Toyota Indonesia Ekspor 145,080 Mobil Sepanjang Semester Pertama 2026
Selasa, 28 Juli 2026 - 00:23 WIB
loading...
A
A
A
Secara kumulatif dari tahun 2023, kedua model tersebut telah diekspor ke berbagai negara dengan total volume melampaui 62,906 unit.Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan tren pasar internasional menjadi landasan penting bagi industri otomotif Indonesia. Berbekal pemahaman tersebut, industri otomotif nasional terus berupaya menghadirkan produk yang relevan dan kompetitif, sekaligus mampu memenuhi ekspektasi konsumen global.
"Keberlanjutan kinerja ekspor sangat bergantung pada inovasi yang berkesinambungan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan preferensi konsumen di berbagai negara. Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi pasar, meningkatkan standar kualitas, serta memperkuat portofolio kendaraan berteknologi ramah lingkungan.
Industri otomotif nasional harus berada di garis depan dalam menghadapi perubahan dan membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional akan produk-produk rendah emisi, khususnya dalam menghadapi era transisi energi," papar I Nyoman Winaya Adnyana.
Sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang, Toyota Indonesia turut menghadirkan beragam pilihan kendaraan yang diproduksi di fasilitas Toyota di Indonesia melalui penerapan strategi multi-pathway. Mulai dari Battery Electrified Vehicle (BEV) dan Hybrid Electrified Vehicle (HEV).
Selain itu, Toyota turut mendorong pengembangan Flexy Fuel Vehicle (FFV) yang memanfaatkan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Inisiatif ini tidak hanya mendukung upaya dekarbonisasi sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan bahan baku bioetanol dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.
Melalui berbagai langkah tersebut, Toyota Indonesia optimistis dapat memperkuat fondasi ekspor jangka panjang sekaligus mendorong pengembangan ekosistem manufaktur nasional agar semakin kompetitif dalam memanfaatkan peluang di industri otomotif global.
"Keberlanjutan kinerja ekspor sangat bergantung pada inovasi yang berkesinambungan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan preferensi konsumen di berbagai negara. Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi pasar, meningkatkan standar kualitas, serta memperkuat portofolio kendaraan berteknologi ramah lingkungan.
Industri otomotif nasional harus berada di garis depan dalam menghadapi perubahan dan membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional akan produk-produk rendah emisi, khususnya dalam menghadapi era transisi energi," papar I Nyoman Winaya Adnyana.
Sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang, Toyota Indonesia turut menghadirkan beragam pilihan kendaraan yang diproduksi di fasilitas Toyota di Indonesia melalui penerapan strategi multi-pathway. Mulai dari Battery Electrified Vehicle (BEV) dan Hybrid Electrified Vehicle (HEV).
Selain itu, Toyota turut mendorong pengembangan Flexy Fuel Vehicle (FFV) yang memanfaatkan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Inisiatif ini tidak hanya mendukung upaya dekarbonisasi sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan bahan baku bioetanol dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.
Melalui berbagai langkah tersebut, Toyota Indonesia optimistis dapat memperkuat fondasi ekspor jangka panjang sekaligus mendorong pengembangan ekosistem manufaktur nasional agar semakin kompetitif dalam memanfaatkan peluang di industri otomotif global.
(wbs)
Lihat Juga :