GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Selasa, 09 Juni 2026 - 22:46 WIB
loading...
A
A
A
GoPro lahir dari karet gelang dan papan selancar. Pendirinya Nick Woodman. Lulusan seni rupa UC San Diego tahun 1997. Idenya muncul saat berselancar di Australia dan Indonesia pada 2002. Ia mengikat kamera 35 mm ke pergelangan tangannya. Untuk merekam dirinya sendiri di air.
Modalnya pinjaman: sekitar USD235.000 (Rp4,23 miliar) dari orang tuanya. Sambil jualan kalung manik-manik dan kerang dari dalam mobil Volkswagen. Kamera GoPro pertama dijual sekitar USD30 — kira-kira Rp540.000.
Ini percobaan ketiga Woodman bikin startup. Dua sebelumnya gagal. Termasuk usaha gim bernama Funbug, yang ambruk pada 2001 dan menelan uang investor USD3,9 juta (Rp70,2 miliar). Ketakutan gagal lagi itulah, kata Woodman, yang membuatnya ngotot.
GoPro melantai di bursa pada 26 Juni 2014. Harga perdananya USD24 (Rp432.000) per lembar. Investor suka konsepnya: perusahaan hardware yang sekaligus merek media. Videonya ditonton miliaran kali di YouTube.
Hari pertama saja sudah meroket. Ditutup di USD31,34 (Rp564.120). Nilai perusahaan hampir USD4 miliar — sekitar Rp72 triliun.
Puncaknya 7 Oktober 2014. Saham tembus rekor USD93,85 (Rp1.689.300). Nilai pasar GoPro lewat USD11 miliar. Setara Rp198 triliun.
Woodman sempat jadi CEO bergaji tertinggi di Amerika. Paket saham terbatasnya, di akhir 2014, ditaksir USD284,5 juta — sekitar Rp5,12 triliun. Nomor satu di Bloomberg Pay Index.
Lalu mulai merosot.
Penyebabnya klasik. Kamera ponsel makin bagus. Orang biasa tak lagi butuh kamera terpisah. Pesaing murah menggerogoti dari bawah.
Modalnya pinjaman: sekitar USD235.000 (Rp4,23 miliar) dari orang tuanya. Sambil jualan kalung manik-manik dan kerang dari dalam mobil Volkswagen. Kamera GoPro pertama dijual sekitar USD30 — kira-kira Rp540.000.
Ini percobaan ketiga Woodman bikin startup. Dua sebelumnya gagal. Termasuk usaha gim bernama Funbug, yang ambruk pada 2001 dan menelan uang investor USD3,9 juta (Rp70,2 miliar). Ketakutan gagal lagi itulah, kata Woodman, yang membuatnya ngotot.
GoPro melantai di bursa pada 26 Juni 2014. Harga perdananya USD24 (Rp432.000) per lembar. Investor suka konsepnya: perusahaan hardware yang sekaligus merek media. Videonya ditonton miliaran kali di YouTube.
Hari pertama saja sudah meroket. Ditutup di USD31,34 (Rp564.120). Nilai perusahaan hampir USD4 miliar — sekitar Rp72 triliun.
Puncaknya 7 Oktober 2014. Saham tembus rekor USD93,85 (Rp1.689.300). Nilai pasar GoPro lewat USD11 miliar. Setara Rp198 triliun.
Woodman sempat jadi CEO bergaji tertinggi di Amerika. Paket saham terbatasnya, di akhir 2014, ditaksir USD284,5 juta — sekitar Rp5,12 triliun. Nomor satu di Bloomberg Pay Index.
Lalu mulai merosot.
Penyebabnya klasik. Kamera ponsel makin bagus. Orang biasa tak lagi butuh kamera terpisah. Pesaing murah menggerogoti dari bawah.
Lihat Juga :