Hyundai Engineering Serahkan Bantuan Alat Proteksi COVID-19 kepada BNPB
Selasa, 02 Juni 2020 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, Hyundai Engineering tengah dipercaya oleh PT. Pertamina (Persero) untuk mengerjakan pembangunan Megaproyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang merupakan satu dari enam Megaproyek kilang yang dibangun oleh Pertamina. Keenam Megaproyek kilang itu terdiri atas empat proyek perluasan RDMP dan dua proyek pembangunan baru (Grass Root Refinery/GRR).
"Kami sangat memahami pentingnya proyek RDMP Balikpapan untuk kemajuan ekonomi Indonesia, sehingga kami berkomitmen untuk memberikan performa terbaik kami untuk dapat menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal dan spesifikasi yang ditargetkan," ujarnya...
Diketahui, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260.000 barel per hari (bpd) menjadi 360.000 pbd serta meningkatkan kualitas produk BBM dari setara Euro II menjadi setara Euro V, dan akan mengurangi beban impor solar hingga 17 persen karena produksi solar meningkat 23 persen atau 30.000 barel per hari.
RDMP Kilang Balikpapan juga akan menghasilkan produk baru propilen sebesar 230.000 ton per tahun. Proyek dengan nilai investasi sebesar US$6,5 miliar ini ditargetkan selesai pada tahun 2023 mendatang untuk tahap-1, kemudian tahap-2 ditargetkan tuntas pada tahun 2025.
"Kami sangat memahami pentingnya proyek RDMP Balikpapan untuk kemajuan ekonomi Indonesia, sehingga kami berkomitmen untuk memberikan performa terbaik kami untuk dapat menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal dan spesifikasi yang ditargetkan," ujarnya...
Diketahui, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260.000 barel per hari (bpd) menjadi 360.000 pbd serta meningkatkan kualitas produk BBM dari setara Euro II menjadi setara Euro V, dan akan mengurangi beban impor solar hingga 17 persen karena produksi solar meningkat 23 persen atau 30.000 barel per hari.
RDMP Kilang Balikpapan juga akan menghasilkan produk baru propilen sebesar 230.000 ton per tahun. Proyek dengan nilai investasi sebesar US$6,5 miliar ini ditargetkan selesai pada tahun 2023 mendatang untuk tahap-1, kemudian tahap-2 ditargetkan tuntas pada tahun 2025.
(wbs)
Lihat Juga :