Fakta Pahit VinFast: Raja Kandang di Vietnam, Keok di Amerika, Terselamatkan Taksi di Indonesia
Senin, 13 April 2026 - 11:04 WIB
loading...
A
A
A
Di pasar domestiknya, model Limo Green merajai penjualan bulan Maret dengan 6.795 unit (naik 276 persen dari bulan sebelumnya). Varian penunjang keluarga dan niaga, VF MPV 7, juga mencatat pertumbuhan 116 persen menjadi 2.521 unit.
Sementara itu, lebih dari 4.700 unit model VF 3 berhasil dikirim ke tangan pelanggan pada bulan yang sama.
Kesuksesan ini mempertegas dominasi VinFast di Vietnam, di mana pada 2025 negara itu menyumbang 175.099 unit dari total penjualan global, mempertahankan pangsa pasar nomor satu selama 15 bulan berturut-turut. Model VF 3 memimpin dengan 44.585 unit, disusul VF 5 sebanyak 43.913 unit, dan Limo Green MPV dengan 27.127 unit.
Tersungkur di Amerika, Melarikan Diri ke Segmen Mewah
Namun, dominasi mutlak di Vietnam berbanding lurus dengan kegagalan mereka menembus pasar Amerika Serikat yang sangat kompetitif. Konsumen Amerika tampak tidak tertarik dengan penawaran EV murah dari VinFast yang kualitas dan citranya masih kalah bersaing, terutama jika disandingkan dengan ekspansi mobil listrik asal China di pasar global.
Penjualan mereka di sana anjlok 57 persen secara tahunan pada 2025, dengan total penjualan kurang dari 1.500 unit selama periode Januari hingga September. Rencana membangun jaringan distribusi pun kolaps.
Dari target 125 dealer yang direncanakan beroperasi sebelum akhir 2024, hanya 22 titik yang berhasil dibuka. Terganjal situasi pasar dan masalah tarif, VinFast akhirnya menarik tuas mundur dan menghentikan ekspansi jaringan dealer mereka.
Lelah gagal di pasar kendaraan komuter AS, VinFast kini mengubah strategi secara radikal dengan meluncurkan sub-merek ultra-mewah bernama "Lac Hong" yang secara berani diposisikan untuk bersaing dengan merek sekelas Rolls-Royce.
Rencananya, mereka akan meluncurkan SUV 800S dan sedan 900S. Spesifikasinya mencakup tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan 625 PS (616 tenaga kuda atau 460 kW) dengan suspensi adaptif yang lembut.
Sementara itu, lebih dari 4.700 unit model VF 3 berhasil dikirim ke tangan pelanggan pada bulan yang sama.
Kesuksesan ini mempertegas dominasi VinFast di Vietnam, di mana pada 2025 negara itu menyumbang 175.099 unit dari total penjualan global, mempertahankan pangsa pasar nomor satu selama 15 bulan berturut-turut. Model VF 3 memimpin dengan 44.585 unit, disusul VF 5 sebanyak 43.913 unit, dan Limo Green MPV dengan 27.127 unit.
Tersungkur di Amerika, Melarikan Diri ke Segmen Mewah
![Fakta Pahit VinFast: Raja Kandang di Vietnam, Keok di Amerika, Terselamatkan Taksi di Indonesia]()
Namun, dominasi mutlak di Vietnam berbanding lurus dengan kegagalan mereka menembus pasar Amerika Serikat yang sangat kompetitif. Konsumen Amerika tampak tidak tertarik dengan penawaran EV murah dari VinFast yang kualitas dan citranya masih kalah bersaing, terutama jika disandingkan dengan ekspansi mobil listrik asal China di pasar global.
Penjualan mereka di sana anjlok 57 persen secara tahunan pada 2025, dengan total penjualan kurang dari 1.500 unit selama periode Januari hingga September. Rencana membangun jaringan distribusi pun kolaps.
Dari target 125 dealer yang direncanakan beroperasi sebelum akhir 2024, hanya 22 titik yang berhasil dibuka. Terganjal situasi pasar dan masalah tarif, VinFast akhirnya menarik tuas mundur dan menghentikan ekspansi jaringan dealer mereka.
Lelah gagal di pasar kendaraan komuter AS, VinFast kini mengubah strategi secara radikal dengan meluncurkan sub-merek ultra-mewah bernama "Lac Hong" yang secara berani diposisikan untuk bersaing dengan merek sekelas Rolls-Royce.
Rencananya, mereka akan meluncurkan SUV 800S dan sedan 900S. Spesifikasinya mencakup tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan 625 PS (616 tenaga kuda atau 460 kW) dengan suspensi adaptif yang lembut.
Lihat Juga :