14 Juta Mobil Bekas Diekspor ke Negara-negara Berkembang

Minggu, 01 November 2020 - 19:28 WIB
loading...
14 Juta Mobil Bekas...
Mobil-mobil bekas yang diekspor ke negara-negara berkembang memiliki kualitas yang buruk. Foto / IST
A A A
JAKARTA - Fakta menyedihkan diungkap United Nation Environment Programme (UNEP) baru-baru ini dimana sebanyak 14 juta mobil bekas dikirim ke negara-negara berkembang. Fakta itu didapat Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-bangsa dengan melihat jumlah ekspor mobil-mobil bekas yang dilakukan oleh negara-negara maju yang ada di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang sepanjang tahun 2015 hingga 2018.

Dari data itu terlihat sebanyak 14 juta mobil bekas diterima oleh negara-negara berkembang. Dari seluruh penerima mobil bekas, didominasi oleh negara-negara berkembang yang ada di Afrika. Detilnya dari 14 juta mobil bekas itu sebanyak 40 persen ada di Afrika 24 persen ada Eropa Timur, 15 persen di Asia-Pasifik, 12 persen di Timur-Tengah dan sisanya 9 persen ada di Amerika Latin.

"Dalam waktu yang sangat panjang, negara-negara maju mengekspor mobil bekas ke negara-negara berkembang. Hal ini terjadi karena tidak adanya regulasi yang ketat mengatur kendaraan yang mereka terima. Ini sama saja mengekspor polusi ke negara lain," ucap Inger Andersen, Executive Director dari UNEP. (Baca juga : Analis : Sorry Indonesia, Thailand Lebih Menarik buat Investor )

Polusi terjadi karena memang mobil bekas yang dikirim bukanlah mobil bekas dalam kondisi prima. Dalam catatan UNEP mobil bekas yang mereka temukan rata-rata sudah berusia 16 sampai 20 tahun. Kebanyakan dari mobil-mobi itu bahkan sudah tidak sesuai dengan regulasi emisi Euro4 yang berlaku di banyak negara. UNEP mencotohkan mobil-mobil bekas yang dikirim ke Gambia yang semuanya sudah berusia 19 tahun.

Ketiadaan regulasi memang membuat negara-negara maju tidak bersalah mengirim mobil-mobil bekas ke negara berkembang. Apalagi mereka bisa beralasan permintaan mobil bekas memang memiliki pasar di negara-negara tujuan ekspor. (Baca juga : Ralliart Selandia Baru Hadirkan Mitsubishi Mirage Evolution )
Inger Andersen sendiri berharap negara-negara berkembang bisa mencontoh apa yang dilakukan Moroko yang memiliki peraturan jelas mengenai mobil-mobil bekas yang mereka impor. Mobil-mobil bekas negara lain yang boleh masuk ke wilayah mereka adalah mobil bekas yang usianya maksimal 5 tahun dari produksi awal. Selain itu mobil bekas harus memenuhi ketentuan emisi Euro4. Berkat peraturan itu negara-negara pengeskpor mobil bekas akhirnya mengirimkan mobil-mobil bekas yang sesuai peraturan dan kondisinya masih prima.

“Negara-negara maju harus berhenti mengekspor mobil-mobil bekas yang di negara mereka sendiri sudah tidak layak digunakan. Sementara negara-negara berkembang harus mengetatkan peraturan agar mobil bekas yang mereka terima adalah mobil bekas yang layak dipakai," ucap Inger Andersen.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekspor Mobil Toyota...
Ekspor Mobil Toyota Tembus 276 Ribu Unit, Innova Zenix dan Yaris Cross Melonjak 111 Persen!
Ekspor Mobil Elektrifikasi...
Ekspor Mobil Elektrifikasi Toyota Indonesia Melonjak 111%
276.089 Unit Mobil Toyota...
276.089 Unit Mobil Toyota Terbang ke Luar Negeri
Gaikindo: Penjualan...
Gaikindo: Penjualan Mobil Baru 865.723 Unit, Mobil Bekas 1,8 Juta di 2024
Tips Beli Mobil Bekas:...
Tips Beli Mobil Bekas: Begini Cara Jadi Pembeli Cerdas dan Menghindari Jebakan
Faktor yang Membuat...
Faktor yang Membuat Mitsubishi Xpander Cepat Terjual di Pasar Mobil Bekas
Kehadiran Mobil Listrik...
Kehadiran Mobil Listrik Ubah Strategi Penjualan Kendaraan Bekas
Mobil Baru vs Mobil...
Mobil Baru vs Mobil Bekas di 2024: Siapa Pemenangnya?
Toyota Sumbang 60% Ekspor...
Toyota Sumbang 60% Ekspor Otomotif Indonesia, Model Hybrid Mendominasi!
Rekomendasi
Live di iNews! Garuda...
Live di iNews! Garuda Muda Siap Hadapi Korea Selatan, Afghanistan, dan Yaman di Piala Asia U-17 2025 
Kim Soo Hyun Bantah...
Kim Soo Hyun Bantah Paksa Sulli Beradegan Telanjang di Film Real
Diskon Tarif Tol 20%...
Diskon Tarif Tol 20% Mulai Berlaku Kamis 3 April 2025, Catat Sampai Kapan!
10 Negara Terkecil di...
10 Negara Terkecil di Dunia, Mayoritas Luasnya Lebih Kecil Dibandingkan Ukuran New York
Gempa Myanmar, Indonesia...
Gempa Myanmar, Indonesia Tambah Kiriman Bantuan Hari Ini
Barcelona vs Real Madrid...
Barcelona vs Real Madrid di Final Copa del Rey, El Clasico Jilid 2 Musim Ini
Berita Terkini
Porsche Luncurkan Proyek...
Porsche Luncurkan Proyek Percontohan Daur Ulang Baterai Tegangan Tinggi
44 menit yang lalu
Seragam Baru Teknisi...
Seragam Baru Teknisi Suzuki: Bukan Sekadar Ganti Baju, Tapi Revolusi Layanan Purna Jual!
17 jam yang lalu
Elon Musk Minta Dalang...
Elon Musk Minta Dalang Pengrusakan Dealer Tesla Ditangkap, Sebut Aksi Protes Sebagai Terorisme Domestik Skala Luas!
21 jam yang lalu
Protes Anti-Elon Musk...
Protes Anti-Elon Musk Mengguncang Dealer Tesla di Seluruh Dunia!
21 jam yang lalu
Kenapa setelah Ganti...
Kenapa setelah Ganti Kampas Rem Jadi Tidak Pakem?
1 hari yang lalu
Mudik Lebaran 2025:...
Mudik Lebaran 2025: Panduan Lengkap Tarif Tol Trans Jawa dan Strategi Perjalanan!
1 hari yang lalu
Infografis
Bos Shin Bet Israel...
Bos Shin Bet Israel Yakin akan Berdirinya Negara Palestina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved