Menanti Harga Ideal Mobil-mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 05 Agustus 2021 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan mobil listrik di Indonesia hanya terlihat hidup dan ramai di sosial media. Taufik Bawazier melanjutkan dari 2015 hingga 2020 pendaftaran registrasi kendaraan listrik malah didominasi oleh motor listrik. Sepanjang 2015 hingga 2020 tercatat ada 2.010 motor listrik yang beredar di Indonesia, 2 bus listrik dan 261 unit mobil listrik.
![Menanti Harga Ideal Mobil-mobil Listrik di Indonesia]()
Rendahnya serapan mobil listrik terjadi karena masih banyak masyarakat Indonesia yang masih merasa tidak nyaman dengan mobil listrik. Mereka tidak yakin dengan infrastruktur pendukung mobil listrik yang masih sedikit. Sementara pabrikan mobil listrik justru menunggu populasi mobil listrik meningkat agar pembangunan infrastruktur pendukung mobil listrik meningkat pesat. “Jadi seperti mana duluan antara telur dan ayam,” katanya.
Selain faktor kenyaman, dia sendiri meyakini rendahnya kepemilikan mobil listrik memang berkaitan erat dengan harga mobil listrik yang masih mahal. Hal ini disebabkan oleh harga baterai mobil listrik yang sangat mahal. Sementara kemampuan daya beli masyarakat Indonesia justru tidak terlalu tinggi.
Baca juga : Tampilan Mini SUV di Suzuki Wagon R Xtra Edition Baru
![Menanti Harga Ideal Mobil-mobil Listrik di Indonesia]()
"Teknologi baterai jadi bagian penting bagaimana caranya dibuat murah. Karena pendapatan per kapita masyarakat Indonesia GDP di angka USD4.000. Jadi penerimaan mobil listrik memang tergantung dari purchasing power kita," jelasnya.

Rendahnya serapan mobil listrik terjadi karena masih banyak masyarakat Indonesia yang masih merasa tidak nyaman dengan mobil listrik. Mereka tidak yakin dengan infrastruktur pendukung mobil listrik yang masih sedikit. Sementara pabrikan mobil listrik justru menunggu populasi mobil listrik meningkat agar pembangunan infrastruktur pendukung mobil listrik meningkat pesat. “Jadi seperti mana duluan antara telur dan ayam,” katanya.
Selain faktor kenyaman, dia sendiri meyakini rendahnya kepemilikan mobil listrik memang berkaitan erat dengan harga mobil listrik yang masih mahal. Hal ini disebabkan oleh harga baterai mobil listrik yang sangat mahal. Sementara kemampuan daya beli masyarakat Indonesia justru tidak terlalu tinggi.
Baca juga : Tampilan Mini SUV di Suzuki Wagon R Xtra Edition Baru

"Teknologi baterai jadi bagian penting bagaimana caranya dibuat murah. Karena pendapatan per kapita masyarakat Indonesia GDP di angka USD4.000. Jadi penerimaan mobil listrik memang tergantung dari purchasing power kita," jelasnya.
Lihat Juga :