Mengenang Kaburnya Bos Nissan dari Jepang di Momen Tahun Baru
Kamis, 31 Desember 2020 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Setelah sampai di Osaka, tim siluman langsung membawa Carlos Ghosn ke hotel Start Gate. Di kamar hotel itu sudah disiapkan boks khusus yang siap diisi oleh Carlos Ghosn. Setelah speaker dan sound system lainnya dikeluarkan Carlos Ghosn pun lansung bersembunyi di boks tersebut. Tanpa bertanya guna mencari tahu apa yang mereka lakukan.
Tim siluman tidak langsung membawa boks tersebut kabur keluar Jepang. Mereka menunggu jadwal penerbangan terakhir di bandara Kansai Osaka. Asumsinya, dengan suasana tahun baru yang padat dan jadwal terakhir, prosedur pengawasan akan lebih longgar.
Tepat jam 10.30 malam, tim siluman akhirnya sampai di bandara Kansai. Karena waktu sudah sangat malam, pengawas di bandara Kansai akhirnya tidak memeriksa ulang boks tersebut. Apalagi sesuai dugaan tim siluman, mereka tidak punya pemindai x-ray untuk barang berukuran besar. Alhasil boks yang berisi Carlos Ghosn itu diizinkan untuk dimasukkan ke dalam pesawat jet pribadi yang disewa tim siluman. "Begitu saya mendengar pintu kargo ditutup untuk pertama kalinya selama tinggal di Jepang, saya bisa bernapas dengan lega," ucap Carlos Ghosn.
![Mengenang Kaburnya Bos Nissan dari Jepang di Momen Tahun Baru]()
Tepat 30 Desember, Carlos Ghosn akhirnya sampai di Istanbul, Turki. Saat itu dia harus berganti pesawat jet pribadi guna menuju Beirut, Lebanon. Dia mengaku sempat was-was Tokyo telah mengetahui dirinya telah menghilang. Hanya saja dia sedikit bernapas lega karena CCTV yang dipasang di depan rumahnya di Tokyo hanya dipantau dua hari sekali. Suasana tahun baru juga membuat petugas di Jepang sedikit mengendor dan tidak akan mengira kalau dia melarikan diri di pengujung tahun.
"Saya tidak kaget, kalau mereka tidak datang ke rumah saya saat itu karena suasana tahun baru. Jepang tidak sedisiplin yang orang pikir," ucap Carlos Ghosn yang sukses mendarat di Beirut, Lebanon di hari yang sama.
Pada 31 Desember 2019, Carlos Ghosn justru merayakan pergantian tahun bersama istrinya, Carole Nahas di Beirut, Lebanon. Sementara keesokan harinya Jepang langsung kalang kabut ketika tahu Carlos Ghosn telah melarikan diri.
Tim siluman tidak langsung membawa boks tersebut kabur keluar Jepang. Mereka menunggu jadwal penerbangan terakhir di bandara Kansai Osaka. Asumsinya, dengan suasana tahun baru yang padat dan jadwal terakhir, prosedur pengawasan akan lebih longgar.
Tepat jam 10.30 malam, tim siluman akhirnya sampai di bandara Kansai. Karena waktu sudah sangat malam, pengawas di bandara Kansai akhirnya tidak memeriksa ulang boks tersebut. Apalagi sesuai dugaan tim siluman, mereka tidak punya pemindai x-ray untuk barang berukuran besar. Alhasil boks yang berisi Carlos Ghosn itu diizinkan untuk dimasukkan ke dalam pesawat jet pribadi yang disewa tim siluman. "Begitu saya mendengar pintu kargo ditutup untuk pertama kalinya selama tinggal di Jepang, saya bisa bernapas dengan lega," ucap Carlos Ghosn.

Tepat 30 Desember, Carlos Ghosn akhirnya sampai di Istanbul, Turki. Saat itu dia harus berganti pesawat jet pribadi guna menuju Beirut, Lebanon. Dia mengaku sempat was-was Tokyo telah mengetahui dirinya telah menghilang. Hanya saja dia sedikit bernapas lega karena CCTV yang dipasang di depan rumahnya di Tokyo hanya dipantau dua hari sekali. Suasana tahun baru juga membuat petugas di Jepang sedikit mengendor dan tidak akan mengira kalau dia melarikan diri di pengujung tahun.
"Saya tidak kaget, kalau mereka tidak datang ke rumah saya saat itu karena suasana tahun baru. Jepang tidak sedisiplin yang orang pikir," ucap Carlos Ghosn yang sukses mendarat di Beirut, Lebanon di hari yang sama.
Pada 31 Desember 2019, Carlos Ghosn justru merayakan pergantian tahun bersama istrinya, Carole Nahas di Beirut, Lebanon. Sementara keesokan harinya Jepang langsung kalang kabut ketika tahu Carlos Ghosn telah melarikan diri.
(wsb)
Lihat Juga :