Uji BYD M6 DM di Tanjakan Berastagi: Bagaimana Konsumsi BBM-nya di Medan?
Selasa, 28 Juli 2026 - 15:59 WIB
loading...
Di tanjakan Berastagi sekalipun, mesin bensin BYD M6 DM masih kalah kerja dibanding motor listriknya. Foto: BYD Indonesia
A
A
A
MEDAN - Jalan berkelok, tanjakan curam, dan turunan panjang khas dataran tinggi Sumatera Utara jadi ujian berikutnya bagi BYD M6 DM.
Setelah rute datar Jakarta-Sentul-Serpong, BYD membawa pengujian ke Medan. Kali ini dengan kontur yang jauh lebih menantang. Hasilnya: konsumsi BBM terbaik tercatat 79 kilometer per liter.
Rute Uji: Medan – Berastagi – Pancur Batu – Medan
Rute pengujian menyusuri Medan menuju Berastagi, salah satu destinasi wisata dataran tinggi paling populer di Sumatera Utara, lalu memutar lewat Pancur Batu sebelum kembali ke Medan.
Karakter jalannya didominasi dataran tinggi dan perbukitan. Rangkaian tanjakan, turunan, dan jalan berkelok yang berkesinambungan sepanjang rute, jauh berbeda dari kombinasi tol-jalan kota yang mendominasi rute uji Jakarta.
Rute ini dipilih untuk menguji performa kendaraan pada berbagai kondisi elevasi, sekaligus menghubungkan kota dengan salah satu titik wisata utama di provinsi tersebut.
Hasil Pengujian: 79 Km per Liter di Tanjakan
Dari 11 unit yang diuji di rute Medan, hasil terbaik mencatatkan konsumsi 79 kilometer per liter, dengan biaya Rp244 per kilometer, bahan bakar terpakai 1,89 liter, dan penggunaan baterai 7,1 kWh untuk menempuh total rute sekitar 150 km.
Namun, rata-rata dari seluruh 11 unit menunjukkan gambaran yang lebih realistis soal beban kerja mesin bensin di jalur menanjak.
Setelah rute datar Jakarta-Sentul-Serpong, BYD membawa pengujian ke Medan. Kali ini dengan kontur yang jauh lebih menantang. Hasilnya: konsumsi BBM terbaik tercatat 79 kilometer per liter.
Rute Uji: Medan – Berastagi – Pancur Batu – Medan
Rute pengujian menyusuri Medan menuju Berastagi, salah satu destinasi wisata dataran tinggi paling populer di Sumatera Utara, lalu memutar lewat Pancur Batu sebelum kembali ke Medan.
Karakter jalannya didominasi dataran tinggi dan perbukitan. Rangkaian tanjakan, turunan, dan jalan berkelok yang berkesinambungan sepanjang rute, jauh berbeda dari kombinasi tol-jalan kota yang mendominasi rute uji Jakarta.
Rute ini dipilih untuk menguji performa kendaraan pada berbagai kondisi elevasi, sekaligus menghubungkan kota dengan salah satu titik wisata utama di provinsi tersebut.
Hasil Pengujian: 79 Km per Liter di Tanjakan
Dari 11 unit yang diuji di rute Medan, hasil terbaik mencatatkan konsumsi 79 kilometer per liter, dengan biaya Rp244 per kilometer, bahan bakar terpakai 1,89 liter, dan penggunaan baterai 7,1 kWh untuk menempuh total rute sekitar 150 km.
Namun, rata-rata dari seluruh 11 unit menunjukkan gambaran yang lebih realistis soal beban kerja mesin bensin di jalur menanjak.
Lihat Juga :