Kiamat EV Mewah 2026: Mercedes Obral Diskon Rp850 Juta, Lamborghini Menyerah
Jum'at, 20 Maret 2026 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Hasilnya? Sepanjang Januari hingga April 2025, G 580 listrik hanya laku 1.450 unit secara global, dipermalukan habis-habisan oleh versi bensin yang terserap 9.700 unit.
Konsumen premium sadar, percepatan inovasi membuat EV rawan depresiasi ekstrem. Akselerasi instan tak lagi eksklusif; pasar pun bergeser mencari EV praktis di bawah USD40.000 (Rp680 juta) guna menangkis serbuan produk China.
Kelesuan ini merembet menjadi wabah global. Februari 2026 mencatat kejatuhan penjualan EV dunia sebesar 11 persen ke level sekitar 1 juta unit, rekor terendah sejak Februari 2024.
China sebagai raksasa pasar anjlok 32 persen dengan registrasi di bawah 500.000 unit. Penjualan di Amerika Utara merosot 35 persen selama lima bulan berturut-turut, menyisakan volume di bawah 90.000 unit.
Hanya Eropa yang naik 21 persen, itupun berkat "napas buatan" berupa subsidi pemerintah Jerman senilai 3,5 miliar euro yang dipaksakan berlaku hingga 2029 demi menyelamatkan industri dari kelumpuhan.
![Kiamat EV Mewah 2026: Mercedes Obral Diskon Rp850 Juta, Lamborghini Menyerah]()
CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menyadari bahwa EV adalah "hobi mahal" dengan permintaan "mendekati nol."
Konsumen premium sadar, percepatan inovasi membuat EV rawan depresiasi ekstrem. Akselerasi instan tak lagi eksklusif; pasar pun bergeser mencari EV praktis di bawah USD40.000 (Rp680 juta) guna menangkis serbuan produk China.
Kelesuan ini merembet menjadi wabah global. Februari 2026 mencatat kejatuhan penjualan EV dunia sebesar 11 persen ke level sekitar 1 juta unit, rekor terendah sejak Februari 2024.
China sebagai raksasa pasar anjlok 32 persen dengan registrasi di bawah 500.000 unit. Penjualan di Amerika Utara merosot 35 persen selama lima bulan berturut-turut, menyisakan volume di bawah 90.000 unit.
Hanya Eropa yang naik 21 persen, itupun berkat "napas buatan" berupa subsidi pemerintah Jerman senilai 3,5 miliar euro yang dipaksakan berlaku hingga 2029 demi menyelamatkan industri dari kelumpuhan.

CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menyadari bahwa EV adalah "hobi mahal" dengan permintaan "mendekati nol."
Lihat Juga :