Konsumen China Tak Setia dengan Mobil Buatan Sendiri

Senin, 16 November 2020 - 19:30 WIB
loading...
A A A
Kolaborasi dengan merek-merek asing justru tidak sesuai harapan. Awalnya kerja sama itu diharapkan mampu meningkatkan kemampuan industri manufaktur merek-merek lokal. Hanya saja China tidak mengantisipasi selera konsumen China yang akhirnya malah terlanjur menyukai mobil-mobil bermerek luar negeri. Dalam benak mereka merek-merek luar negeri memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang merek buatan dalam negeri. Di saat yang bersamaan merek-merek lokal sudah keenakan bekerja sama dengan merek asing.

"Mereka jadi kebanyakan sungkan karena merek asing membuat mereka banyak menerima keuntungan. Mereka merasa tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengembangkan model baru dengan merek mereka sendiri," ucap Rachel Miu, analis otomotif dari DBS Bank.

Presiden China, Xi Jinping memang memahami adanya gap yang besar antara mobil domestik China dengan mobil merek luar negeri. Untuk itu dia berharap industri manufaktur China semakin diperkuat dengan riset dan pengembangan. "Kita harus memperkuat dan mengembangkan kemampuan riset kita dalam bidang teknologi inti dan komponen. Dengan itu merek-merek nasional akan semakin besar dan kuat," kata Xi Jinpingn seperti dikutip Xinhua News Agency.

Hanya saja keinginan Xin Jinping untuk mengembangkan merek domestik sepertinya masih setengah hati. Pasalnya menurut Nikkei Asia, tahun depan merek-merek asing yang bekerja sama dengan merek domestik China bisa meningkatkan saham mereka sehingga memiliki kontrol penuh dalam kebijakan penjualan otomotif di China.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Industri Otomotif China...
Industri Otomotif China Mulai Meninggalkan Masa Keemasan dan Memilih Perang AI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Rekomendasi
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Infografis
5 Negara yang Menggunakan...
5 Negara yang Menggunakan Jet Tempur Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved