5 Tips Riding Menggunakan Motor Sport Fairing di Sirkuit
Senin, 15 November 2021 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Hal-hal yang perlu diperhatikan pengendara seperti persiapan fisik, safety gear dan teknik berkendara yang benar. Pembalap berusia 18 tahun asal Lumajang, Jawa Timur, ini berpengalaman berkompetisi di Asia Road Racing Championship (ARRC). Nah, berikut tips dari M. Faerozi:
1. Persiapan fisik
Kondisi fisik harus optimal karena berkendara dalam kecepatan tinggi di sirkuit dengan konsentrasi penuh dapat menguras tenaga. Istirahat cukup sebelum berkendara agar tidak mengantuk atau lelah sehingga menjaga konsentrasi saat riding. Selain itu, lakukan pemanasan sebelum balapan untuk melenturkan badan.
2. Safety gear
Gunakan kelengkapan safety gear yang dapat memberi perlindungan maksimal mengikuti standar balap. Helm full face ukurannya harus pas di kepala untuk kenyamanan dan safety. Jika longgar bisa mengganggu ketika balapan karena hantaman angin bisa membuat helm goyang atau posisinya bisa berubah.
Helm yang sempit memberi tekanan berlebih di kepala yang menyebabkan pusing. Untuk sarung tangan gunakan yang menutupi semua bagian tangan dan jari agar bagian tubuh terlindungi serta mendukung kenyamanan saat handling dan pengereman. Begitu pula wearpack dan sepatu yang digunakan khusus untuk balapan dan sesuai size pembalap untuk kenyamanan dan safety.
3. Riding posture/posisi berkendara
Saat di trek lurus posisi badan lebih menunduk, kepala juga menunduk, posisi tangan dan kaki menjepit tangki, posisi bokong mundur ke belakang yang turut membantu memudahkan badan menunduk. Posisi ini bertujuan meminimalisir hambatan dari terpaan angin untuk mendapat aerodinamika yang baik sehingga saat trek lurus bisa lebih cepat.
1. Persiapan fisik
Kondisi fisik harus optimal karena berkendara dalam kecepatan tinggi di sirkuit dengan konsentrasi penuh dapat menguras tenaga. Istirahat cukup sebelum berkendara agar tidak mengantuk atau lelah sehingga menjaga konsentrasi saat riding. Selain itu, lakukan pemanasan sebelum balapan untuk melenturkan badan.
2. Safety gear
Gunakan kelengkapan safety gear yang dapat memberi perlindungan maksimal mengikuti standar balap. Helm full face ukurannya harus pas di kepala untuk kenyamanan dan safety. Jika longgar bisa mengganggu ketika balapan karena hantaman angin bisa membuat helm goyang atau posisinya bisa berubah.
Helm yang sempit memberi tekanan berlebih di kepala yang menyebabkan pusing. Untuk sarung tangan gunakan yang menutupi semua bagian tangan dan jari agar bagian tubuh terlindungi serta mendukung kenyamanan saat handling dan pengereman. Begitu pula wearpack dan sepatu yang digunakan khusus untuk balapan dan sesuai size pembalap untuk kenyamanan dan safety.
3. Riding posture/posisi berkendara
Saat di trek lurus posisi badan lebih menunduk, kepala juga menunduk, posisi tangan dan kaki menjepit tangki, posisi bokong mundur ke belakang yang turut membantu memudahkan badan menunduk. Posisi ini bertujuan meminimalisir hambatan dari terpaan angin untuk mendapat aerodinamika yang baik sehingga saat trek lurus bisa lebih cepat.
Lihat Juga :