Pabrik Ford di India Ditutup, Karyawan Minta Jaminan Pekerjaan

Rabu, 15 September 2021 - 09:26 WIB
loading...
Pabrik Ford di India...
Ford akan menghentikan operasional pabriknya di Sanand dan Chennai, dua negara bagian di India. Foto/dok
A A A
Pabrik mobil Ford di India mengumumkan akan menghentikan produksinya karena terus mengalami kerugian. Pengumuman mendadak yang dilakukan Ford tersebut membuat ribuan tenaga kerja mengadukan nasibnya ke pemerintah setempat.

Dikutip dari Autoblog, Ford akan menghentikan operasional pabriknya di Sanand di negara bagian Gujarat barat pada kuartal keempat tahun 2021 dan manufaktur kendaraan dan mesin di pabrik India selatan di Chennai pada tahun 2022, berpotensi memberhentikan hingga 4.000 karyawan.

BACA: Cabut dari India, Ford Bikin 4.000 Tenaga Kerja Kehilangan Pekerjaan

"Pengumuman mendadak oleh Ford itu membuat 2.600 pekerja tetap dan lebih dari 1.000 staf kontrak bakal kehilangan mata pencaharian mereka," kata anggota serikat pekerja.

"Ribuan pekerja berisiko kehilangan pekerjaan sebagai akibat dari keputusan Ford untuk menutup pabriknya di Chennai," kata Serikat Pekerja Ford Chennai dalam sebuah surat tertanggal 11 September yang ditujukan kepada menteri negara bagian Tamil Nadu TM Anbarasan.

Serikat pekerja telah meminta Anbarasan untuk memastikan bahwa mata pencaharian para pekerja dilindungi dengan menciptakan lapangan kerja baru.

Serikat pekerja lain di Chennai, Center of Indian Trade Union (CITU), mengadakan protes terhadap manajemen perusahaan dan pemerintah India pada Senin pagi.

BACA JUGA: Cara Kirim Chat WhatsApp ke Nomor Sendiri, Gampang Kok!

Sebuah poster mengumumkan protes mempertanyakan kebijakan "Make in India" Perdana Menteri Narendra Modi, yang telah berjanji untuk meningkatkan pekerjaan manufaktur di India.

"Pemerintah perlu turun tangan dan menghentikan ini sekarang," kata E Muthukumar, sekretaris CITU kepada Reuters.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Ford Fiesta Akan Kembali...
Ford Fiesta Akan Kembali di Tahun 2028 dengan Platform Renault 5 EV
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Ford Meluncurkan Ranger...
Ford Meluncurkan Ranger Hybrid, Ini Perbedaan Fiturnya dengan Versi Biasa
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Rekomendasi
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Berita Terkini
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Lewis Hamilton Ubah...
Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved