Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
Jum'at, 05 Juni 2026 - 21:19 WIB
loading...
Nissan Qashqai e-Power. Foto/ YT
A
A
A
LONDON - Nissan sekali lagi membuktikan kemampuan teknologi hibrida e-Power-nya ketika sebuah Nissan Qashqai e-Power berhasil menyelesaikan perjalanan lebih dari 1.300 kilometer mengelilingi pulau Tasmania, Australia tanpa perlu mengisi bahan bakar.
Pencapaian ini merupakan bukti efisiensi sistem e-Power generasi terbaru yang menggabungkan pengalaman berkendara kendaraan listrik (EV) dengan kemudahan pengisian bahan bakar seperti mobil konvensional.
Tidak seperti sistem hibrida pada umumnya, e-Power menggunakan motor listrik sebagai satu-satunya sumber penggerak roda. Mesin bensin tiga silinder turbocharged 1,5 liter hanya berfungsi sebagai generator listrik untuk mengisi daya baterai dan memasok daya ke motor listrik.
Hal ini memungkinkan pengemudi untuk menikmati akselerasi yang lebih halus, responsif, dan lebih tenang seperti EV tanpa harus mengisi daya menggunakan sumber listrik eksternal.
Untuk membuktikan efisiensi teknologi dalam situasi dunia nyata, Nissan membawa Qashqai e-Power mengelilingi pulau Tasmania sejauh lebih dari 1.300 km dengan tutup tangki bahan bakar direkatkan untuk memastikan tidak ada pengisian bahan bakar di sepanjang perjalanan.
Selama perjalanan, Qashqai e-Power mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata 4,5 liter per 100 km.
Sebelumnya, Nissan juga melakukan tantangan serupa di Inggris Raya dengan mengendarai Qashqai e-Power dari Land's End di Inggris ke John O'Groats di Skotlandia, sebuah perjalanan melintasi seluruh Inggris.
Dalam tantangan tersebut, SUV hibrida ini berhasil menempuh jarak 1.347 km dengan satu tangki bensin dan konsumsi bahan bakar rata-rata serendah 3,76 liter per 100 km.
Yang lebih mengesankan lagi, tampilan meteran masih menunjukkan jarak tempuh tersisa sekitar 160 km ketika kendaraan tiba di tujuan.
Menurut Wakil Presiden Senior Riset dan Pengembangan Nissan Eropa, David Moss, kedua perjalanan tersebut membuktikan kemampuan konsisten teknologi e-Power dalam berbagai kondisi berkendara.
Ia mengatakan, baik di jalan tol Inggris maupun rute yang lebih menantang di Tasmania, Qashqai e-Power tetap menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar, kenyamanan, dan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik.
Ia juga menjelaskan bahwa teknologi e-Power merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Nissan untuk meningkatkan SUV hibrida melalui teknologi yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata pelanggan.
Melalui Nissan Serena e-Power C28 dan Nissan Kicks e-Power. Tidak seperti hibrida konvensional, kedua model ini menggunakan motor listrik sebagai satu-satunya sumber tenaga untuk menggerakkan roda, sementara mesin bensin bertindak sebagai generator untuk mengisi daya baterai.
Hasilnya, pengemudi mendapatkan karakter berkendara yang lebih mendekati EV tanpa perlu mengisi daya menggunakan colokan, sambil tetap mempertahankan kenyamanan mengisi bahan bakar bensin seperti biasa.
Singkatnya, sistem e-Power beroperasi berbeda dari kebanyakan model hibrida lain di pasaran.
Motor listrik adalah satu-satunya unit yang menggerakkan kendaraan.
Mesin bensin tidak secara langsung menggerakkan roda.
Mesin bertindak sebagai generator untuk menghasilkan listrik.
Baterai selalu terisi daya saat berkendara.
Tidak perlu mengisi daya menggunakan sumber listrik eksternal.
Pendekatan ini memungkinkan Nissan untuk menawarkan pengalaman berkendara yang mendekati EV sambil mempertahankan fleksibilitas kendaraan bertenaga bensin, terutama bagi pengemudi yang sering melakukan perjalanan jarak jauh.
Pencapaian ini merupakan bukti efisiensi sistem e-Power generasi terbaru yang menggabungkan pengalaman berkendara kendaraan listrik (EV) dengan kemudahan pengisian bahan bakar seperti mobil konvensional.
Tidak seperti sistem hibrida pada umumnya, e-Power menggunakan motor listrik sebagai satu-satunya sumber penggerak roda. Mesin bensin tiga silinder turbocharged 1,5 liter hanya berfungsi sebagai generator listrik untuk mengisi daya baterai dan memasok daya ke motor listrik.
Hal ini memungkinkan pengemudi untuk menikmati akselerasi yang lebih halus, responsif, dan lebih tenang seperti EV tanpa harus mengisi daya menggunakan sumber listrik eksternal.
Untuk membuktikan efisiensi teknologi dalam situasi dunia nyata, Nissan membawa Qashqai e-Power mengelilingi pulau Tasmania sejauh lebih dari 1.300 km dengan tutup tangki bahan bakar direkatkan untuk memastikan tidak ada pengisian bahan bakar di sepanjang perjalanan.
Selama perjalanan, Qashqai e-Power mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata 4,5 liter per 100 km.
Sebelumnya, Nissan juga melakukan tantangan serupa di Inggris Raya dengan mengendarai Qashqai e-Power dari Land's End di Inggris ke John O'Groats di Skotlandia, sebuah perjalanan melintasi seluruh Inggris.
Dalam tantangan tersebut, SUV hibrida ini berhasil menempuh jarak 1.347 km dengan satu tangki bensin dan konsumsi bahan bakar rata-rata serendah 3,76 liter per 100 km.
Yang lebih mengesankan lagi, tampilan meteran masih menunjukkan jarak tempuh tersisa sekitar 160 km ketika kendaraan tiba di tujuan.
Menurut Wakil Presiden Senior Riset dan Pengembangan Nissan Eropa, David Moss, kedua perjalanan tersebut membuktikan kemampuan konsisten teknologi e-Power dalam berbagai kondisi berkendara.
Ia mengatakan, baik di jalan tol Inggris maupun rute yang lebih menantang di Tasmania, Qashqai e-Power tetap menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar, kenyamanan, dan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik.
Ia juga menjelaskan bahwa teknologi e-Power merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Nissan untuk meningkatkan SUV hibrida melalui teknologi yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata pelanggan.
Melalui Nissan Serena e-Power C28 dan Nissan Kicks e-Power. Tidak seperti hibrida konvensional, kedua model ini menggunakan motor listrik sebagai satu-satunya sumber tenaga untuk menggerakkan roda, sementara mesin bensin bertindak sebagai generator untuk mengisi daya baterai.
Hasilnya, pengemudi mendapatkan karakter berkendara yang lebih mendekati EV tanpa perlu mengisi daya menggunakan colokan, sambil tetap mempertahankan kenyamanan mengisi bahan bakar bensin seperti biasa.
Singkatnya, sistem e-Power beroperasi berbeda dari kebanyakan model hibrida lain di pasaran.
Motor listrik adalah satu-satunya unit yang menggerakkan kendaraan.
Mesin bensin tidak secara langsung menggerakkan roda.
Mesin bertindak sebagai generator untuk menghasilkan listrik.
Baterai selalu terisi daya saat berkendara.
Tidak perlu mengisi daya menggunakan sumber listrik eksternal.
Pendekatan ini memungkinkan Nissan untuk menawarkan pengalaman berkendara yang mendekati EV sambil mempertahankan fleksibilitas kendaraan bertenaga bensin, terutama bagi pengemudi yang sering melakukan perjalanan jarak jauh.
(wbs)
Lihat Juga :