Rolls-Royce Berdiri berkat Kolaborasi antara Dua Perusahaan

Jum'at, 25 Juni 2021 - 06:01 WIB
loading...
Rolls-Royce Berdiri...
Mobil mewah Rolls-Royce. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Jejak Rolls-Royce di industri otomotif dimulai pada 1906, saat perusahaan mesin dan kelistrikan bernama Royce Ltd, bergabung dengan showroom mobil di Fulham bernama CS Rolls & Co.

Charles Rolls, pemilik dari CS Rolls & Co, ketika itu merupakan pemuda 26 tahun yang berasal dari keluarga kaya raya. Dia mempunyai minat besar terhadap kecepatan dan mesin, hingga memutuskan untuk belajar teknik mesin di Cambridge.

BACA JUGA - Penonton Membludak, WHO Yakin Piala Eropa 2020 Lahirkan Varian Baru COVID-19

Pada 1903, Rolls mengawali usaha untuk mengimpor dan menjual mobil-mobil asing, tetapi Rolls ingin menfokuskan pada mobil-mobil Inggris.

Sedangkan, Henry Royce, pemilik Royce Ltd, adalah seorang pria yang berusia 14 tahun lebih tua Rolls. Henry memulai bisnis teknik listrik dan mekanik di Manchester.

Pergantian abad ke-20 menandai dimulainya kemitraan luar biasa antara dua pikiran lelaki Inggris ini. Keduanya bertemu ketika jamuan makan siang di Grand Central Hotel, Manchester.

Dilansir dari Rolls-roycemotorcars.com, Kamis (24/6/2021), pertemuan itu menghasilkan kesepakatan. Royce memamerkan kepada Rolls mesin dua silinder bernama "Royce 10", yang sebelumnya telah dirakitnya.

Pada awalnya, Rolls lebih suka mobil tiga dan empat silinder, namun Rolls mengaku sangat terkesan dengan kendaraan dua silinder Royce. Setelah itu, ia berjanji padanya untuk mengambil sebanyak mungkin mobil Royce.

Kesepakatan antara Royce and Rolls menghasilkan kolaborasi di industri otomotif. Rolls kemudian memasarkan dan menjual mesin buatan Royce di showroom miliknya.

Mesin-mesin ini dijual sudah dengan nama Rolls-Royce. Mobil dua silinder Rolls-Royce pertama juga dihadirkan di Paris Salon, pada akhir 1904.

Dua tahun kemudian, ternyata pasar menyambut baik kehadiran mesin Rolls-Royce. Kedua pengusaha itu sepakat untuk membuat entitas baru dengan nama Rolls-Royce Limited.

Dalam perkembangannya, Rolls-Royce juga menciptakan mobil dengan mesin dua, tiga, dan empat silinder. Bahkan, ada juga model enam silinder dengan 40/50 hp atau yang lebih populer dikenal Ghost Silver.

Ghost Silver juga dinyatakan sebagai Mobil Terbaik di Dunia, karena mampu melaju dari London ke Glasgow sebanyak 27 kali, dengan cakupan jarak sejauh 23.127 kilometer.

Ghost Silver menjadi model yang paling diminati oleh pasar, sehingga memaksa Rolls-Royce membuka pabrik keduanya di Amerika Serikat.

Setelah Perang Dunia I berakhir, Rolls-Royce membuka pabrik pertamanya di Massachusetts, Amerika Serikat. Di sana, Rolls-Royce meninggalkan jejaknya dalam industri penerbangan.

Mesin R dibuat perusahaan mencetak rekor kecepatan udara dunia baru. Mesin itu diciptakan untuk digunakan oleh Inggris, saat kontes pesawat amfibi Intercontinental Schneider Trophy 1929.

Pada 1931, Rolls-Royce mengakuisisi Bentley. Pabrik Bentley di Cricklewood ditutup dan produksinya dipindahkan ke fasilitas Rolls-Royce di Derby. Sampai Perang Dunia II, Bentley semacam versi sporty rilisan Rolls-Royce.

Namun, meloncat jauh setelahnya, pada akhir 1990-an, Rolls-Royce dijual ke Volkswagen dan BMW. VW memperoleh fasilitas produksi Rolls-Royce di Crewe, Inggris, sementara BMW mendapat hak atas merek mobil Rolls-Royce.

BMW melisensikan nama Rolls-Royce ke VW hingga akhir 2002. Kemudian, BMW mulai memproduksi mobil Rolls-Royce pada 2003. Sementara VW mempunyai hak untuk terus membuat Bentleys.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Rekomendasi
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Berita Terkini
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Lewis Hamilton Ubah...
Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved