Ekosistem Kendaraan Listrik Otonom Makin Berkembang, BRIN Perkenalkan Konsep MEViTDS
Rabu, 20 Juli 2022 - 14:07 WIB
loading...
Indonesia Electric Motor Show (IEMS 2022) kembali digelar 8-10 September 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) dengan tema Strengthening Autonomus Ecosystem. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Konsep sistem transportasi masa depan dengan Autonomous Vehicle (AV) bakal makin berkembang dan dapat digunakan di bandara, kampus, dan sektor publik lainnya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengembangkan kendaraan listrik otonom ramah lingkungan mewakili konsep Micro Electric Vehicle Teleoperated Driving System (MEViTDS) yang dikemudikan dari jarak jauh.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, pengembangan kendaraan listrik dilakukan untuk memenuhi Prioritas Riset Nasional (PRN) Kendaraan Listrik 2020-2024 yang berfokus pada penguasaan teknologi kunci kendaraan otonom, seperti sistem deteksi objek/sensor, sistem telekomunikasi, human to vehicle interaction dan computer vision.
Pengembangan kendaraan listrik di era sebelumnya difokuskan pada penguasaan teknologi komponen kunci, seperti motor listrik, baterai, control system/power electronics, platform dan charging system. “Dalam beberapa tahun ke depan, kendaraan otonom atau tanpa pengemudi akan menjadi standar kendaraan di banyak negara, termasuk Indonesia,” katanya saat Forum Group Discussion (FGD) dan Softlaunching Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022 bertema Strengthening Autonomus Ecosystem, Rabu (20/7/2022).
Baca juga; Edan, Toyota Supra Kini Bisa Drifting dengan Otonom
BRIN juga mengajak seluruh stakeholder, termasuk industri, agar mau berinvestasi guna memperkuat ekosistem yang sudah ada. Menurut Handoko, solusi end-to-end, yang berbasis pada teknologi, membutuhkan hubungan internal yang kuat antara sektor hulu dengan berbagai pemangku kepentingan yang relevan.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, pengembangan kendaraan listrik dilakukan untuk memenuhi Prioritas Riset Nasional (PRN) Kendaraan Listrik 2020-2024 yang berfokus pada penguasaan teknologi kunci kendaraan otonom, seperti sistem deteksi objek/sensor, sistem telekomunikasi, human to vehicle interaction dan computer vision.
Pengembangan kendaraan listrik di era sebelumnya difokuskan pada penguasaan teknologi komponen kunci, seperti motor listrik, baterai, control system/power electronics, platform dan charging system. “Dalam beberapa tahun ke depan, kendaraan otonom atau tanpa pengemudi akan menjadi standar kendaraan di banyak negara, termasuk Indonesia,” katanya saat Forum Group Discussion (FGD) dan Softlaunching Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022 bertema Strengthening Autonomus Ecosystem, Rabu (20/7/2022).
Baca juga; Edan, Toyota Supra Kini Bisa Drifting dengan Otonom
BRIN juga mengajak seluruh stakeholder, termasuk industri, agar mau berinvestasi guna memperkuat ekosistem yang sudah ada. Menurut Handoko, solusi end-to-end, yang berbasis pada teknologi, membutuhkan hubungan internal yang kuat antara sektor hulu dengan berbagai pemangku kepentingan yang relevan.
Lihat Juga :