Perbedaan Mobil Hybrid, Plug-in Hybrid dan Listrik, Kenali dan Pahami
Jum'at, 01 Juli 2022 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Teknologi hybrid menawarkan dua sumber tenaga di dalam satu mobil. Paduan dari motor listrik yang bertenaga baterai dan mesin konvensional (bensin atau diesel) ini digunakan dalam teknologinya.
Mobil hybrid mampu berjalan dengan hanya menggunakan motor listrik, mesin konvensional saja atau paduan keduanya. Cara kerja motor listrik dan mesin konvensional ini bisa dibuat secara bergantian atau secara simultan menggerakan mobil.
Mobil ini merupakan pilihan yang tepat bila ingin menghemat bahan bakar. Toyota Prius menjadi mobil hybrid pertama yang dibuat pada tahun 1997. Saat ini telah banyak mobil hybrid di pasaran Indonesia seperti Toyota Corolla Cross, Altis Hybrid, Camry Hybrid, dan Alphard Hybrid.
2. Teknologi Plug-in Hybrid
Kerja plug-in hybrid ini mirip dengan hybrid, perbedaan terletak pada kapasitas baterai yang lebih besar. Sehingga mobil berteknologi ini memiliki jangkauan yang lebih jauh.
Apabila baterai terisi penuh maka jarak yang bisa ditempuh mencapai 30 hingga 80 km tanpa harus mengaktifkan mesin konvensional. Karena memiliki baterai yang besar ini membuat teknologi plug-in mengisi ulang baterai secara manual. Caranya adalah dengan mencolokkan plug-in pada sumber listrik yang telah tersedia seperti charging station atau listrik rumah dengan menggunakan konverter khusus.
Mobil hybrid mampu berjalan dengan hanya menggunakan motor listrik, mesin konvensional saja atau paduan keduanya. Cara kerja motor listrik dan mesin konvensional ini bisa dibuat secara bergantian atau secara simultan menggerakan mobil.
Mobil ini merupakan pilihan yang tepat bila ingin menghemat bahan bakar. Toyota Prius menjadi mobil hybrid pertama yang dibuat pada tahun 1997. Saat ini telah banyak mobil hybrid di pasaran Indonesia seperti Toyota Corolla Cross, Altis Hybrid, Camry Hybrid, dan Alphard Hybrid.
2. Teknologi Plug-in Hybrid
Kerja plug-in hybrid ini mirip dengan hybrid, perbedaan terletak pada kapasitas baterai yang lebih besar. Sehingga mobil berteknologi ini memiliki jangkauan yang lebih jauh.
Apabila baterai terisi penuh maka jarak yang bisa ditempuh mencapai 30 hingga 80 km tanpa harus mengaktifkan mesin konvensional. Karena memiliki baterai yang besar ini membuat teknologi plug-in mengisi ulang baterai secara manual. Caranya adalah dengan mencolokkan plug-in pada sumber listrik yang telah tersedia seperti charging station atau listrik rumah dengan menggunakan konverter khusus.
Lihat Juga :