Pabrikan Ramai-ramai Bakar Uang Buat Mengalahkan Tesla

loading...
Pabrikan Ramai-ramai Bakar Uang Buat Mengalahkan Tesla
Audi e-Tron dan Tesla saling bersaing di pasar mobil listrik SUV. Audi berencana memenuhi pasar mobil listrik pada 2025. Foto/IST
JAKARTA - Sejumlah pabrikan otomotif dunia ramai-ramai membakar uang untuk mengalahkan Tesla. Tidak main-main jumlah yang mereka keluarkan sangat fantastis untuk menjadi penguasa mobil listrik. Baru-baru ini yang mengumumkan investasi mobil listrik dalam jumlah besar adalah Audi. Merek mobil yang ada dalam grup Volkswagen itu menginvestasikan uang sebesar USD12 juta atau setara Rp166,6 triliun. Dana sebesar itu diharapkan mampu mengakselerasi Audi dalam memproduksi mobil listrik.

Perusahaan mobil yang berbasis di Ingolstadt, Jerman itu berharap pada 2025 mobil-mobil listrik mereka akan mampu mendominasi pasar mobil listrik. "Pada 2025 portofolio mobil yang kami buat akan mencapai 30 model dimana 20 model itu adalah mobil listrik," tulis keterangan resmi Audi baru-baru ini. (Baca juga : Mobil Listrik Nissan Leaf Telah Berhasil Terjual 500.000 Unit )

Audi sendiri menamakan misi ini dengan nama yang khusus yakni Artemis Project. Di mitologi Yunani Artemis dikenal sebagai dewa pemburu. Dalam hal ini Audi memang memburu Tesla untuk segera dikalahkan.

Namun Audi tidak boleh jumawa dulu. Pasalnya Audi tidak sendiri dalam membakar uang. Sebelumnya, General Motors (GM) melalui CEO GM Mary Barra juga memiliki rencana yang sama. Pada 2030, Mary Barra memaksa pabrik-pabrik GM memproduksi sebanyak 30 mobil listrik. Dana yang disiapkan GM bahkan dua kali lipat dari dana yang siap dibakar Audi yakni USD27 miliar yakni setara Rp378,2 triliun.



Mary Barra mengatakan nantinya mobil-mobil listrik buatan General Motors akan mengisi segmen mobil listrik dengan harga USD30.000 (Rp420,2 juta) hingga USD100.000 (Rp1,4 miliar). "Kami menginginkan semua orang bisa merasakan mobil listrik," ujar Mary Barra.

Hanya saja persaingan bakar-bakaran uang itu tidak hanya berhenti di Audi dan GM. Volkswagen malah sangat total dalam embakar uang. Mereka sudah menggelontorkan dana sebesar USD86 milyar atau setara Rp1.204 triliun agar jadi penguasa mobil listrik. (Baca juga : Mengejutkan, Jepang Larang Mobil Konvensional Pertengahan 2030 )

Bag Volkswagen membuat listrik tidak akan cukup untuk mengalahkan Tesla. Menurut CEO Volkswagen Herbert Diess, mobil listrik harus lebih dari sekadar moda transporatasi tapi juga pengalaman digital. Dia berharap pada 2025 mobil-mobil listrik Volkswagen memiliki perangkat lunak yang mampu meningkatkan pengalaman berkendara pengguna mobil.



"Selain mobil listrik, sangat penting bagi kami untuk berada di posisi terdepan dalam kecanggihan perangkat lunak mobil. Hanya dengan mobilitas digital konsumen dapat diambil hatinya," ucap Herbert Diess.
(wsb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top