GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh

Selasa, 09 Juni 2026 - 22:46 WIB
loading...
A A A
Taruhan besar GoPro untuk melebar gagal total: drone Karma. November 2016 ditarik dari pasaran. Sekitar 2.500 unit. Sebabnya: kehilangan daya saat terbang — sebagian jatuh dari langit. Lini drone itu dihentikan pada 2018.

Saat itu, gaji tunai Woodman dipangkas jadi USD1 saja — Rp18.000. Lebih dari 20 persen karyawan dirumahkan.

Kini tekanan datang lagi. GoPro sudah memangkas 23 persen karyawannya. Juga sedang menimbang tawaran untuk menjual perusahaan.
Tapi belum tentu kiamat.

Dokumen seperti ini tidak otomatis berarti bangkrut. GoPro sendiri menegaskan: belum ada rencana spesifik mengajukan kebangkrutan. Tanpa pendanaan baru atau transaksi strategis, kemampuan bertahannya memang terancam — tapi pintu belum tertutup.

Ada contoh harapan. Kodak mengajukan pernyataan serupa tahun lalu. Lalu melunasi utang lewat dana pensiun. Akhir tahun justru tumbuh.

Dan ada satu hal yang luput dari dokumen itu: GoPro Mission 1. Seri kamera baru. Sensornya 1 inci, mampu rekam 8K. Baru mulai dikirim beberapa hari lalu. Termasuk varian Mission 1 Pro.

Produk baru itu tidak disebut dalam laporan keuangan. Bisa jadi penyelamat. Bisa jadi terlambat.

Cerita karet gelang dan papan selancar itu belum tamat. Tapi babak ini yang paling berat.

FAQ

Apakah GoPro akan bangkrut?

Belum tentu. Dalam dokumen 8-K ke SEC pada 1 Juni 2026, GoPro dan auditornya PwC menyatakan ada "keraguan substansial" atas kemampuan bertahan. Namun GoPro menegaskan belum ada rencana spesifik mengajukan kebangkrutan. Tanpa pendanaan baru atau transaksi strategis, kemampuannya bertahan memang terancam.

Kenapa GoPro mengalami kesulitan keuangan?

Penjualan terus turun karena kamera ponsel makin bagus dan pesaing murah menggerogoti pasar. Ditambah rugi besar dua tahun beruntun, lonjakan biaya memori 80–110 persen, dan kegagalan diversifikasi seperti drone Karma.

Berapa kerugian GoPro?

GoPro mencatat rugi bersih USD93,5 juta (sekitar Rp1,68 triliun) pada 2025 dan USD432,3 juta (sekitar Rp7,78 triliun) pada 2024.
Siapa pendiri GoPro?

Nick Woodman, lulusan seni rupa UC San Diego 1997. Ide GoPro muncul saat ia berselancar di Australia dan Indonesia pada 2002, dengan modal pinjaman sekitar USD235.000 (Rp4,23 miliar) dari orang tuanya.

Apa produk terbaru GoPro?

GoPro Mission 1, termasuk varian Mission 1 Pro, dengan sensor 1 inci dan kemampuan rekam 8K, yang baru mulai dikirim beberapa hari sebelum laporan keuangan terbit.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kubur Nama Hero, GoPro...
Kubur Nama Hero, GoPro Mission 1 Hadir dengan Lensa Ala DSLR dan Mikrofon Nirkabel
Dijual Rp8 Jutaan, Inilah...
Dijual Rp8 Jutaan, Inilah Keunggulan GoPro HERO9 Black
Rekomendasi
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Berita Terkini
Kawin Silang JLR dan...
Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Citroen Berlingo Baru...
Citroen Berlingo Baru Akan Kembali dengan Desain MPV Kecil Praktis
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Perayaan 1 Dekade Aerox...
Perayaan 1 Dekade Aerox di Indonesia Diserbu Ribuan Anak Muda
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Didukung TGRI, Eric...
Didukung TGRI, Eric Saputra Juara OMR Agya Mandalika
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved