Inflasi, Permintaan Mobil Baru Bakal Merosot Tajam

Selasa, 09 Agustus 2022 - 10:04 WIB
loading...
Inflasi, Permintaan...
Permintaan terhadap mobil baru di beberapa negara diperkirakan akan turun drastis. Foto: New York Times
A A A
AMERIKA - Sejumlah produsen mobil mengaku mengalami penurunan permintaan di pasar Eropa dan Amerika Utara karena inflasi. Sebab, konsumen lebih ingin menyimpan uang mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski beberapa pabrikan premium seperti Ferrari dan Mercedes-Benz tidak merasakan hal ini, namun penurunan terjadi pada segmen umum. Penurunan permintaan mengakibatkan waktu tunggu pesanan (inden) menjadi lebih singkat dari biasanya.

”Pesanan mobil baru terus turun,” kata CEO BMW, Oliver Zipse, seperti dilansir dari Automotive News Europe, Selasa (9/8).

Para pabrikan yang terdampak inflasi pun saat ini terpaksa menaikan harga untuk melindungi margin mereka. Tetapi, nyatanya kenaikan tajam inflasi di Amerika Utara dan Eropa dapat membuat lebih sulit bagi mereka untuk menaikkan harga. Jika semakin mahal, semakin sedikit pula konsumen yang ingin beli. ”Permintaan turun. Ini adalah peringatan untuk Eropa dan Amerika Utara,” kata Chief Financial Officer Volkswagen, Arno Antlitz.

Inflasi di Eropa dan AS melonjak dalam beberapa bulan terakhir dengan peringatan bank sentral bahwa puncaknya bisa terjadi beberapa bulan lagi. Apa yang diungkap oleh bank sentral kemudian menimbulkan sentimen negatif dan berdampak pada sejumlah bisnis.

Meski demikian, sejumlah pabrikan justru moncer di kondisi inflasi. Pangsa pasar ritel Hyundai Motor Group AS selama lima bulan pertama 2022, misalnya, menempati urutan ketiga, naik dari keenam tahun lalu. Ini menurut data registrasi kendaraan baru yang dikumpulkan oleh S&P Global Mobility.

Data dari dealer mobil online dan platform lelang menunjukkan penurunan permintaan sejak Maret tahun ini, kata Philip Nothard, direktur wawasan Eropa di Cox Automotive. ”Konsumen saat ini sangat berhati-hati dalam membeli mobil,” bebernya.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Ifo yang berbasis di Munich menunjukkan backlog pesanan pembuat mobil Jerman menyusut.

BACA JUGA: Tidak Bisa Diakses, Google Down Jadi Trending Topic di Twitter

CEO Stellantis Carlos Tavares mengatakan, strategi menaikkan biaya mobil tidak bisa bertahan lama. ”Sebab ada batas kenaikan harga,” beber Tavares.

Di Amerika, Ford bahkan sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan diskon dan insentif yang dibatalkan tahun lalu di tengah kekhawatiran rantai pasokan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anomali Industri Otomotif:...
Anomali Industri Otomotif: Mobil Baru Melemah, Mobil Bekas Justru Terus Tumbuh
Menjajal MG ZS HEV,...
Menjajal MG ZS HEV, Menggabungkan Kenyamanan Berkendara dan Keiritan Bahan Bakar
Geger Bos Besar Honda...
Geger Bos Besar Honda Shinji Aoyama Tiba-tiba Mundur, Ada Apa?
Tips Beli Mobil di Akhir...
Tips Beli Mobil di Akhir Tahun dengan Cicilan Ringan dan Harga Termurah
Mobil Baru vs Mobil...
Mobil Baru vs Mobil Bekas di 2024: Siapa Pemenangnya?
Nggak Usah Bingung Lagi,...
Nggak Usah Bingung Lagi, Ini Rumus Hitung Cicilan Mobil Ideal Sesuai Gaji!
Sarwendah Menangis Haru...
Sarwendah Menangis Haru Dapat Kado Mobil Baru dari Mendiang Ayahnya
GIIAS 2025 Dibuka Hari...
GIIAS 2025 Dibuka Hari Ini, Pembuktian Industri Otomotif Masih Menyala
Korlantas Polri Mulai...
Korlantas Polri Mulai Terapkan BPKB Elektronik untuk Mobil Baru, Begini Bentuknya
Rekomendasi
Benahi Tata Kelola MBG,...
Benahi Tata Kelola MBG, Tindakan BGN Tutup Ratusan Dapur Fiktif Diapresiasi
Amanda Manopo Sambangi...
Amanda Manopo Sambangi Polres Metro Jakarta Selatan, Diduga Jadi Korban Pemalsuan Tanda Tangan
Ibunda Terapi Robot...
Ibunda Terapi Robot Usai Stroke, Aldi Taher dan Sang Kakak Kompak Bagi Tugas Cari Uang
Berita Terkini
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved