Modifikator Indonesia Menembus Pasar Modif Dunia, Mungkinkah?
Rabu, 07 Oktober 2020 - 04:16 WIB
loading...
A
A
A
Upaya kolaborasi itu memang senada seirama dengan tema yang diangkat IMX 2020 yakni Indonesia Pride. Menurut Andre Mulyadi, penggagas IMX sekaligus founder National Modificator & Aftermarket Association (NMAA), Indonesia merupakan pasar yang besar untuk dunia modifikasi. Sudah seharusnya dengan potensi itu Indonesia memiliki produk aftermarket yang bisa berjaya di dalam negeri dan tembus pasar luar negeri. Berbekal bakat dan kolaborasi antar modifikator Indonesia dalam negeri dan yang sudah ada di luar negeri seperti Musa Tjahjono dia yakin produk modifikasi Indonesia bisa menembus pasar dunia. Tapi tentu saja itu harus difasilitasi seperti penyelenggaraan IMX 2020. “Lewat IMX kami terus berkomitmen untuk merangsang dan mendorong hadirnya produk-produk aftermarket di dalam negeri,” ujar Andre.
Hal itu diamini oleh pihak pemerintah diwakili Putu Juli Ardika, Staf Ahli Menteri Bidang Pendalaman, Penguatan dan Penyebaran Industri Kementerian Perindustrian yang mengatakan Indonesia memiliki talenta yang kuat di sektor aftermarket. Banyak modifikator yang kemampuannya setara dan perlu difasilitasi agar mampu menembus pasar yang lebih luas lagi. “Industri modifikasi memiliki potensi menjadi pemain di pasar global karena mampu meningkatkan kreativitas, inovasi dan nilai. Mereka juga akan mampu memacu berkembangnya pelaku usaha komponen kendaraan yang berbasis sumber daya lokal, terutama yang berskala industri kecil menengah,” ucap Putu Juli Ardika.
Memang perjalanan menuju pentas internasional menempuh jalan yang panjang. Tapi setidaknya bagi Andre dan kawan-kawan mereka sudah mulai membuka peluang dan menularkan semangat inovasi tersebut. Bahkan pembatasan yang terjadi akibat pandemi Covid-19 justru membuka peluang bagi Andre cs untuk menyebarkan semangat itu lebih luas lagi dan menemukan potensi-potensi modifikator baru.
“Kali ini kita pamerannya bersifat hybrid, gabungan antara virtual dan konvensional. Ini justru jadi peluang karena kami bisa menyapa masyarakat Indonesia lebih luas lagi tidak hanya di Pulau Jawa. Siapa yang mengira ternyata pembelian tiket secara online untuk pameran virtual itu juga banyak dipesan di wilayah Papua,” pungkasnya.
Hal itu diamini oleh pihak pemerintah diwakili Putu Juli Ardika, Staf Ahli Menteri Bidang Pendalaman, Penguatan dan Penyebaran Industri Kementerian Perindustrian yang mengatakan Indonesia memiliki talenta yang kuat di sektor aftermarket. Banyak modifikator yang kemampuannya setara dan perlu difasilitasi agar mampu menembus pasar yang lebih luas lagi. “Industri modifikasi memiliki potensi menjadi pemain di pasar global karena mampu meningkatkan kreativitas, inovasi dan nilai. Mereka juga akan mampu memacu berkembangnya pelaku usaha komponen kendaraan yang berbasis sumber daya lokal, terutama yang berskala industri kecil menengah,” ucap Putu Juli Ardika.
Memang perjalanan menuju pentas internasional menempuh jalan yang panjang. Tapi setidaknya bagi Andre dan kawan-kawan mereka sudah mulai membuka peluang dan menularkan semangat inovasi tersebut. Bahkan pembatasan yang terjadi akibat pandemi Covid-19 justru membuka peluang bagi Andre cs untuk menyebarkan semangat itu lebih luas lagi dan menemukan potensi-potensi modifikator baru.
“Kali ini kita pamerannya bersifat hybrid, gabungan antara virtual dan konvensional. Ini justru jadi peluang karena kami bisa menyapa masyarakat Indonesia lebih luas lagi tidak hanya di Pulau Jawa. Siapa yang mengira ternyata pembelian tiket secara online untuk pameran virtual itu juga banyak dipesan di wilayah Papua,” pungkasnya.
(wsb)
Lihat Juga :