Uji Jalan BYD M6 DM Tembus 150 Km Tanpa Setetes Bensin, Bagaimana Sistem Dual Mode Bekerja?
Selasa, 28 Juli 2026 - 15:32 WIB
loading...
BYD M6 DM (Foto. Dok. Istimewa)
A
A
A
Seratus lima puluh kilometer dari Sudirman ke Sentul, lalu ke Serpong, dan kembali ke Sudirman. Sepanjang rute itu, BYD M6 DM tidak menyentuh setetes bensin pun. Baterai masih tersisa 33 persen ketika mobil kembali ke titik start.
Angka ini bukan klaim di atas kertas. Tapi, melalui pengujian langsung oleh media yang digelar BYD di jalanan padat Jakarta hingga tanjakan ringan menuju Sentul, Jawa Barat.
Rute Uji: Kombinasi Kota, Tol Macet, dan Tanjakan
Rute dimulai dari kawasan Sudirman, Jakarta Selatan — salah satu titik lalu lintas terpadat di ibu kota. Setelah memutar di Bundaran HI, kepadatan mulai mereda dan kecepatan naik ke kisaran 40-60 km per jam.
Memasuki tol dalam kota menuju Jagorawi, kepadatan kembali meningkat. Kecepatan rata-rata mentok di 60 km per jam sepanjang ruas tersebut. Mendekati Sentul, kontur jalan berubah — kombinasi tanjakan dan turunan ringan khas kaki Gunung Salak. Di segmen ini pun mobil tetap bertahan di mode listrik penuh, tanpa bantuan mesin bensin.
Setelah rehat di Sentul, perjalanan berlanjut menuju Serpong lewat jalur tol yang lebih lancar, kecepatan stabil di sekitar 60 km per jam. Rute ditutup kembali ke Sudirman, menggenapkan total jarak 150 km — seluruhnya ditempuh dalam mode electric vehicle (EV) murni.
Hasil: 65 Km per Liter, Baterai Tak Sampai Habis
Klaim BYD menyebut konsumsi BBM M6 DM bisa mencapai 65 kilometer per liter — angka yang lazimnya melekat pada sepeda motor matic, bukan MPV tujuh penumpang. Dalam pengujian gabungan beberapa media dengan unit berbeda, sisa baterai di akhir rute berkisar 20-30 persen, nyaris tanpa penggunaan bensin sama sekali.
Data pengujian internal BYD atas 11 unit kendaraan di berbagai rute memperkuat temuan ini. Pada rute Jakarta-Bogor-BSD-Jakarta — yang merepresentasikan pola komuter Jabodetabek dengan kombinasi jalan kota, tol, dan kawasan suburban — hasil mencatatkan konsumsi bahan bakar dapat mencapai lebih dari 104 km per liter. Rata-rata dari 11 unit yang diuji, konsumsi baterai berada di kisaran 12,1-14,8 kWh dengan rata-rata 13,8 kWh, sementara konsumsi rata-rata bensin yang terpakai hanya 0,42 liter.
Kenapa Mesin Bensin Nyaris Tak Terpakai?
Kuncinya ada pada filosofi "electric-first". Operation Director PT BYD Motor Indonesia Nathan Sun menjelaskan bahwa motor listrik mendominasi sekitar 80% pengendaraan digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin lebih banyak bekerja di belakang layar sebagai generator pengisi baterai — bukan sebaliknya seperti pada sistem hybrid konvensional yang menempatkan mesin bensin sebagai penggerak utama.
Mesin bensinnya sendiri berkapasitas 1.500 cc, 4 silinder, naturally aspirated dengan teknologi Atkinson cycle, menghasilkan tenaga puncak 72 kW dan torsi 125 Nm.
Efisiensi termalnya mencapai 46,06 persen — salah satu yang tertinggi di industri otomotif saat ini. Namun penggerak sesungguhnya adalah motor listrik EHS yang mampu berputar hingga 15.000 rpm, terintegrasi dalam sistem kontrol 7-in-1. Gabungan kedua sumber tenaga ini menghasilkan output total sekitar 207 hp, dengan akselerasi 0-100 km per jam dalam 9,1 detik.
Sistem DM 5.0 mengatur tiga mode kerja secara otomatis:
Mode EV — baterai memadai, motor listrik bekerja sendiri, mesin bensin diam total.
Mode series hybrid — saat baterai mulai turun, mesin bensin menyala hanya untuk mengisi ulang baterai, bukan menggerakkan roda secara langsung.
Mode parallel hybrid — aktif saat butuh tenaga ekstra untuk akselerasi atau kecepatan tinggi, mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama.
Perpindahan antar mode berlangsung otomatis tanpa hentakan yang terasa di kabin.
Baterai dan Jarak Tempuh
Sumber energi utamanya adalah Blade Battery berkapasitas 18,3 kWh yang ditempatkan di bawah lantai mobil seperti pada BYD M6 DM Cross. Dalam mode listrik murni, jarak tempuhnya mencapai 110 km berdasarkan pengujian NEDC untuk M6 DM Cross — cukup untuk mobilitas harian dalam kota tanpa menyentuh bensin sama sekali.
Jika baterai penuh dikombinasikan dengan tangki bensin 52 liter yang juga penuh. Untuk pengisian ulang, DC fast charging mendukung daya hingga 26 kW, mengisi dari 30 ke 80 persen hanya dalam 30 menit.
Kabin dan Fitur
Dimensi M6 DM identik dengan versi EV-nya: 4,710 x 1,830 x 1,695 mm untuk varian DM Cross. Pembedanya ada di wajah depan — grille trapesium yang lebih besar, ditambah cladding hitam di over fender dan side skirt yang memberi kesan crossover.
Harga BYD M6 DM (OTR Jakarta)
M6 DM Classic Standard: Rp298.000.000
M6 DM Classic Dynamic: Rp318.000.000
M6 DM Cross Advanced: Rp360.000.000
M6 DM Cross Superior: Rp380.000.000
M6 DM Cross Superior Captain: Rp390.000.000
Angka ini bukan klaim di atas kertas. Tapi, melalui pengujian langsung oleh media yang digelar BYD di jalanan padat Jakarta hingga tanjakan ringan menuju Sentul, Jawa Barat.
Rute Uji: Kombinasi Kota, Tol Macet, dan Tanjakan
Rute dimulai dari kawasan Sudirman, Jakarta Selatan — salah satu titik lalu lintas terpadat di ibu kota. Setelah memutar di Bundaran HI, kepadatan mulai mereda dan kecepatan naik ke kisaran 40-60 km per jam.
Memasuki tol dalam kota menuju Jagorawi, kepadatan kembali meningkat. Kecepatan rata-rata mentok di 60 km per jam sepanjang ruas tersebut. Mendekati Sentul, kontur jalan berubah — kombinasi tanjakan dan turunan ringan khas kaki Gunung Salak. Di segmen ini pun mobil tetap bertahan di mode listrik penuh, tanpa bantuan mesin bensin.
Setelah rehat di Sentul, perjalanan berlanjut menuju Serpong lewat jalur tol yang lebih lancar, kecepatan stabil di sekitar 60 km per jam. Rute ditutup kembali ke Sudirman, menggenapkan total jarak 150 km — seluruhnya ditempuh dalam mode electric vehicle (EV) murni.
Hasil: 65 Km per Liter, Baterai Tak Sampai Habis
Klaim BYD menyebut konsumsi BBM M6 DM bisa mencapai 65 kilometer per liter — angka yang lazimnya melekat pada sepeda motor matic, bukan MPV tujuh penumpang. Dalam pengujian gabungan beberapa media dengan unit berbeda, sisa baterai di akhir rute berkisar 20-30 persen, nyaris tanpa penggunaan bensin sama sekali.
Data pengujian internal BYD atas 11 unit kendaraan di berbagai rute memperkuat temuan ini. Pada rute Jakarta-Bogor-BSD-Jakarta — yang merepresentasikan pola komuter Jabodetabek dengan kombinasi jalan kota, tol, dan kawasan suburban — hasil mencatatkan konsumsi bahan bakar dapat mencapai lebih dari 104 km per liter. Rata-rata dari 11 unit yang diuji, konsumsi baterai berada di kisaran 12,1-14,8 kWh dengan rata-rata 13,8 kWh, sementara konsumsi rata-rata bensin yang terpakai hanya 0,42 liter.
Kenapa Mesin Bensin Nyaris Tak Terpakai?
Kuncinya ada pada filosofi "electric-first". Operation Director PT BYD Motor Indonesia Nathan Sun menjelaskan bahwa motor listrik mendominasi sekitar 80% pengendaraan digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin lebih banyak bekerja di belakang layar sebagai generator pengisi baterai — bukan sebaliknya seperti pada sistem hybrid konvensional yang menempatkan mesin bensin sebagai penggerak utama.
Mesin bensinnya sendiri berkapasitas 1.500 cc, 4 silinder, naturally aspirated dengan teknologi Atkinson cycle, menghasilkan tenaga puncak 72 kW dan torsi 125 Nm.
Efisiensi termalnya mencapai 46,06 persen — salah satu yang tertinggi di industri otomotif saat ini. Namun penggerak sesungguhnya adalah motor listrik EHS yang mampu berputar hingga 15.000 rpm, terintegrasi dalam sistem kontrol 7-in-1. Gabungan kedua sumber tenaga ini menghasilkan output total sekitar 207 hp, dengan akselerasi 0-100 km per jam dalam 9,1 detik.
Sistem DM 5.0 mengatur tiga mode kerja secara otomatis:
Mode EV — baterai memadai, motor listrik bekerja sendiri, mesin bensin diam total.
Mode series hybrid — saat baterai mulai turun, mesin bensin menyala hanya untuk mengisi ulang baterai, bukan menggerakkan roda secara langsung.
Mode parallel hybrid — aktif saat butuh tenaga ekstra untuk akselerasi atau kecepatan tinggi, mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama.
Perpindahan antar mode berlangsung otomatis tanpa hentakan yang terasa di kabin.
Baterai dan Jarak Tempuh
Sumber energi utamanya adalah Blade Battery berkapasitas 18,3 kWh yang ditempatkan di bawah lantai mobil seperti pada BYD M6 DM Cross. Dalam mode listrik murni, jarak tempuhnya mencapai 110 km berdasarkan pengujian NEDC untuk M6 DM Cross — cukup untuk mobilitas harian dalam kota tanpa menyentuh bensin sama sekali.
Jika baterai penuh dikombinasikan dengan tangki bensin 52 liter yang juga penuh. Untuk pengisian ulang, DC fast charging mendukung daya hingga 26 kW, mengisi dari 30 ke 80 persen hanya dalam 30 menit.
Kabin dan Fitur
Dimensi M6 DM identik dengan versi EV-nya: 4,710 x 1,830 x 1,695 mm untuk varian DM Cross. Pembedanya ada di wajah depan — grille trapesium yang lebih besar, ditambah cladding hitam di over fender dan side skirt yang memberi kesan crossover.
Harga BYD M6 DM (OTR Jakarta)
M6 DM Classic Standard: Rp298.000.000
M6 DM Classic Dynamic: Rp318.000.000
M6 DM Cross Advanced: Rp360.000.000
M6 DM Cross Superior: Rp380.000.000
M6 DM Cross Superior Captain: Rp390.000.000
(unt)
Lihat Juga :