Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:15 WIB
loading...
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four. Foto/ Dok Honda
A A A
TOKYO - Honda akhirnya mengkonfirmasi tanggal peluncuran resmi dua model baru, yaitu CB400 Super Four (CB400SF) E-Clutch dan CBR400R Four E-Clutch di pasar Jepang.

Menurut Honda Jepang, CB400 Super Four E-Clutch akan mulai dijual melalui dealer Honda Dream terpilih pada 21 Agustus, sedangkan CBR400R Four E-Clutch akan menyusul pada 18 September.

Yang menarik adalah kali ini Honda memperkenalkan dua motor 400 cc yang menggunakan platform mesin yang sama tetapi hadir dengan karakter yang berbeda.

CB400 Super Four mempertahankan identitasnya sebagai motor naked klasik, sementara CBR400R Four hadir sebagai motor supersport modern lengkap dengan fairing penuh.

Kedua model ditenagai oleh mesin empat silinder segaris DOHC 399 cc berpendingin cairan.

Mesin ini menghasilkan 57,2 hp pada 11.500 rpm dan torsi 38 Nm pada 9.750 rpm, dipadukan dengan transmisi enam kecepatan.

Honda juga melengkapi kedua model dengan berbagai teknologi modern seperti Honda E-Clutch, sistem Throttle-by-Wire, layar TFT berwarna lima inci, konektivitas smartphone Honda RoadSync, empat mode berkendara, dan port pengisian daya USB-C.

Teknologi Honda E-Clutch memungkinkan pengendara untuk memulai, berhenti, dan mengganti gigi tanpa harus menarik tuas kopling, sambil tetap mempertahankan fungsi kopling konvensional jika ingin menggunakannya secara manual.

Meskipun performanya tidak seagresif motor empat silinder 400 cc tahun 1990-an yang terkenal dengan putaran mesin tinggi, Honda berfokus pada keseimbangan antara performa, kemudahan berkendara, dan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.

Bagi penggemar motor Jepang, nama CB400 Super Four tentu memiliki nilai sentimental yang tinggi.

Model ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992 sebagai motor naked 399 cc yang dikembangkan khusus untuk pasar Jepang. Pada saat itu, sistem perizinan motor di negara tersebut menempatkan kategori hingga 400 cc sebagai salah satu kelas paling populer karena biaya kepemilikan yang lebih rendah dan persyaratan perizinan yang lebih mudah.

Oleh karena itu, hampir semua produsen Jepang berlomba-lomba memproduksi motor empat silinder 400 cc, dan Honda memperkenalkan CB400 Super Four sebagai model premium yang menawarkan pengalaman berkendara yang mirip dengan motor berkapasitas lebih besar.

Meskipun menggunakan mesin 399 cc, CB400 Super Four dikembangkan sesuai dengan konsep Universal Japanese Motorcycle (UJM), yaitu sepeda motor dengan posisi berkendara tegak, mesin halus, pengendalian seimbang, dan cocok untuk penggunaan sehari-hari.

Desainnya terinspirasi oleh model Honda CB tahun 1970-an melalui penggunaan lampu depan bulat, tangki bahan bakar klasik, dan dua peredam kejut belakang.

Berkembang selama hampir tiga dekade

Selama hampir 30 tahun berada di pasaran, CB400 Super Four telah menerima berbagai peningkatan.

Generasi pertama NC31, yang diperkenalkan pada tahun 1992, menggunakan mesin empat silinder yang diadaptasi dari Honda CB-1 dan CBR400RR, tetapi disetel ulang agar lebih cocok untuk penggunaan di jalan raya dengan penyaluran tenaga yang lebih halus dan torsi yang lebih baik pada putaran rendah dan menengah.

Pada tahun 1999, Honda memperkenalkan sistem Hyper VTEC (NC39) yang telah menjadi salah satu fitur paling terkenal dalam sejarah CB400.

Melalui sistem ini, hanya dua katup per silinder yang akan beroperasi pada putaran mesin rendah untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan torsi.

Saat putaran mesin meningkat, keempat katup akan mulai berfungsi, menghasilkan peningkatan tenaga yang lebih agresif bersamaan dengan suara mesin yang sangat identik dengan CB400.

Honda kemudian terus menyempurnakan sistem tersebut melalui versi Spec II, Spec III, dan akhirnya Hyper VTEC Revo (NC42) yang diperkenalkan pada tahun 2008.

Versi Revo menerima sistem injeksi bahan bakar PGM-FI, penyetelan mesin yang lebih halus, sistem ABS, dan kepatuhan terhadap standar emisi yang lebih ketat.

Setelah hampir 30 tahun berada di pasaran, Honda akhirnya menghentikan produksi CB400 Super Four pada Oktober 2022.

Keputusan tersebut diambil karena biaya pengembangan untuk memastikan mesin empat silinder 399 cc terus memenuhi standar emisi yang semakin ketat menjadi lebih tinggi.

Pada saat yang sama, sebagian besar produsen sepeda motor juga beralih ke mesin satu atau dua silinder yang lebih murah untuk diproduksi dan lebih mudah memenuhi standar emisi EMI
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Jelang GIIAS 2026, Motor...
Jelang GIIAS 2026, Motor Listrik Terbaru Yadea Bocor
Mayoritas Motor Listrik...
Mayoritas Motor Listrik Honda Akan Segera Diproduksi di Vietnam
Yamaha Aerox E Murni...
Yamaha Aerox E Murni Bertenaga Listrik Resmi Diluncurkan
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Veda Ega Pulang Kampung,...
Veda Ega Pulang Kampung, Mario Suryo Aji Jalani Pemulihan Cedera
Sukses Digelar, Ini...
Sukses Digelar, Ini Hasil Juara Astra Honda Dream Cup 2026 Tasikmalaya
DAM Konsisten Bina Pebalap...
DAM Konsisten Bina Pebalap Muda lewat Honda Daya Jayadi Racing Team
Rekomendasi
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
Ukraina Bisa Miliki...
Ukraina Bisa Miliki Senjata Nuklir dalam Beberapa Bulan ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved