Kenapa Ban Lebih Rentan Aus dan Retak di Musim Kemarau? Ini Penjelasanya

Senin, 25 Mei 2026 - 18:23 WIB
loading...
Kenapa Ban Lebih Rentan...
Ban Lebih Rentan Aus dan Retak di Musim Kemarau. FOTO/ Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan kendaraan SUV di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang nyaman, fleksibel, dan tangguh untuk berbagai kondisi jalan.

Namun, penting bagi pengendara untuk memperhatikan kondisi ban, terutama potensi aus, retak, hingga risiko pecah ban saat menghadapi suhu dan kondisi jalan yang lebih ekstrem, khususnya di musim kemarau.

Faktanya, saat suhu permukaan jalan meningkat, suhu udara di dalam ban juga ikut naik sehingga tekanan angin dapat bertambah sekitar 1 PSI* setiap kenaikan suhu 5–6°C. Pada kendaraan SUV yang memiliki bobot dan kapasitas muatan lebih besar, kondisi ini membuat ban bekerja lebih berat, terutama saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi di atas permukaan aspal yang panas.

Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) menjelaskan, “Peningkatan suhu pada ban saat berkendara, terutama di musim kemarau, merupakan kondisi yang normal. Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. Karena itu, penting bagi pengguna SUV untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan.”

Dalam kondisi tersebut, menjaga performa ban tetap optimal menjadi semakin penting, terutama saat kendaraan melintasi permukaan jalan yang rusak.

Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi salah satu pemicu utama yang memperbesar risiko insiden di jalan tol1.

Karena itu, ketika dihadapkan pada kondisi ekstrem seperti kerusakan jalan di beberapa titik Tol Jagorawi pada awal Mei lalu, ban yang tidak berada dalam kondisi prima akan lebih rentan mengalami aus hingga pecah ban.

Walaupun total penjualan wholesales mobil pada 2025 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebesar 7.2%2, diprediksi tren SUV akan tetap menunjukkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya preferensi masyarakat terhadap kendaraan berjenis SUV3.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teknologi Aquix untuk...
Teknologi Aquix untuk Solusi Krisis Air Sambangi Indonesia di 2021
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Rekomendasi
Perbaikan Jalan Imbas...
Perbaikan Jalan Imbas Proyek MRT, Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Jumat Malam hingga Senin Pagi
Ingin Berobat ke Negeri...
Ingin Berobat ke Negeri Jiran? IHH Healthcare Malaysia Gelar Expo di Surabaya
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Berita Terkini
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Mayoritas Motor Listrik...
Mayoritas Motor Listrik Honda Akan Segera Diproduksi di Vietnam
Mobil Listrik Denza...
Mobil Listrik Denza Dipajang di Pameran Seni ArtMoments 2026, Ada Apa?
Hiu Selatan International...
Hiu Selatan International Hard Enduro 8, DUNLOP Perkenalkan Geomax En92
Mitsubishi Luncurkan...
Mitsubishi Luncurkan Xforce Hybrid, Segini Jarak Tempuhnya
Review iCar V23:SUVBoxy...
Review iCar V23:SUVBoxy Rp500 Juta yang Bikin Semua Orang Menoleh, tapi Tak Semua Jatuh Cinta
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved