Pabrik Hyundai di Indonesia akan Beroperasi Paling Lambat November
Rabu, 28 Juli 2021 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Siap-siap Rebutan McLaren Hadirkan Mobil dengan Atap Terbuka Paling Kuat
![Pabrik Hyundai di Indonesia akan Beroperasi Paling Lambat November]()
Dia mengatakan saat beroperasi nanti kapasitas produksi pabrik Hyundai di Idnonesia mencapai 150.000 unit per tahun. Namun kapasitas produksi pabrik tersebut bisa dimaksimalkan hingga 250.000 unit per tahun.
Lebih lanjut dia mengatakan perakitan hingga produksi mobil Hyundai di Indonesia otomatis akan menekan harga mobil Hyundai. Termasuk harga mobil-mobil listrik Hyundai di Indonesia. "Kalau menekan harga mobil listrik pasti bisa karena nantinya akan mengunakan TKDN lokal, parts-partsnya dari sumber lokal. Tapi berapa penurunan persentase harga belum kapasitas saya menentukan. Secara gambaran umum penekanan harganya jauh akan lebih bersaing dibanding impor," jelasnya.
Diketahui investasi pabrik Hyundai di Indonesia merupakan yang terbesar di Asia.Hyundai memiliki nilai investasi sebesar sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun. Perkembangannya, hingga saatini sudah terealisir Rp13 triliun hingga Rp14 triliun.

Dia mengatakan saat beroperasi nanti kapasitas produksi pabrik Hyundai di Idnonesia mencapai 150.000 unit per tahun. Namun kapasitas produksi pabrik tersebut bisa dimaksimalkan hingga 250.000 unit per tahun.
Lebih lanjut dia mengatakan perakitan hingga produksi mobil Hyundai di Indonesia otomatis akan menekan harga mobil Hyundai. Termasuk harga mobil-mobil listrik Hyundai di Indonesia. "Kalau menekan harga mobil listrik pasti bisa karena nantinya akan mengunakan TKDN lokal, parts-partsnya dari sumber lokal. Tapi berapa penurunan persentase harga belum kapasitas saya menentukan. Secara gambaran umum penekanan harganya jauh akan lebih bersaing dibanding impor," jelasnya.
Diketahui investasi pabrik Hyundai di Indonesia merupakan yang terbesar di Asia.Hyundai memiliki nilai investasi sebesar sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun. Perkembangannya, hingga saatini sudah terealisir Rp13 triliun hingga Rp14 triliun.
(wsb)
Lihat Juga :