Mengenang Kaburnya Bos Nissan dari Jepang di Momen Tahun Baru
Kamis, 31 Desember 2020 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Berhari-hari mereka mensurvei seluruh bandara yang ada di Jepang mulai Narita, Haneda, Kansai dan sebagainya. Dari sana mereka melihat ternyata bandara Kansai tidak dilengkapi dengan fasilitas scanning X-Ray untuk barang-barang berukuran besar. Dari situlah tim siluman terpikir sebuah ide yang sangat unik yakni memasukkan Carlos Ghosn ke dalam boks tersebut.
Boks itu pun dibuat secara khusus di Beirut, Lebanon. Yang penting bisa membuat Carlos Ghos bernafas dan sekaligus tidak bisa dipindai karena ukurannya kebesaran. Setelah selesai, tim siluman itu kemudian mencari pesawat terbang pribadi yang memang mau bekerja sama tanpa harus banyak bertanya.
Setelah semuanya siap, tanggal 27 Desember 2019, tiba-tiba ponsel sekali pakai yang dipegang Carlos Ghosn berbunyi. "Besok kita bertemu," ucap tim siluman kepada Carlos Ghosn. (Baca juga : Ford Ejek Tesla : Bemper Mobil Kita Tidak Mudah Copot )
Tanpa banyak bertanya Carlos Ghosn hanya menyiapkan diri menemui kejutan yang tidak pernah dia bayangkan. Di saat bersamaan tim siluman langsung terbang menggunakan pesawat jet pribadi ke Osaka sambil membawa boks spesial yang diklaim berisi alat-alat sound system. Kebetulan di kota yang sama, terdapat pentas musik yang digelar untuk merayakan tahun baru. Tim siluman bahkan menyiapkan tiket pentas musik itu guna meyakinkan otoritas bandara Kansai, Osaka.
Dua hari kemudian, 29 Desember 2019, Carlos Ghosn yang masih dalam pengawasan meminta izin untuk makan siang di Grand Hyatt, Tokyo yang dimana tim siluman justru sudah menunggu. Alih-aih makan siang, Carlos Ghosn yang sudah bertemu dengan tim siluman jusrru masuk ke kamar 933. Di kamar itulah Carlos Ghosn berganti pakaian dan menggunakan masker agar tidak dikenali.
![Mengenang Kaburnya Bos Nissan dari Jepang di Momen Tahun Baru]()
Begitu meninggalkan hotel dia dan tim siluman kemudian pergi ke Osaka menggunakan kereta cepat. Suasana pergantian tahun justru membantu Carlos Ghosn melangkah leluasa. Suasana Tokyo begitu riuh dan ramai sehingga sulit untuk mengenali Carlos Ghosn yang sudah mengenakan masker.
Boks itu pun dibuat secara khusus di Beirut, Lebanon. Yang penting bisa membuat Carlos Ghos bernafas dan sekaligus tidak bisa dipindai karena ukurannya kebesaran. Setelah selesai, tim siluman itu kemudian mencari pesawat terbang pribadi yang memang mau bekerja sama tanpa harus banyak bertanya.
Setelah semuanya siap, tanggal 27 Desember 2019, tiba-tiba ponsel sekali pakai yang dipegang Carlos Ghosn berbunyi. "Besok kita bertemu," ucap tim siluman kepada Carlos Ghosn. (Baca juga : Ford Ejek Tesla : Bemper Mobil Kita Tidak Mudah Copot )
Tanpa banyak bertanya Carlos Ghosn hanya menyiapkan diri menemui kejutan yang tidak pernah dia bayangkan. Di saat bersamaan tim siluman langsung terbang menggunakan pesawat jet pribadi ke Osaka sambil membawa boks spesial yang diklaim berisi alat-alat sound system. Kebetulan di kota yang sama, terdapat pentas musik yang digelar untuk merayakan tahun baru. Tim siluman bahkan menyiapkan tiket pentas musik itu guna meyakinkan otoritas bandara Kansai, Osaka.
Dua hari kemudian, 29 Desember 2019, Carlos Ghosn yang masih dalam pengawasan meminta izin untuk makan siang di Grand Hyatt, Tokyo yang dimana tim siluman justru sudah menunggu. Alih-aih makan siang, Carlos Ghosn yang sudah bertemu dengan tim siluman jusrru masuk ke kamar 933. Di kamar itulah Carlos Ghosn berganti pakaian dan menggunakan masker agar tidak dikenali.

Begitu meninggalkan hotel dia dan tim siluman kemudian pergi ke Osaka menggunakan kereta cepat. Suasana pergantian tahun justru membantu Carlos Ghosn melangkah leluasa. Suasana Tokyo begitu riuh dan ramai sehingga sulit untuk mengenali Carlos Ghosn yang sudah mengenakan masker.
Lihat Juga :