Kucurkan Rp 1,3 Triliun, Toyota Gandeng Raja Baterai Dunia CATL di Karawang
Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Bob Azam, Wakil Presiden Direktur TMMIN, menyebut ini sebagai transformasi bertahap. Pemasok lokal yang dulu cuma bikin radiator atau knalpot, kini diajak ikut memproduksi komponen kendaraan listrik.
Saat ini ada 240 pemasok lapis pertama (tier 1) dan 520 pemasok lapis dua serta tiga yang terlibat. Ekosistem ini menghidupi 360.000 tenaga kerja. Ini industri padat karya yang sangat besar.
Investasi Rp1,3 triliun untuk baterai ini adalah bagian dari total Rp100 triliun yang sudah dikucurkan Toyota selama 55 tahun di Indonesia. Hasilnya nyata: produksi kumulatif 10 juta unit kendaraan Toyota dan 14 juta unit untuk Toyota Group.
Langkah paling berani akan terjadi pada paruh kedua 2026. TMMIN berencana mulai mengekspor baterai ke pasar global. Indonesia tidak lagi sekadar pasar, tapi jadi basis produksi dan ekspor baterai pertama Toyota di Asia Tenggara.
Secara industri, ini adalah langkah besar. Di tengah persaingan teknologi yang ketat, melokalisasi komponen paling mahal—yakni baterai—adalah satu-satunya cara untuk tetap kompetitif. Pilihan yang masuk akal demi menjaga dominasi di pasar domestik sekaligus menembus pasar dunia.
Saat ini ada 240 pemasok lapis pertama (tier 1) dan 520 pemasok lapis dua serta tiga yang terlibat. Ekosistem ini menghidupi 360.000 tenaga kerja. Ini industri padat karya yang sangat besar.
Investasi Rp1,3 triliun untuk baterai ini adalah bagian dari total Rp100 triliun yang sudah dikucurkan Toyota selama 55 tahun di Indonesia. Hasilnya nyata: produksi kumulatif 10 juta unit kendaraan Toyota dan 14 juta unit untuk Toyota Group.
Langkah paling berani akan terjadi pada paruh kedua 2026. TMMIN berencana mulai mengekspor baterai ke pasar global. Indonesia tidak lagi sekadar pasar, tapi jadi basis produksi dan ekspor baterai pertama Toyota di Asia Tenggara.
Secara industri, ini adalah langkah besar. Di tengah persaingan teknologi yang ketat, melokalisasi komponen paling mahal—yakni baterai—adalah satu-satunya cara untuk tetap kompetitif. Pilihan yang masuk akal demi menjaga dominasi di pasar domestik sekaligus menembus pasar dunia.
(dan)
Lihat Juga :