Klasse, Sedan Listrik Tulen Berdesain Agresif
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
Veda Ega Pulang Kampung,...
Veda Ega Pulang Kampung, Mario Suryo Aji Jalani Pemulihan Cedera
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Rekomendasi
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Berita Terkini
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Infografis
Jurusan yang Lulusannya...
Jurusan yang Lulusannya Banyak Dibutuhkan Kementerian Keuangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved