Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:22 WIB
loading...
A A A
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa perangkat lunak kendaraan tersebut dikembangkan di AS tetapi dipasang di Tiongkok. Dengan rencana untuk mengimpor kendaraan model tahun 2027 pada Januari 2027, Ford hanya memiliki beberapa bulan untuk menyelesaikan prosedur tersebut.

Sementara itu, Volvo Cars (produsen mobil Swedia yang memiliki saham pengendali di Geely China) mengumumkan pada Mei 2026 bahwa mereka telah menerima lisensi, tetapi masih harus memastikan bahwa seluruh lini produknya yang dijual di AS mematuhi spesifikasi peraturan tersebut.

Produsen mobil tersebut mengakui bahwa struktur kepemilikannya adalah alasan mengapa mereka harus mencari lisensi khusus.

Karena proses perizinan tidak diungkapkan kepada publik, jumlah produsen mobil yang menghadapi kesulitan masih belum diketahui. Nama-nama lain yang berada di bawah pengawasan termasuk Polestar (milik Geely) dan General Motors (GM) dengan model Buick Envision yang diproduksi di Tiongkok.

Awal tahun ini, GM mengumumkan akan memindahkan jalur produksi model ini ke Kansas mulai tahun 2028, dan menetapkan tenggat waktu bagi beberapa pemasok untuk menghilangkan komponen buatan China pada tahun 2027.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
BMW Bedah M Concept...
BMW Bedah M Concept Neue Klasse, Sedan Listrik Tulen Berdesain Agresif
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Geely EX5 Diperbarui...
Geely EX5 Diperbarui di China, Kini Lebih Bertenaga dengan Motor Belakang 329 HP
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Rekomendasi
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Berita Terkini
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved