Inden IONIQ 5 Tembus 10 Bulan, Hyundai Berharap Konsumen Tetap Sabar
Selasa, 21 Juni 2022 - 11:32 WIB
loading...
Hyundai IONIQ 5 mendapatkan sambutan yang sangat positif dari konsumen. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
BANDUNG - Jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Hyundai IONIQ 5 terus meningkat. Sejak diluncurkan Maret 2022 silam, lini kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle terbaru dari Hyundai ini mendapatkan SPK sebanyak 2.300 unit. Begitu banyaknya, hingga waktu inden mencapai 8-10 bulan.
”Ini sangat menggembirakan. Tapi, tentu saja dengan waktu tunggu yang cukup lama, kami terus berupaya memenuhi supply agar konsumen mendapatkan unit mereka lebih cepat,” ujar Putra Samiaji, Head of Before Service Department PT Hyundai Motors Indonesia.
Untuk itu, Hyundai berupaya memberikan program “keep warm” untuk menjaga agar konsumen betah menunggu IONIQ 5. ”Cukup banyak kegiatan yang kami lakukan untuk konsumen. Termasuk test drive,” ungkap Putra.
![Inden IONIQ 5 Tembus 10 Bulan, Hyundai Berharap Konsumen Tetap Sabar]()
Hyundai tipe tertinggiSignature Long Range menjadi model yang paling laris. Foto: SIndonews/Danang Arradian
Putra mengakui bahwa krisis ketersediaan semikonduktor menjadi salah satu masalah untuk memenuhi stok IONIQ 5. ”Chip semikonduktor ini kan memang isu global. Jadi semua brand terpengaruh,” ungkapnya.
”Ini sangat menggembirakan. Tapi, tentu saja dengan waktu tunggu yang cukup lama, kami terus berupaya memenuhi supply agar konsumen mendapatkan unit mereka lebih cepat,” ujar Putra Samiaji, Head of Before Service Department PT Hyundai Motors Indonesia.
Untuk itu, Hyundai berupaya memberikan program “keep warm” untuk menjaga agar konsumen betah menunggu IONIQ 5. ”Cukup banyak kegiatan yang kami lakukan untuk konsumen. Termasuk test drive,” ungkap Putra.

Hyundai tipe tertinggiSignature Long Range menjadi model yang paling laris. Foto: SIndonews/Danang Arradian
Putra mengakui bahwa krisis ketersediaan semikonduktor menjadi salah satu masalah untuk memenuhi stok IONIQ 5. ”Chip semikonduktor ini kan memang isu global. Jadi semua brand terpengaruh,” ungkapnya.
Lihat Juga :