Start Up Israel Klaim Masalah Kemacetan Bisa Diatasi dengan Matematika

Senin, 30 Mei 2022 - 15:00 WIB
loading...
Start Up Israel Klaim...
Waktu yang terbuang di jalan menurut Tom Tom akibat kemacetan bisa mencapai 3 hari selama satu tahun. Foto/IST
A A A
ISRAEL - Start up atau perusahaan rintisan Israel , EcoMotion mengklaim masalah kemacetan bisa diatasi dengan matematika. Mereka melihat penggunaan algoritma matematikan yang dieksplorasi oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diyakini mampu mengatasi kemacetan yang telah jadi masalah besar buat Israel.

Disebutkan The Times of Israel saat ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh aplikasi Tom Tom, Tel Aviv, Ibu Kota dari Israel berada di posisi 16 sebagai wilayah dengan kemacetan terparah di dunia.

EcoMotion melihat saat ini matematika merupakan cara belum pernah dipikirkan sebelumnya. Padahal setiap masalah justru menurut mereka bisa diselesaikan menggunakan matematika.

Baca juga : Ngeri, Harga Body Panel Bugatti Chiron Super Sport Setara 5 Toyota Alphard

Start Up Israel Klaim Masalah Kemacetan Bisa Diatasi dengan Matematika


Dari situ mereka membuat kecerdasan buatan bernama Intelligent Traffic Control (ITC). Kecerdasan buatan itu diharapkan memberikan jawaban terhadap kemacetan yang semakin memusingkan masyarakat Israel.

"ITC bisa membuktikan secara matematika bahwa kemacetan bisa dihindari jika memang telah lebih dulu dilakukan pencegahan," ujar Dvir Kenig, Co-Founder dan Chief Technology Officer (CTO) EcoMotion.

Baca juga : Mobil Favorit Yakuza Berubah, dari Toyota Alphard Jadi Prius

Start Up Israel Klaim Masalah Kemacetan Bisa Diatasi dengan Matematika


Cara kerja ITC menurutnya sangat sederhana. Perangkat lunak dan kecerdasan buatan ITC akan mengolah data dan informasi yang terekam melalui kamera pengawas yang ada di jalan. Dari data-data itu ITC kemudian mengolah pola alur berkendara dengan menggunakan algoritma matematika yang ada.

Setelahnya ITC akan melakukan rekayasa lalu lintas, terutama alur berkendara, agar pergerakan kendaraan tidak menumpuk di jalan. Dari situlah potensi terjadinya kemacetan bisa dihindarkan.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Bikin Harga BBM Semakin Tidak Masuk Akal
PULS Peluncur Roket...
PULS Peluncur Roket Canggih dengan Kemampuan di Atas Rata-rata
Toyota Pangkas Produksi...
Toyota Pangkas Produksi Sebanyak 38.000 Kendaraan Akibat Perang AS dan Iran
Gara-gara Ukraina, AS...
Gara-gara Ukraina, AS Ogah Gunakan Sistem Altileri Swa-Gerak di Iran
Harga BBM Melambung...
Harga BBM Melambung Tinggi, Senegal Melarang Pejabat Negara Berkunjung ke Luar Negeri
Harga Bensin Melonjak,...
Harga Bensin Melonjak, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Rekomendasi
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved