Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Kamis, 02 Juli 2026 - 09:15 WIB
loading...
Kerugian Rp47 triliun dan ancaman EV asal China memaksa Honda mempercepat pelukan darurat dengan Nissan dan Mitsubishi. Foto: Reuters
A
A
A
JAKARTA - Honda Motor mencatatkan kerugian bersih 423,9 miliar yen atau setara Rp47,05 triliun (kurs Rp111/yen) untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Ini kerugian tahunan pertama pabrikan asal Jepang tersebut dalam hampir tujuh dekade terakhir.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar Jumat, 26 Juni 2026, CEO Honda Toshihiro Mibe berhasil mempertahankan posisinya di jajaran direksi.
Sebelum itu, ia menyampaikan permintaan maaf langsung kepada pemegang saham atas kerugian dan kegelisahan yang ditimbulkan akibat kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun fiskal lalu.
Sepuluh nominasi direksi lainnya, terdiri dari sembilan direktur lama dan satu direktur baru, juga disetujui pemegang saham.
Persetujuan ini sejalan dengan rekomendasi dua lembaga penasihat proksi, Glass Lewis dan ISS, yang sebelumnya mendukung seluruh kandidat direksi.
Pemangkasan subsidi EV di Amerika Serikat membuat pangsa pasar mobil listrik Honda di sana jauh di bawah proyeksi internal perusahaan.
Mibe menjelaskan, jika Honda tetap memaksakan rencana awal menjual lini EV yang sudah dirancang, perusahaan harus menggelontorkan insentif besar ke diler.
Skenario itu diperkirakan bisa membuat divisi otomotif Honda merugi selama lima hingga tujuh tahun ke depan.
Kritik yang dilontarkan menyoroti pengabaian pasar China serta taruhan EV yang gagal, yang pada akhirnya membuat Honda makin bergantung pada divisi sepeda motor yang justru masih untung.
Saat RUPST berlangsung, seorang pemegang saham sempat mengusulkan mosi pemecatan Mibe. Namun usulan tersebut ditolak karena tidak tercantum dalam agenda rapat.
Mibe menyebut negosiasi tersebut sudah cukup jauh, dengan beberapa poin mendekati tahap pengumuman resmi.
Kesamaan komponen digital ini diharapkan mempermudah perluasan kerja sama di powertrain, arsitektur platform, hingga pengadaan komponen.
Masalahnya, kerja sama ECU bersama ini baru ditargetkan terealisasi pada rentang 2029-2030, jauh dari urgensi yang disampaikan Mibe sendiri.
Nikkei Asia melaporkan masih ada kebuntuan terkait pembagian biaya pengembangan dan ketentuan kontrak yang mengikat.
Renault bahkan diduga berperan di balik gagalnya pengangkatan Motoo Nagai sebagai direktur independen Nissan dalam voting pemegang saham baru-baru ini.
Dalam skema ini, Honda diperkirakan menyumbang teknologi hybrid, sementara Nissan menyediakan platform dan fasilitas pabrik di segmen yang belum kuat digarap Honda.
Rp47,05 triliun (423,9 miliar yen), kerugian tahunan pertama Honda dalam hampir 70 tahun.
Apa penyebab utama kerugian Honda?
Beban restrukturisasi bisnis EV senilai Rp161,1 triliun akibat permintaan rendah di AS dan pemangkasan subsidi kendaraan listrik.
Kapan kerja sama ECU Honda-Nissan-Mitsubishi terealisasi?
Ditargetkan pada rentang 2029-2030, meski negosiasi sudah berlangsung sejak pertengahan 2024.
Apakah Toshihiro Mibe masih menjabat CEO Honda?
Ya, ia terpilih kembali dalam RUPST 26 Juni 2026 setelah menyampaikan permintaan maaf atas kerugian perusahaan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar Jumat, 26 Juni 2026, CEO Honda Toshihiro Mibe berhasil mempertahankan posisinya di jajaran direksi.
Sebelum itu, ia menyampaikan permintaan maaf langsung kepada pemegang saham atas kerugian dan kegelisahan yang ditimbulkan akibat kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun fiskal lalu.
Sepuluh nominasi direksi lainnya, terdiri dari sembilan direktur lama dan satu direktur baru, juga disetujui pemegang saham.
Persetujuan ini sejalan dengan rekomendasi dua lembaga penasihat proksi, Glass Lewis dan ISS, yang sebelumnya mendukung seluruh kandidat direksi.
Rp161 Triliun Terbakar untuk Restrukturisasi Bisnis EV
Akar masalah kerugian Honda adalah beban restrukturisasi bisnis kendaraan listrik senilai lebih dari USD9 miliar, setara Rp161,1 triliun (kurs Rp17.900/USD).Pemangkasan subsidi EV di Amerika Serikat membuat pangsa pasar mobil listrik Honda di sana jauh di bawah proyeksi internal perusahaan.
Mibe menjelaskan, jika Honda tetap memaksakan rencana awal menjual lini EV yang sudah dirancang, perusahaan harus menggelontorkan insentif besar ke diler.
Skenario itu diperkirakan bisa membuat divisi otomotif Honda merugi selama lima hingga tujuh tahun ke depan.
Desakan Mundur dari Internal Perusahaan
Beberapa bulan terakhir, Mibe menghadapi tekanan dari mantan petinggi Honda. Mantan CEO Nobuhiko Kawamoto bahkan sempat mendatangi kantor pusat Tokyo pada April lalu untuk mendesak Mibe mengundurkan diri.Kritik yang dilontarkan menyoroti pengabaian pasar China serta taruhan EV yang gagal, yang pada akhirnya membuat Honda makin bergantung pada divisi sepeda motor yang justru masih untung.
Saat RUPST berlangsung, seorang pemegang saham sempat mengusulkan mosi pemecatan Mibe. Namun usulan tersebut ditolak karena tidak tercantum dalam agenda rapat.
Tekanan China Dorong Honda Rangkul Nissan dan Mitsubishi
Persaingan ketat dari merek-merek China ikut menekan kinerja Honda di pasar global. Untuk merespons hal ini, pembicaraan kerja sama Honda dengan Nissan Motor dan Mitsubishi Motors soal teknologi kendaraan generasi berikutnya, yang sudah berlangsung sejak pertengahan 2024, kini disebut memasuki tahap lanjut.Mibe menyebut negosiasi tersebut sudah cukup jauh, dengan beberapa poin mendekati tahap pengumuman resmi.
Berbagi ECU, Baru Terealisasi 2029-2030
Ketiga pabrikan mempertimbangkan penggunaan unit kontrol elektronik (ECU) yang sama untuk lini hybrid dan listrik mendatang.Kesamaan komponen digital ini diharapkan mempermudah perluasan kerja sama di powertrain, arsitektur platform, hingga pengadaan komponen.
Masalahnya, kerja sama ECU bersama ini baru ditargetkan terealisasi pada rentang 2029-2030, jauh dari urgensi yang disampaikan Mibe sendiri.
Nikkei Asia melaporkan masih ada kebuntuan terkait pembagian biaya pengembangan dan ketentuan kontrak yang mengikat.
Bayang-Bayang Renault di Tubuh Nissan
Nissan bukan mitra yang sepenuhnya bebas menentukan langkah sendiri. Renault masih menggenggam 15 persen hak suara di Nissan, sisa dari aliansi Prancis-Jepang lama.Renault bahkan diduga berperan di balik gagalnya pengangkatan Motoo Nagai sebagai direktur independen Nissan dalam voting pemegang saham baru-baru ini.
Fokus Bergeser dari EV Murni ke Hybrid
Honda kini mengalihkan strategi dari kendaraan listrik murni ke hybrid, menyusul permintaan pasar AS yang jauh dari ekspektasi. Kerja sama dengan Nissan berpotensi menyasar segmen SUV medium dan crossover, kategori dengan biaya produksi yang cukup besar.Dalam skema ini, Honda diperkirakan menyumbang teknologi hybrid, sementara Nissan menyediakan platform dan fasilitas pabrik di segmen yang belum kuat digarap Honda.
FAQ
Berapa kerugian Honda pada tahun fiskal 2025/2026?Rp47,05 triliun (423,9 miliar yen), kerugian tahunan pertama Honda dalam hampir 70 tahun.
Apa penyebab utama kerugian Honda?
Beban restrukturisasi bisnis EV senilai Rp161,1 triliun akibat permintaan rendah di AS dan pemangkasan subsidi kendaraan listrik.
Kapan kerja sama ECU Honda-Nissan-Mitsubishi terealisasi?
Ditargetkan pada rentang 2029-2030, meski negosiasi sudah berlangsung sejak pertengahan 2024.
Apakah Toshihiro Mibe masih menjabat CEO Honda?
Ya, ia terpilih kembali dalam RUPST 26 Juni 2026 setelah menyampaikan permintaan maaf atas kerugian perusahaan.
(dan)
Lihat Juga :