Bongkar Teknologi Anti Tabrak pada Mitsubishi Xforce
Selasa, 17 Maret 2026 - 06:35 WIB
loading...
Mitsubishi Xforce. FOTO/ Dok SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Mitsubishi Xforce Ultimate DS hadir membawa keunggulan utama berupa teknologi “Diamond Sense”, sebuah sistem bantuan keselamatan terintegrasi mutakhir yang lebih lengkap dibandingkan varian sebelumnya.
Dengan tambahan fitur ini, Mitsubishi ingin memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi konsumen yang menaruh perhatian besar pada keamanan mobil modern.
Xforce Ultimate DS sendiri hadir dengan spesifikasi utama yang terdapat pada varian Ultimate CVT, namun memliki penambahan teknologiDiamond Senseyang lebih lengkap dari dua varian lainnya, sebagai pilihan untuk konsumen yang memiliki preferensi mobil dengan fitur bantuan keselamatan terintegrasi mutakhir untuk pengemudi, yang lebih lengkap.
Pada fitur keamanan, varian Mitsubishi Xforce Ultimate DS telah dilengkapi dengan6 airbags(berkat penambahan2 Curtain Airbags), serta Mono Camera, Sensor Radar di depan dan belakang, dan Ultrasonic Parking Sensor, yang memungkinkan beragam fitur pada teknologiDiamond Sensebekerja, yang terdiri dariAdaptive Cruise Control (ACC) with low speed follow, Automatic High Beam (AHB), Forward Collision Mitigation (FCM), Lead Car Departure Notification System (LCDN), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Auto Headlight, Auto Rain Sensordanjuga Rear Camera.Selain itu 4 mode berkendara (Normal, Wet, Gravel, dan Mud)danActive Yaw Control(AYC) masih dipertahankan untuk menambahkan keamanan berkendara.
Dalam hal berkendara,Mitsubishi Motorsmenghadirkan teknologi keselamatan aktif bernamaForward Collision Mitigation(FCM) untuk membantu pengemudi mengurangi risiko tabrakan depan.
Hal ini sangat penting lantaran keselamatan berkendara tentunya selalu jadi prioritas utama, terutama di tengah kondisi lalu lintas yang padat dan dinamis.
Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia menjelaskan bahwaForward Collision Mitigation(FCM) merupakan bagian dariAdvanced Driver Assistance System(ADAS) atau sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut.
“Ini kan sebetulnya bagian dari ADAS ya. Jadi, sistem kerjanya itu nggak beda sama ADAS manapun. Dia punya sensor di spion depan, bagian atas yang selalu membuat sonar atau radar ke depan. Sensor itu terhubung dengan sistem pengereman,” kata Rifat Sungkar.
“Nah, untuk jarak sensor di FCM, itu juga sama pola kerjanya samaAdaptive Cruise Control, bisa di-settingsensitivitinya. Tapi, FCM bedanya samaAdaptive Cruise Control, Cruise Controlbisa diatur jaraknya. Tapi, FCM akan kerja secara otomatis. Ininon-cancel feature. Jadi, dia akan selalu on di mana-mana,” imbuh Rifat.
Forward Collision Mitigation(FCM) adalah fitur keselamatan aktif yang dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dari depan dan memberikan peringatan dini kepada pengemudi.
Bahkan ketika pengemudi tidak respon, sistem dapat secara otomatis melakukan pengereman untuk mengurangi dampak atau bahkan mencegah terjadinya tabrakan.
Fitur ini bisa berdiri sendiri maupun merupakan bagian dari rangkaian teknologi keselamatan Mitsubishi Motors bernamaDiamond Senseyang terdapat pada beberapa model mobil penumpang terbaru.
Model seperti Pajero Sport tipe Dakar Ultimate, Xforce Ultimate DS, serta Destinator dilengkapi oleh teknologi ini.
Manfaat FCM dalam berkendara sehari-hari akan sangat membantu dalam berbagai kondisi, seperti lalu lintas macetstop and go, perjalanan dalam kota dengan jarak kendaraan rapat, situasi pengemudi kurang responsif akibat kelelahan, dan bisa mencegah kecelakaan akibat keterlambatan reaksi.
Dengan adanya FCM, pengemudi mendapatkan lapisan perlindungan tambahan yang meningkatkan rasa aman dan percaya diri.
Cara Kerja Forward Collision Mitigation
FCM bekerja dengan mengandalkan sensor radar dan kamera yang terpasang di bagian depan mobil, biasanya pada grille dan bagian atas kaca depan. Berikut alur kerjanya:
-Deteksi Objek di Depan. Sensor FCM secara aktif memantau kondisi jalan dan mendeteksi kendaraan, sepeda motor, atau objek lain di depan mobil.
-Peringatan Dini.Jika sistem mendeteksi jarak yang terlalu dekat dan berpotensi menyebabkan tabrakan, FCM akan mulai beraksi dan memberikan peringatan visual di panel instrumen dan peringatan suara agar pengemudi segera bereaksi.
-Pengereman Otomatis.Apabila pengemudi tidak melakukan pengereman atau manuver penghindaran, FCM akan mengaktifkan rem secara otomatis untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan kendaraan, mengadaptasikan aksi sesuai situasi.
-Mitigasi Dampak Tabrakan.Pada kondisi tertentu, meski tabrakan tidak sepenuhnya bisa dihindari, FCM tetap membantu mengurangi tingkat keparahan benturan.
Ketentuan dan Batasan FCM
Meski canggih, FCM memiliki beberapa ketentuan dan keterbatasan yang penting dipahami sebagai berikut:
- FCM bekerja optimal pada kecepatan tertentu, umumnya di kecepatan rendah hingga menengah (tergantung model kendaraan).
- Sistem bisa saja jadi kurang akurat ketika kondisi tertentu seperti saat hujan deras, kabut tebal, atau ketika kamera/radar tertutup kotoran.
- FCM bukan pengganti kewaspadaan pengemudi, melainkan sistem pendukung keselamatan.
- Objek yang sangat kecil, diam total, atau bergerak tidak wajar bisa saja tidak terdeteksi secara sempurna.
- Pengemudi tetap wajib menjaga jarak aman dan fokus saat berkendara.
Forward Collision Mitigationdengan cara kerja yang berbasis sensor pintar, sistem peringatan, dan pengereman otomatis, FCM menjadi solusi keselamatan modern yang relevan dengan kondisi jalan saat ini.
Meski demikian, FCM tetap harus digunakan sebagai pendukung, bukan pengganti kewaspadaan dan kontrol penuh dari pengemudi. Kombinasi teknologi canggih dan kesadaran berkendara adalah kunci utama keselamatan
Dengan tambahan fitur ini, Mitsubishi ingin memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi konsumen yang menaruh perhatian besar pada keamanan mobil modern.
Xforce Ultimate DS sendiri hadir dengan spesifikasi utama yang terdapat pada varian Ultimate CVT, namun memliki penambahan teknologiDiamond Senseyang lebih lengkap dari dua varian lainnya, sebagai pilihan untuk konsumen yang memiliki preferensi mobil dengan fitur bantuan keselamatan terintegrasi mutakhir untuk pengemudi, yang lebih lengkap.
Pada fitur keamanan, varian Mitsubishi Xforce Ultimate DS telah dilengkapi dengan6 airbags(berkat penambahan2 Curtain Airbags), serta Mono Camera, Sensor Radar di depan dan belakang, dan Ultrasonic Parking Sensor, yang memungkinkan beragam fitur pada teknologiDiamond Sensebekerja, yang terdiri dariAdaptive Cruise Control (ACC) with low speed follow, Automatic High Beam (AHB), Forward Collision Mitigation (FCM), Lead Car Departure Notification System (LCDN), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Auto Headlight, Auto Rain Sensordanjuga Rear Camera.Selain itu 4 mode berkendara (Normal, Wet, Gravel, dan Mud)danActive Yaw Control(AYC) masih dipertahankan untuk menambahkan keamanan berkendara.
Dalam hal berkendara,Mitsubishi Motorsmenghadirkan teknologi keselamatan aktif bernamaForward Collision Mitigation(FCM) untuk membantu pengemudi mengurangi risiko tabrakan depan.
Hal ini sangat penting lantaran keselamatan berkendara tentunya selalu jadi prioritas utama, terutama di tengah kondisi lalu lintas yang padat dan dinamis.
Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia menjelaskan bahwaForward Collision Mitigation(FCM) merupakan bagian dariAdvanced Driver Assistance System(ADAS) atau sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut.
“Ini kan sebetulnya bagian dari ADAS ya. Jadi, sistem kerjanya itu nggak beda sama ADAS manapun. Dia punya sensor di spion depan, bagian atas yang selalu membuat sonar atau radar ke depan. Sensor itu terhubung dengan sistem pengereman,” kata Rifat Sungkar.
“Nah, untuk jarak sensor di FCM, itu juga sama pola kerjanya samaAdaptive Cruise Control, bisa di-settingsensitivitinya. Tapi, FCM bedanya samaAdaptive Cruise Control, Cruise Controlbisa diatur jaraknya. Tapi, FCM akan kerja secara otomatis. Ininon-cancel feature. Jadi, dia akan selalu on di mana-mana,” imbuh Rifat.
Forward Collision Mitigation(FCM) adalah fitur keselamatan aktif yang dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dari depan dan memberikan peringatan dini kepada pengemudi.
Bahkan ketika pengemudi tidak respon, sistem dapat secara otomatis melakukan pengereman untuk mengurangi dampak atau bahkan mencegah terjadinya tabrakan.
Fitur ini bisa berdiri sendiri maupun merupakan bagian dari rangkaian teknologi keselamatan Mitsubishi Motors bernamaDiamond Senseyang terdapat pada beberapa model mobil penumpang terbaru.
Model seperti Pajero Sport tipe Dakar Ultimate, Xforce Ultimate DS, serta Destinator dilengkapi oleh teknologi ini.
Manfaat FCM dalam berkendara sehari-hari akan sangat membantu dalam berbagai kondisi, seperti lalu lintas macetstop and go, perjalanan dalam kota dengan jarak kendaraan rapat, situasi pengemudi kurang responsif akibat kelelahan, dan bisa mencegah kecelakaan akibat keterlambatan reaksi.
Dengan adanya FCM, pengemudi mendapatkan lapisan perlindungan tambahan yang meningkatkan rasa aman dan percaya diri.
Cara Kerja Forward Collision Mitigation
FCM bekerja dengan mengandalkan sensor radar dan kamera yang terpasang di bagian depan mobil, biasanya pada grille dan bagian atas kaca depan. Berikut alur kerjanya:
-Deteksi Objek di Depan. Sensor FCM secara aktif memantau kondisi jalan dan mendeteksi kendaraan, sepeda motor, atau objek lain di depan mobil.
-Peringatan Dini.Jika sistem mendeteksi jarak yang terlalu dekat dan berpotensi menyebabkan tabrakan, FCM akan mulai beraksi dan memberikan peringatan visual di panel instrumen dan peringatan suara agar pengemudi segera bereaksi.
-Pengereman Otomatis.Apabila pengemudi tidak melakukan pengereman atau manuver penghindaran, FCM akan mengaktifkan rem secara otomatis untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan kendaraan, mengadaptasikan aksi sesuai situasi.
-Mitigasi Dampak Tabrakan.Pada kondisi tertentu, meski tabrakan tidak sepenuhnya bisa dihindari, FCM tetap membantu mengurangi tingkat keparahan benturan.
Ketentuan dan Batasan FCM
Meski canggih, FCM memiliki beberapa ketentuan dan keterbatasan yang penting dipahami sebagai berikut:
- FCM bekerja optimal pada kecepatan tertentu, umumnya di kecepatan rendah hingga menengah (tergantung model kendaraan).
- Sistem bisa saja jadi kurang akurat ketika kondisi tertentu seperti saat hujan deras, kabut tebal, atau ketika kamera/radar tertutup kotoran.
- FCM bukan pengganti kewaspadaan pengemudi, melainkan sistem pendukung keselamatan.
- Objek yang sangat kecil, diam total, atau bergerak tidak wajar bisa saja tidak terdeteksi secara sempurna.
- Pengemudi tetap wajib menjaga jarak aman dan fokus saat berkendara.
Forward Collision Mitigationdengan cara kerja yang berbasis sensor pintar, sistem peringatan, dan pengereman otomatis, FCM menjadi solusi keselamatan modern yang relevan dengan kondisi jalan saat ini.
Meski demikian, FCM tetap harus digunakan sebagai pendukung, bukan pengganti kewaspadaan dan kontrol penuh dari pengemudi. Kombinasi teknologi canggih dan kesadaran berkendara adalah kunci utama keselamatan
(wbs)
Lihat Juga :