Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Jum'at, 03 Juli 2026 - 23:10 WIB
loading...
Menelusuri jatuh bangun penjualan Wuling 10 tahun terakhir dan mencoba Aira, pengganti Air EV di Liuzhou, China. Foto: Wuling Motors Indonesia
A
A
A
LIUZHOU - Langkah berani Wuling merombak lini produknya menjadi pertaruhan besar di tengah sengitnya gempuran rival senegara di pasar otomotif Indonesia.
Dominasi Wuling Motors di segmen elektrifikasi menghadapi ujian terberat. Pabrikan yang dulu memimpin pasar tanpa hambatan itu kini harus merombak strategi demi bertahan dari agresi kompetitor yang juga dari China.
Berdasarkan data pergeseran minat konsumen, Wuling mempercepat inovasi dengan menyiapkan lini produk baru.
2017: Awal mula berekspansi, Wuling mencatat penjualan ritel dan wholesales 3.268 unit (pangsa pasar 0,3%) lewat andalan tunggal Confero.
2018-2019: Rilis Cortez dan Formo mendorong ritel ke 15.162 unit. Puncaknya di 2019, Almaz mengangkat ritel jadi 21.112 unit (pangsa pasar 2,0%).
2020-2021: Dihantam pandemi, ritel 2020 anjlok 54,9% ke 9.523 unit. Insentif PPnBM 2021 memicu lonjakan wholesales 288,5% ke 25.546 unit. Total kumulatif 4 tahun menembus 60.000 unit.
2022: Era elektrifikasi dimulai. Air EV debut mencetak 8.053 unit (Agustus–Desember), mendominasi 77,98% lini EV Wuling dan 68,7% pangsa BEV nasional.
2023: Pangsa pasar ritel 2,6% (25.992 unit). Air EV anjlok di awal tahun, dengan total Januari-September 3.229 unit. Segmen ICE Alvez menjadi penyelamat lewat kontribusi 28%.
2024: Pasar BEV nasional meledak 153,2% (43.188 unit). Binguo EV terjual 5.156 unit, Air EV 4.440 unit, dan Cloud EV sekitar 2.500 unit. Total ritel Wuling 25.067 unit, namun BYD M6 mulai mengancam (6.124 unit).
2025: Pasar nasional terkoreksi. Penjualan Wuling tergelincir ke 20.607 unit (ritel). Posisi raja merek Tiongkok direbut BYD (46.711 unit) dan Chery (19.391 unit).
2026 (YTD Mei): Estimasi ritel 8.500–9.000 unit. Wuling merangsek segmen PHEV lewat Eksion (65 unit) dan Darion (41 unit) dari total pasar PHEV 512 unit.
Empat Amunisi Baru Wuling
Wuling mengaku berkomitmen memperluas lini produk global, termasuk Indonesia. Vice President of SAIC-GM-Wuling (SGMW), Han Dehong, mengonfirmasi empat model dari berbagai segmen sedang disiapkan.
"Kami berencana memperkenalkan model-model ini ke market Indonesia," kata Han Dehong di markas SGMW, Liuzhou, China.
1. All-new Car-A Model (Wuling Aira)
Model ini diduga kuat adalah Wuling Mini EV alias Aira EV sebagai suksesor model sebelumnya. Disinyalir akan diluncurkan resmi di pameran GIIAS 2026.
Memiliki daya jelajah hingga 299 km. Harga diestimasikan mulai Rp200 jutaan-Rp300 jutaan.
Luxury flagship SUV: Bermain di segmen SUV premium PHEV dengan fitur otonom canggih. Ini adalah Huajing S, salah satu model tercanggih Wuling.
Penetrasi Model Flagship Baojun
Wuling juga memperkenalkan model dari merek saudaranya, Baojun, yang diposisikan lebih premium:
Baojun Huajing S: SUV mewah berteknologi PHEV dengan sistem pintar hasil kolaborasi bersama Huawei.
Baojun Yep Plus: Mini SUV listrik dengan desain boxy yang tangguh.
Terkait kepastian masuknya lini Baojun, Han Dehong menyatakan model ini masih dalam tahap studi.
“Mengenai flagship khususnya Baojun, ini menjadi pembahasan lanjutan yang kami pertimbangkan untuk fase berikutnya portofolio kami di pasar Indonesia tapi kami belum memutuskannya saat ini. Jadi masih dalam tahap studi,” tegas Han.
2. Transisi EV (2022-2023): Komposisi berubah drastis menjadi 73-77% ICE dan 23-27% BEV seiring dominasi awal Air EV.
3. Multi-Teknologi (2024-2026): Dominasi berbalik; EV menyumbang 50-55%, ICE turun ke 45%, sementara PHEV (Eksion/Darion) mengambil porsi 5%. Wuling hingga saat ini belum memasukkan teknologi mild hybrid (HEV) ke Indonesia.
Dominasi Wuling Motors di segmen elektrifikasi menghadapi ujian terberat. Pabrikan yang dulu memimpin pasar tanpa hambatan itu kini harus merombak strategi demi bertahan dari agresi kompetitor yang juga dari China.
Berdasarkan data pergeseran minat konsumen, Wuling mempercepat inovasi dengan menyiapkan lini produk baru.
Dekade Penuh Dinamika: Rapor Penjualan Wuling (2017-2026)
Rekam jejak 10 tahun terakhir membuktikan transformasi Wuling dari mobil bensin konvensional (ICE) menuju elektrifikasi, sebelum terdesak rival.2017: Awal mula berekspansi, Wuling mencatat penjualan ritel dan wholesales 3.268 unit (pangsa pasar 0,3%) lewat andalan tunggal Confero.
2018-2019: Rilis Cortez dan Formo mendorong ritel ke 15.162 unit. Puncaknya di 2019, Almaz mengangkat ritel jadi 21.112 unit (pangsa pasar 2,0%).
2020-2021: Dihantam pandemi, ritel 2020 anjlok 54,9% ke 9.523 unit. Insentif PPnBM 2021 memicu lonjakan wholesales 288,5% ke 25.546 unit. Total kumulatif 4 tahun menembus 60.000 unit.
2022: Era elektrifikasi dimulai. Air EV debut mencetak 8.053 unit (Agustus–Desember), mendominasi 77,98% lini EV Wuling dan 68,7% pangsa BEV nasional.
2023: Pangsa pasar ritel 2,6% (25.992 unit). Air EV anjlok di awal tahun, dengan total Januari-September 3.229 unit. Segmen ICE Alvez menjadi penyelamat lewat kontribusi 28%.
2024: Pasar BEV nasional meledak 153,2% (43.188 unit). Binguo EV terjual 5.156 unit, Air EV 4.440 unit, dan Cloud EV sekitar 2.500 unit. Total ritel Wuling 25.067 unit, namun BYD M6 mulai mengancam (6.124 unit).
2025: Pasar nasional terkoreksi. Penjualan Wuling tergelincir ke 20.607 unit (ritel). Posisi raja merek Tiongkok direbut BYD (46.711 unit) dan Chery (19.391 unit).
2026 (YTD Mei): Estimasi ritel 8.500–9.000 unit. Wuling merangsek segmen PHEV lewat Eksion (65 unit) dan Darion (41 unit) dari total pasar PHEV 512 unit.
Empat Amunisi Baru Wuling
![Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?]()
Wuling mengaku berkomitmen memperluas lini produk global, termasuk Indonesia. Vice President of SAIC-GM-Wuling (SGMW), Han Dehong, mengonfirmasi empat model dari berbagai segmen sedang disiapkan.
"Kami berencana memperkenalkan model-model ini ke market Indonesia," kata Han Dehong di markas SGMW, Liuzhou, China.
1. All-new Car-A Model (Wuling Aira)
![Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?]()
Model ini diduga kuat adalah Wuling Mini EV alias Aira EV sebagai suksesor model sebelumnya. Disinyalir akan diluncurkan resmi di pameran GIIAS 2026.
Memiliki daya jelajah hingga 299 km. Harga diestimasikan mulai Rp200 jutaan-Rp300 jutaan.
2. Segmen Premium dan Niaga
Full-size six-seater SUV: Mobil keluarga berdimensi besar.Luxury flagship SUV: Bermain di segmen SUV premium PHEV dengan fitur otonom canggih. Ini adalah Huajing S, salah satu model tercanggih Wuling.
3. Multi-scenario commercial vehicle
Disiapkan untuk kebutuhan niaga masa depan menggantikan Formo.Penetrasi Model Flagship Baojun
![Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?]()
Wuling juga memperkenalkan model dari merek saudaranya, Baojun, yang diposisikan lebih premium:
Baojun Huajing S: SUV mewah berteknologi PHEV dengan sistem pintar hasil kolaborasi bersama Huawei.
Baojun Yep Plus: Mini SUV listrik dengan desain boxy yang tangguh.
Terkait kepastian masuknya lini Baojun, Han Dehong menyatakan model ini masih dalam tahap studi.
“Mengenai flagship khususnya Baojun, ini menjadi pembahasan lanjutan yang kami pertimbangkan untuk fase berikutnya portofolio kami di pasar Indonesia tapi kami belum memutuskannya saat ini. Jadi masih dalam tahap studi,” tegas Han.
Perbandingan Era ICE, EV, dan PHEV Wuling
1. Era ICE (2017-2021): 100% bergantung pada model bensin seperti Confero dan Almaz.2. Transisi EV (2022-2023): Komposisi berubah drastis menjadi 73-77% ICE dan 23-27% BEV seiring dominasi awal Air EV.
3. Multi-Teknologi (2024-2026): Dominasi berbalik; EV menyumbang 50-55%, ICE turun ke 45%, sementara PHEV (Eksion/Darion) mengambil porsi 5%. Wuling hingga saat ini belum memasukkan teknologi mild hybrid (HEV) ke Indonesia.
(dan)
Lihat Juga :