Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:19 WIB
loading...
Perang Berdarah SUV...
Mobil listrik Leapmotor B10 bersiap menggebrak GIIAS 2026 dengan perakitan lokal dan baterai berdaya jelajah 560 km. Foto: Leapmotor Indonesia
A A A
JAKARTA - GIIAS akhir Juli nanti bakal panas. Ada penantang baru di kelas SUV listrik murni. Namanya Leapmotor B10.

Ia tidak datang sekadar untuk meramaikan brosur pameran. Ia datang untuk menggebrak. Target harganya mengancam: di bawah Rp 500 juta.

"Saat ini masih ada beberapa perhitungan, termasuk dampak kurs yang terus kami diskusikan dengan prinsipal. Target kami harga B10 di bawah Rp 500 juta," ujar CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, di Bandung, Kamis (18/6) lalu.

Jika benar di bawah Rp 500 juta, B10 akan masuk ke palagan perang yang berdarah-darah. Di segmen C-SUV BEV, pemainnya sudah banyak. Dan berotot semua.

Ada BYD Atto 3 yang memasang harga Rp 390 juta hingga Rp 520 juta.

Ada Geely EX5 di angka Rp 439 juta sampai Rp 515,5 juta.

Aion V bermain sedikit lebih tinggi, yakni Rp499 juta hingga Rp 560 juta.

Lalu ada MG S5 yang pasang tarif paling agresif: Rp 333 juta sampai Rp 455,9 juta.

Bagaimana strategi Leapmotor menghadapi mereka?
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?

Di Malaysia, B10 dijual dalam banyak varian. Bermacam tipe trim. Di Indonesia, Indomobil memilih strategi satu varian. Yakni kasta yang paling tinggi.
Kapasitas baterainya yang terbesar: 67,2 kWh. Jarak tempuhnya panjang, tembus 434 km (WLTP).

Mengapa hanya satu? "Berdasarkan studi kami, penentu di pasar Indonesia adalah jarak tempuh. Sehingga pilihan varian dengan baterai terbesarlah yang kemudian kami pilih," jelas Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor. Masuk akal. Konsumen kita benci rasa cemas kehabisan baterai.

Kelebihan B10 yang paling krusial: ia bukan mobil impor utuh (CBU). B10 langsung dirakit di dalam negeri.

Pabriknya sudah siap jalan. Menggunakan fasilitas PT National Assembler (Indomobil Group) di Purwakarta, Jawa Barat.

Meski Indomobil memegang banyak merek, jalur perakitannya tidak dicampur. Pabrik Leapmotor dan AION dipisah.

Tujuannya sangat teknis: menjaga kualitas produk akhir dan agar pabrik bisa fokus. "Jadi PT sama, cuma pabrik yang digunakan oleh AION dan Leapmotor ini nanti tetap beda," tambah Tan Kim Piauw.

Kapasitas produksi pabrik ini bukan main-main. Untuk tahap awal, ditetapkan Job Per Hour (JPH) sebanyak 5 unit. Artinya, setiap satu jam, lahir 5 unit mobil B10.

Mari kita hitung. Sehari kerja 8 jam. Berarti sehari pabrik ini mencetak 40 mobil listrik. Sebulan hitung 20 hari kerja: hasilnya 800 unit. Setahun? Mencapai 9.600 unit.

"Lalu 800 unit dikali 12 bulan jadi sekitar 9 ribuan unit. Itu masih menggunakan satu shift, ya," tegas Tan Kim Piauw.

Sebenarnya, kemampuan maksimal pabrik itu bisa digenjot sampai 15 unit per jam jika pesanan meledak. Tapi untuk ritme awal, 5 unit dirasa paling realistis.

Lalu, apakah Leapmotor hanya akan jualan B10? Tentu tidak.
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?


Indomobil kini sedang mengevaluasi sang kakak: Leapmotor C10. SUV kelas medium ini rencananya juga ditarik masuk tahun ini. Syaratnya cuma satu: mereka sedang sibuk membereskan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Pasar mobil listrik kita kian dewasa. Konsumen tidak hanya mencari desain, tapi juga jarak tempuh dan komitmen perakitan lokal. B10 membawa keduanya. Kita lihat pembuktiannya bulan depan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 Jakarta–Bandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Rekomendasi
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
Berita Terkini
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved