Terlambat 10 Tahun, Ternyata Begini Rasanya Jatuh Cinta dengan Vespa
Kamis, 30 Desember 2021 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
”Dalam 2-3 tahun terakhir harga Vespa seken memang naik lagi karena peminatnya banyak,” ujar Yusuf Arief dari Naikmotor.com. ”Membeli Vespa memang bukan investasi, tapi pembelinya bisa menjual kembali motornya dengan harga yang tinggi,” ia menambahkan.
Menikmati Servis di Bengkel Resmi
![Terlambat 10 Tahun, Ternyata Begini Rasanya Jatuh Cinta dengan Vespa]()
Suasana bengkelSinergi Vespa Pondok Gede yang memanjakan mata. Foto: Sindonews/Danang Arradian
Setelah membeli, SINDOnews langsung mendatangi bengkel resmi PT Piaggio Indonesia. Ternyata dalam 10 tahun ini ekspansi PT Piaggio Indonesia untuk melebarkan layanan 3S (penjualan, servis, dan suku cadang) terbilang masif.
![Terlambat 10 Tahun, Ternyata Begini Rasanya Jatuh Cinta dengan Vespa]()
Hingga November 2021, mereka telah memiliki 45 bengkel resmi di seluruh Indonesia. Termasuk tiga showroom dealer premium Motoplex yang menjual 4 merek sekaligus (Piaggio, Vespa, Aprilia dan Moto Guzzi).
Memposisikan diri sebagai kendaraan premium, bengkel resmi Piaggio Indonesia pun terasa premium. Masuk ke dalamnya kita akan di sambut berbagai model Vespa keluaran Piaggio Indonesia. Mulai kelas entry level Vespa LX dan Vespa S di harga Rp38 juta-Rp40 jutaan, kelas mid-range Vespa Primavera dan Sprint di rentang Rp48 juta-Rp55 jutaan, serta model premium Vespa GTS 150 dan GTS 300 yang dibanderol Rp60 juta-Rp180 jutaan.
PR & Communications Manager PT Piaggio Indonesia Ayu Hapsari menyebut bahwa setiap pembeli Vespa mendapat warranty hingga 3 tahun. Itu yang membuat pengguna Vespa tetap setia melakukan servis di bengkel resmi PT Piaggio Indonesia kendati bengkel Vespa non resmi juga menjamur.
![Terlambat 10 Tahun, Ternyata Begini Rasanya Jatuh Cinta dengan Vespa]()
Salah satu mekanik tengah melakukan pengecekan unit Vespa menggunakan komputer di bengkel Sinergi Vespa Pondok Gede.
”Kita percaya dengan kualitas produk. Termasuk menjaga warranty agar tidak gugur ketika konsumen tidak servis di bengkel resmi,” ujar Ayu. Selain itu, mekanik bengkel resmi PT Piaggio Indonesia juga secara rutin mendapatkan pelatihan sehingga lebih update terhadap unit yang dibawa ke Indonesia. ”Bengkel resmi memiliki Piaggio Advance Diagnostic System (PADS) yang selalu mendapat update,” bebernya.
![Terlambat 10 Tahun, Ternyata Begini Rasanya Jatuh Cinta dengan Vespa]()
Selain itu, di bengkel resmi PT Piaggio Indonesia konsumen bisa “cuci mata”, berbelanja berbagai aksesoris resmi dan original. Mulai flyscreen atau windshield, helm, jaket, velg, dan lainnya. Ternyata berburu aksesoris ini jadi salah satu pengalaman yang seru dan menyenangkan saat memiliki Vespa.
Memahami Budaya dan Warisan SejarahItalia
![Terlambat 10 Tahun, Ternyata Begini Rasanya Jatuh Cinta dengan Vespa]()
Vespa memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, budaya, dan seni. Mengendarai Vespa, membuat SINDOnews berupaya mengenal lebih jauh tentang warisan ikon Italia itu di Indonesia.
Dan itu semua berawal dari Rinaldo Piaggio yang baru berusia 20 tahun ketika membangun Vespa pada 1884 di Genoa, Italia.
Rinaldo memiliki bisnis membuat suku cadang kapal, kereta api, hingga pesawat terbang. Sayang, pabriknya luluh lantak usai Perang Dunia II karena Italia jadi sasaran bom sekutu.
Putra Rinaldo, Enrico Piaggio, lantas meneruskan bisnis aeronatika yang tersisa di Pontedera. Namun, carut marut ekonomi Italia di penghujung Perang Dunia II memaksa Enrico untuk pivot, beralih ke model bisnis lain.
![Terlambat 10 Tahun, Ternyata Begini Rasanya Jatuh Cinta dengan Vespa]()
Moto Piaggio 5 (MP5) Paperino yang jadi cikal bakal Vespa pada 1944.
Yang dibutuhkan masyarakat Italia untuk bangkit saat itu adalah ini: Moda transportasi yang simpel, ekonomis, modern, serta elegan.
Mereka membayangkan sebuah kendaraan yang mirip pesawat, dengan bodi dan sasis menyatu. Maka, lahirlah Piaggio MP5 (Moto Piaggio 5) Paperino pada 1944, yang jadi cikal bakal Vespa. Paperino sendiri sebutan Italia untuk Donal Bebek.
Menikmati Servis di Bengkel Resmi

Suasana bengkelSinergi Vespa Pondok Gede yang memanjakan mata. Foto: Sindonews/Danang Arradian
Setelah membeli, SINDOnews langsung mendatangi bengkel resmi PT Piaggio Indonesia. Ternyata dalam 10 tahun ini ekspansi PT Piaggio Indonesia untuk melebarkan layanan 3S (penjualan, servis, dan suku cadang) terbilang masif.

Hingga November 2021, mereka telah memiliki 45 bengkel resmi di seluruh Indonesia. Termasuk tiga showroom dealer premium Motoplex yang menjual 4 merek sekaligus (Piaggio, Vespa, Aprilia dan Moto Guzzi).
Memposisikan diri sebagai kendaraan premium, bengkel resmi Piaggio Indonesia pun terasa premium. Masuk ke dalamnya kita akan di sambut berbagai model Vespa keluaran Piaggio Indonesia. Mulai kelas entry level Vespa LX dan Vespa S di harga Rp38 juta-Rp40 jutaan, kelas mid-range Vespa Primavera dan Sprint di rentang Rp48 juta-Rp55 jutaan, serta model premium Vespa GTS 150 dan GTS 300 yang dibanderol Rp60 juta-Rp180 jutaan.
PR & Communications Manager PT Piaggio Indonesia Ayu Hapsari menyebut bahwa setiap pembeli Vespa mendapat warranty hingga 3 tahun. Itu yang membuat pengguna Vespa tetap setia melakukan servis di bengkel resmi PT Piaggio Indonesia kendati bengkel Vespa non resmi juga menjamur.

Salah satu mekanik tengah melakukan pengecekan unit Vespa menggunakan komputer di bengkel Sinergi Vespa Pondok Gede.
”Kita percaya dengan kualitas produk. Termasuk menjaga warranty agar tidak gugur ketika konsumen tidak servis di bengkel resmi,” ujar Ayu. Selain itu, mekanik bengkel resmi PT Piaggio Indonesia juga secara rutin mendapatkan pelatihan sehingga lebih update terhadap unit yang dibawa ke Indonesia. ”Bengkel resmi memiliki Piaggio Advance Diagnostic System (PADS) yang selalu mendapat update,” bebernya.

Selain itu, di bengkel resmi PT Piaggio Indonesia konsumen bisa “cuci mata”, berbelanja berbagai aksesoris resmi dan original. Mulai flyscreen atau windshield, helm, jaket, velg, dan lainnya. Ternyata berburu aksesoris ini jadi salah satu pengalaman yang seru dan menyenangkan saat memiliki Vespa.
Memahami Budaya dan Warisan SejarahItalia
.jpg)
Vespa memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, budaya, dan seni. Mengendarai Vespa, membuat SINDOnews berupaya mengenal lebih jauh tentang warisan ikon Italia itu di Indonesia.
Dan itu semua berawal dari Rinaldo Piaggio yang baru berusia 20 tahun ketika membangun Vespa pada 1884 di Genoa, Italia.
Rinaldo memiliki bisnis membuat suku cadang kapal, kereta api, hingga pesawat terbang. Sayang, pabriknya luluh lantak usai Perang Dunia II karena Italia jadi sasaran bom sekutu.
Putra Rinaldo, Enrico Piaggio, lantas meneruskan bisnis aeronatika yang tersisa di Pontedera. Namun, carut marut ekonomi Italia di penghujung Perang Dunia II memaksa Enrico untuk pivot, beralih ke model bisnis lain.

Moto Piaggio 5 (MP5) Paperino yang jadi cikal bakal Vespa pada 1944.
Yang dibutuhkan masyarakat Italia untuk bangkit saat itu adalah ini: Moda transportasi yang simpel, ekonomis, modern, serta elegan.
Mereka membayangkan sebuah kendaraan yang mirip pesawat, dengan bodi dan sasis menyatu. Maka, lahirlah Piaggio MP5 (Moto Piaggio 5) Paperino pada 1944, yang jadi cikal bakal Vespa. Paperino sendiri sebutan Italia untuk Donal Bebek.
Lihat Juga :