Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kamis, 02 Juli 2026 - 09:41 WIB
loading...
Honda berencana menerbitkan obligasi euro lebih dari Rp44 triliun—bukan untuk ekspansi, melainkan membayar pemasok suku cadang. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JEPANG - Honda berencana menerbitkan obligasi euro lebih dari Rp44 triliun—bukan untuk ekspansi, melainkan untuk membayar pemasok suku cadang yang terdampak perombakan strategi kendaraan listriknya.
Honda Motor tengah menjajaki penerbitan obligasi berdenominasi euro dengan total nilai lebih dari 400 miliar yen atau setara Rp44,2 triliun. Demikian dilaporkan harian Nikkei, Senin (29/6/2026).
Dana dari obligasi ini tidak dialokasikan untuk ekspansi atau produk baru. Sebagian besar ditujukan untuk mengkompensasi pemasok suku cadang yang dirugikan akibat perubahan besar strategi kendaraan listrik Honda. Sebagian lainnya untuk investasi pengembangan kendaraan hybrid.
Honda berencana menerbitkan tiga seri obligasi dengan tenor tiga, enam, dan sepuluh tahun. Saat ini perusahaan masih mengukur minat investor institusional sebelum menetapkan syarat penerbitan, termasuk suku bunga.
Bulan lalu, Honda mencatatkan kerugian tahunan pertama dalam tujuh dekade. Pemicunya adalah biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik yang menembus lebih dari USD9 miliar atau Rp161,1 triliun, diperburuk oleh tekanan kompetisi dari produsen EV China di pasar global.
Bersamaan dengan kerugian itu, Honda resmi mencabut dua target ambisius: EV mengisi 20 persen dari total penjualan mobil baru pada 2030, dan peralihan penuh ke kendaraan listrik atau berbahan bakar hidrogen pada 2040.
Honda memproyeksikan laba tahun ini sebesar 500 miliar yen atau sekitar Rp55,3 triliun. Target ini disandarkan pada efisiensi biaya dan bisnis sepeda motor yang masih menjadi mesin utama profitabilitas perusahaan.
Pasar utang Eropa menawarkan likuiditas lebih dalam dan potensi suku bunga yang kompetitif dibanding pasar domestik Jepang.
Siapa yang menerima dana obligasi ini?
Pemasok suku cadang yang terdampak perubahan strategi EV Honda, serta kebutuhan investasi ke kendaraan hybrid sebagai arah bisnis baru perusahaan.
Apakah Honda benar-benar berhenti dari EV?
Tidak sepenuhnya, tapi target spesifik sudah dicabut. Honda menggeser fokus ke hybrid dalam jangka menengah sambil menunggu kondisi pasar EV global lebih kondusif.
Apa dampaknya bagi pasar otomotif Indonesia?
Pergeseran Honda dari EV ke hybrid berpotensi mempercepat hadirnya model hybrid terjangkau di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Honda Motor tengah menjajaki penerbitan obligasi berdenominasi euro dengan total nilai lebih dari 400 miliar yen atau setara Rp44,2 triliun. Demikian dilaporkan harian Nikkei, Senin (29/6/2026).
Dana dari obligasi ini tidak dialokasikan untuk ekspansi atau produk baru. Sebagian besar ditujukan untuk mengkompensasi pemasok suku cadang yang dirugikan akibat perubahan besar strategi kendaraan listrik Honda. Sebagian lainnya untuk investasi pengembangan kendaraan hybrid.
Honda berencana menerbitkan tiga seri obligasi dengan tenor tiga, enam, dan sepuluh tahun. Saat ini perusahaan masih mengukur minat investor institusional sebelum menetapkan syarat penerbitan, termasuk suku bunga.
Kerugian Pertama dalam Tujuh Dekade
Langkah ini bukan keputusan biasa—ini konsekuensi langsung dari keputusan besar yang baru saja diambil.Bulan lalu, Honda mencatatkan kerugian tahunan pertama dalam tujuh dekade. Pemicunya adalah biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik yang menembus lebih dari USD9 miliar atau Rp161,1 triliun, diperburuk oleh tekanan kompetisi dari produsen EV China di pasar global.
Bersamaan dengan kerugian itu, Honda resmi mencabut dua target ambisius: EV mengisi 20 persen dari total penjualan mobil baru pada 2030, dan peralihan penuh ke kendaraan listrik atau berbahan bakar hidrogen pada 2040.
CEO Meminta Maaf, Proyeksi Laba Rp55 Triliun Digantungkan pada Sepeda Motor
Toshihiro Mibe, Direktur Utama Honda, memperoleh dukungan investor untuk kembali ke jajaran dewan direksi pada Jumat lalu—setelah secara terbuka meminta maaf atas kinerja keuangan perusahaan yang buruk.Honda memproyeksikan laba tahun ini sebesar 500 miliar yen atau sekitar Rp55,3 triliun. Target ini disandarkan pada efisiensi biaya dan bisnis sepeda motor yang masih menjadi mesin utama profitabilitas perusahaan.
FAQ: Honda Obligasi Euro dan Dampaknya
Mengapa Honda menerbitkan obligasi dalam denominasi euro?Pasar utang Eropa menawarkan likuiditas lebih dalam dan potensi suku bunga yang kompetitif dibanding pasar domestik Jepang.
Siapa yang menerima dana obligasi ini?
Pemasok suku cadang yang terdampak perubahan strategi EV Honda, serta kebutuhan investasi ke kendaraan hybrid sebagai arah bisnis baru perusahaan.
Apakah Honda benar-benar berhenti dari EV?
Tidak sepenuhnya, tapi target spesifik sudah dicabut. Honda menggeser fokus ke hybrid dalam jangka menengah sambil menunggu kondisi pasar EV global lebih kondusif.
Apa dampaknya bagi pasar otomotif Indonesia?
Pergeseran Honda dari EV ke hybrid berpotensi mempercepat hadirnya model hybrid terjangkau di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
(dan)
Lihat Juga :