IMI Akan Terbitkan BJB Standarisasi Tata Cara Berkendara Motor Berkelompok
Rabu, 23 September 2020 - 19:31 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pembuatan panduan “BJB Standarisasi Tata Cara Mengemudi Berkendara Sepeda Motor Berkelompok”, para biker Tim Mobilitasmembuat panduan instruksi berkendara sepertipenggunaansafety gear, formasi konvoisepertidalamkeadaanjalanmacet, penggunaan hand-signal, aturan dalam melewati jalan tikungan, pengereman, manajemen perjalanan, dan lain-lain. Di dalam panduan juga terdapat aturan dalam pelaksanaan protokol kesehatan new normal dalam mobilitas.
Tim Mobilitas juga mengunjungi Eka Jaya Berrindo. Disambut oleh Direktur Operasional, Ade S. Danu, para biker diingatkan pada istilah lama, “Tidak semua orang bercita-cita ingin menjadi calon diplomat ataudokter, tetapi semua anak pasti bercita-cita menjadi driver. Artinya perlu adakesadaran bertanggung jawab dalam menjadi driver dan rider,” papar Ade.
SekolahEka Jaya Berrindo merupakan sekolah mengemudi tertua di Indonesia, yang kini juga telah menerapkan standarisasi dalam program dan pelatihan teknik mengemudi, termasuk dalam penggunakan instrument pelatihan hingga simulator mengemudi. Joel D. Mastana mengapresiasi sekolah mengemudi yang berdiri tahun 1959 ini yang mendukung adanya SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Penerapan standarisasi di dunia otomotif sendiri telah lama dilakukan oleh banyak negara di dunia. “Mari bersamamembangun Indonesia dengan kompetensi melalui otomotif,” seru Joel.
Pelaksanaan pembuatan panduan “BJB Standarisasi Tata Cara Mengemudi Berkendara Sepeda Motor Berkelompok” menyematkan beberapa kegiatan yang mendukung empat pilar IMI . Salah satunya dengan mengunjungi lokasi wisata Gua Sunyarangi Cirebon. Selain itu Tim Mobilitas pun menunjungi Pusat Rehabilitasi Primata Aspinall Foundation Ciwidey, Bandung.
“Tujuan mengunjungi Aspinall Foundation adalah untuk mensosialisakan kepada masyarakat otomotif Indonesia agar mulai mencintai dan mulai melakukan aksi menjaga lingkungan hidup untuk anak cucu Indonesia dan dunia. Ingat, alam tidak butuh kita, kita butuh alam,” tegas Joel.
Tim Mobilitas juga mengunjungi Eka Jaya Berrindo. Disambut oleh Direktur Operasional, Ade S. Danu, para biker diingatkan pada istilah lama, “Tidak semua orang bercita-cita ingin menjadi calon diplomat ataudokter, tetapi semua anak pasti bercita-cita menjadi driver. Artinya perlu adakesadaran bertanggung jawab dalam menjadi driver dan rider,” papar Ade.
SekolahEka Jaya Berrindo merupakan sekolah mengemudi tertua di Indonesia, yang kini juga telah menerapkan standarisasi dalam program dan pelatihan teknik mengemudi, termasuk dalam penggunakan instrument pelatihan hingga simulator mengemudi. Joel D. Mastana mengapresiasi sekolah mengemudi yang berdiri tahun 1959 ini yang mendukung adanya SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Penerapan standarisasi di dunia otomotif sendiri telah lama dilakukan oleh banyak negara di dunia. “Mari bersamamembangun Indonesia dengan kompetensi melalui otomotif,” seru Joel.
Pelaksanaan pembuatan panduan “BJB Standarisasi Tata Cara Mengemudi Berkendara Sepeda Motor Berkelompok” menyematkan beberapa kegiatan yang mendukung empat pilar IMI . Salah satunya dengan mengunjungi lokasi wisata Gua Sunyarangi Cirebon. Selain itu Tim Mobilitas pun menunjungi Pusat Rehabilitasi Primata Aspinall Foundation Ciwidey, Bandung.
“Tujuan mengunjungi Aspinall Foundation adalah untuk mensosialisakan kepada masyarakat otomotif Indonesia agar mulai mencintai dan mulai melakukan aksi menjaga lingkungan hidup untuk anak cucu Indonesia dan dunia. Ingat, alam tidak butuh kita, kita butuh alam,” tegas Joel.
(wbs)
Lihat Juga :