Dampak Motor Berkompresi Mesin Rendah Pakai BBM Oktan Tinggi

Senin, 25 Juli 2022 - 11:13 WIB
loading...
Dampak Motor Berkompresi Mesin Rendah Pakai BBM Oktan Tinggi
Motor kompresi mesin rendah sebaiknya tidak menggunakan BBM oktan tinggi. FOTO/ DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penting untuk mengetahui bahwa penggunaan bahan bakar minyak ( BBM) harus disesuaikan dengan spesifikasi mesinnya. Motor kompresi mesin rendah sebaiknya tidak menggunakan BBM oktan tinggi.

BACA JUGA - Harga Pertamax Turbo Sudah Naik, Pertamax dan Pertalite Kapan?

Ini lantaran ada sederet dampak buruk yang menanti. Nah apa saja dampak buruknya? Berikut ini adalah paparan lengkapnya, seperti dilansir dari berbagai sumber, Minggu (24/7/2022).

1. Performa menurun

Ini karena mesin sulit melakukan pembakaran. Seperti diketahui, semakin tinggi nilai oktan maka butuh rasio kompresi yang tinggi juga untuk bisa melakukan pembakaran yang sempurna.

Sudah bisa ditebak apa yang akan terjadi jika pembakaran tidak sempurna. Otomatis tenaga yang dihasilkan juga tidak optimal. Alih-alih semakin bertenaga dengan BBM oktan tinggi, performa motor malah menjadi loyo.

2. Boros bahan bakar

Selain menyebabkan performa menurun, penggunaan BBM oktan tinggi pada mesin kompresi rendah akan membuat motor boros bahan bakar. Ini masih erat kaitannya dengan pembakaran tadi.

Pembakaran yang tidak sempurna akan membuat sisa-sisa BBM terbuang percuma. Bisa dibilang motor malah akan menghasilkan tenaga yang minimal dengan BBM yang maksmial.

3. Merusak komponen mesin

Sisa-sisa BBM yang tidak bisa terbakar dengan sempurna bisa menyelinap ke bagian mesin lainnya. Akan semakin parah bila sisa BBM menyelinap melalui dinding liner dan masuk ke bak oli.

Kalau sudah begini, maka fungsi oli juga akan menjadi menurun. Fungsi oli sebagai pelumas mesin akan nihil hasil dan bukan tidak mungkin mesin akan mengalami kerusakan.

Itulah dampak motor kompresi mesin rendah diisi BBM oktan tinggi. Sebaiknya sesuaikan jenis BBM dengan spesifikasi mesin. Rekomendasi BBM sendiri bisa dicek di manual book motor.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2114 seconds (11.252#12.26)