Royal Enfield Himalayan Siap Taklukkan Kutub Selatan
Selasa, 19 Oktober 2021 - 19:29 WIB
loading...
Royal Enfield Himalayan dimodifikasi khusus agar sanggup melewati tantangan di Kutub Selatan. Foto/Royal Enfield.
A
A
A
JAKARTA - Dua pengendara Royal Enfield akan melakukan perjalanan 39 hari melintasi Antartika dalam perjalanan sejauh 770 km dari Ross Ice Shelf melintasi Gletser Leverett, hingga mencapai stasiun Kutub Selatan Amundsen-Scott. Ekspedisi bertajuk 90° South itu akan dimulai pada 26 November 2021 nanti.
Petualangan itu akan dijalani dua pengendara Royal Enfield yakni nthosh Vijay Kumar, Lead-Rides & Community Royal Enfield dan Dean Coxson, Senior Engineer-Product Development Royal Enfield. Nantinya mereka akan mengendarai Royal Enfield Himalayan yang telah dimodifikasi khusus untuk dapat menavigasi salju dan es agar berfungsi dengan baik di bawah kondisi ekstrem di Antartika.
Durabilitas kedua motor itu bahkan sudah diuji terlebih dulu di alam yang mirip dengan Kutub Selatan yakni gletser Langjokull di Islandia. Pengujian fase 1 diadakan pada September 2020 sementara pengujian fase 2 berakhir pada Juli 2021.
Baca juga : Edan, Konsumsi Bahan Bakar Renault Kiger Capai 20,5 Kilometer per Liter
![Royal Enfield Himalayan Siap Taklukkan Kutub Selatan]()
Modifikasi yang dilakukan di antaranya mengubah sproket penggerak utama dari unit 15-gigi, menjadi unit 13-gigi. Tujuannya agar torsi yang dihasilkan mesin jadi lebih besar di roda belakang. Kedua roda juga dimodifikasi dengan menggunakan ban berpaku agar bisa berjalan pada tekanan yang sangat rendah, dan untuk meningkatkan daya apung di salju yang lembut. Selain itu ban juga akan mendapatkan traksi yang memadai di atas es yang keras.
Tim Royal Enfield juga menggunakan alternator yang lebih kuat. Penggunaannya bisa memudahkan sepeda motor untuk menghasilkan lebih banyak arus dan memungkinkan tim untuk mengaktifikan gigi panas dari baterai.
Petualangan itu akan dijalani dua pengendara Royal Enfield yakni nthosh Vijay Kumar, Lead-Rides & Community Royal Enfield dan Dean Coxson, Senior Engineer-Product Development Royal Enfield. Nantinya mereka akan mengendarai Royal Enfield Himalayan yang telah dimodifikasi khusus untuk dapat menavigasi salju dan es agar berfungsi dengan baik di bawah kondisi ekstrem di Antartika.
Durabilitas kedua motor itu bahkan sudah diuji terlebih dulu di alam yang mirip dengan Kutub Selatan yakni gletser Langjokull di Islandia. Pengujian fase 1 diadakan pada September 2020 sementara pengujian fase 2 berakhir pada Juli 2021.
Baca juga : Edan, Konsumsi Bahan Bakar Renault Kiger Capai 20,5 Kilometer per Liter

Modifikasi yang dilakukan di antaranya mengubah sproket penggerak utama dari unit 15-gigi, menjadi unit 13-gigi. Tujuannya agar torsi yang dihasilkan mesin jadi lebih besar di roda belakang. Kedua roda juga dimodifikasi dengan menggunakan ban berpaku agar bisa berjalan pada tekanan yang sangat rendah, dan untuk meningkatkan daya apung di salju yang lembut. Selain itu ban juga akan mendapatkan traksi yang memadai di atas es yang keras.
Tim Royal Enfield juga menggunakan alternator yang lebih kuat. Penggunaannya bisa memudahkan sepeda motor untuk menghasilkan lebih banyak arus dan memungkinkan tim untuk mengaktifikan gigi panas dari baterai.
Lihat Juga :