Antrean Pemesan iCar V23 Diklaim Sudah Membeludak
Minggu, 24 Mei 2026 - 05:49 WIB
loading...
iCar V23. FOTO/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Walaupun belum merilis harga resmi dan jaringan diler masih dalam tahap pengembangan, SUV listrik iCAR V23 justru sudah lebih dulu mencuri perhatian pasar otomotif nasional.
Model bergaya boxy dengan nuansa retro-modern ini mencatat lebih dari 300 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sejak debutnya di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Fenomena ini memperlihatkan perubahan arah preferensi konsumen Indonesia terhadap kendaraan listrik. Jika sebelumnya EV lebih banyak dipilih karena efisiensi dan teknologi, kini aspek desain dan karakter gaya hidup mulai ikut menentukan keputusan pembelian.
Head of Marketing iCAR Indonesia, Metta Yunita, menyebut angka pemesanan tersebut masih bergerak positif bahkan setelah pameran berakhir. Menurutnya, respons pasar sejauh ini masih berada dalam jalur ekspektasi perusahaan.
“Di IIMS kemarin kami mendapatkan sekitar 300 unit dan setiap bulannya terus bertambah. Respons masyarakat sejauh ini masih sesuai harapan kami,” ujar Metta di sela kegiatan media test drive V23 di Bogor, Jawa Barat.
Menariknya, tingginya minat konsumen muncul di tengah kondisi di mana harga resmi iCAR V23 belum diumumkan secara terbuka. Selain itu, jaringan penjualan dan layanan purna jual juga masih dalam tahap persiapan ekspansi.
Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan minat calon pembeli.
Berdasarkan temuan internal perusahaan, faktor desain eksterior dan potensi modifikasi menjadi daya tarik utama SUV listrik ini.
“Banyak konsumen yang sudah SPK tertarik karena mobil ini bisa dimodifikasi dan dipersonalisasi. Sekarang informasi sangat terbuka, mereka bisa mencari referensi di internet,” kata Metta.
Di ajang Indonesia International Motor Show 2026, iCAR juga menggandeng National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) untuk menampilkan versi modifikasi V23. Langkah ini mempertegas positioning V23 sebagai kendaraan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menjadi ruang ekspresi pemiliknya.
Desain boxy dengan sentuhan retro-cyberspace membuat V23 kerap disandingkan dengan tren SUV adventure modern yang tengah berkembang secara global. Karakter tersebut sekaligus memperkuat identitasnya sebagai kendaraan lifestyle ketimbang sekadar alat transportasi harian.
Menurut Metta, mayoritas konsumen tidak melihat V23 sebagai mobil keluarga semata, melainkan sebagai bagian dari hobi dan ekspresi diri.
“Mereka beli bukan hanya untuk family car, tapi lebih ke kendaraan yang bisa dimainkan dan sesuai passion,” ungkapnya.
Dari sisi produk, iCAR V23 akan hadir dalam beberapa varian, termasuk opsi penggerak Rear Wheel Drive (RWD) dan Intelligent Wheel Drive (IWD).
Perusahaan juga menyiapkan tipe OG, Pro, hingga edisi terbatas Pro Plus yang jumlahnya hanya 23 unit untuk pasar Indonesia.
Untuk distribusi, iCAR Indonesia menargetkan pengiriman unit OG mulai dilakukan pada Juni 2026. Sementara varian Pro Plus disebut sudah lebih dulu dikirimkan ke konsumen sejak April.
Seiring meningkatnya minat pasar, iCAR juga mulai menyiapkan ekspansi jaringan diler di berbagai kota besar. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan pembangunan hingga 30 diler di Indonesia sebagai bagian dari penguatan layanan penjualan dan purna jual.
Kombinasi antara desain yang unik, potensi personalisasi, serta strategi distribusi yang agresif membuat iCAR V23 menjadi salah satu model yang cukup menonjol di segmen kendaraan listrik Indonesia tahun ini.
Model bergaya boxy dengan nuansa retro-modern ini mencatat lebih dari 300 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sejak debutnya di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Fenomena ini memperlihatkan perubahan arah preferensi konsumen Indonesia terhadap kendaraan listrik. Jika sebelumnya EV lebih banyak dipilih karena efisiensi dan teknologi, kini aspek desain dan karakter gaya hidup mulai ikut menentukan keputusan pembelian.
Head of Marketing iCAR Indonesia, Metta Yunita, menyebut angka pemesanan tersebut masih bergerak positif bahkan setelah pameran berakhir. Menurutnya, respons pasar sejauh ini masih berada dalam jalur ekspektasi perusahaan.
“Di IIMS kemarin kami mendapatkan sekitar 300 unit dan setiap bulannya terus bertambah. Respons masyarakat sejauh ini masih sesuai harapan kami,” ujar Metta di sela kegiatan media test drive V23 di Bogor, Jawa Barat.
Menariknya, tingginya minat konsumen muncul di tengah kondisi di mana harga resmi iCAR V23 belum diumumkan secara terbuka. Selain itu, jaringan penjualan dan layanan purna jual juga masih dalam tahap persiapan ekspansi.
Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan minat calon pembeli.
Berdasarkan temuan internal perusahaan, faktor desain eksterior dan potensi modifikasi menjadi daya tarik utama SUV listrik ini.
“Banyak konsumen yang sudah SPK tertarik karena mobil ini bisa dimodifikasi dan dipersonalisasi. Sekarang informasi sangat terbuka, mereka bisa mencari referensi di internet,” kata Metta.
Di ajang Indonesia International Motor Show 2026, iCAR juga menggandeng National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) untuk menampilkan versi modifikasi V23. Langkah ini mempertegas positioning V23 sebagai kendaraan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menjadi ruang ekspresi pemiliknya.
Desain boxy dengan sentuhan retro-cyberspace membuat V23 kerap disandingkan dengan tren SUV adventure modern yang tengah berkembang secara global. Karakter tersebut sekaligus memperkuat identitasnya sebagai kendaraan lifestyle ketimbang sekadar alat transportasi harian.
Menurut Metta, mayoritas konsumen tidak melihat V23 sebagai mobil keluarga semata, melainkan sebagai bagian dari hobi dan ekspresi diri.
“Mereka beli bukan hanya untuk family car, tapi lebih ke kendaraan yang bisa dimainkan dan sesuai passion,” ungkapnya.
Dari sisi produk, iCAR V23 akan hadir dalam beberapa varian, termasuk opsi penggerak Rear Wheel Drive (RWD) dan Intelligent Wheel Drive (IWD).
Perusahaan juga menyiapkan tipe OG, Pro, hingga edisi terbatas Pro Plus yang jumlahnya hanya 23 unit untuk pasar Indonesia.
Untuk distribusi, iCAR Indonesia menargetkan pengiriman unit OG mulai dilakukan pada Juni 2026. Sementara varian Pro Plus disebut sudah lebih dulu dikirimkan ke konsumen sejak April.
Seiring meningkatnya minat pasar, iCAR juga mulai menyiapkan ekspansi jaringan diler di berbagai kota besar. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan pembangunan hingga 30 diler di Indonesia sebagai bagian dari penguatan layanan penjualan dan purna jual.
Kombinasi antara desain yang unik, potensi personalisasi, serta strategi distribusi yang agresif membuat iCAR V23 menjadi salah satu model yang cukup menonjol di segmen kendaraan listrik Indonesia tahun ini.
(wbs)
Lihat Juga :