Krisis Semikonduktor Bikin Penjualan Motor di Indonesia Tak Mencapai Target
Kamis, 08 Desember 2022 - 07:16 WIB
loading...
Gara-gara chip semikonduktor picu produksi motot terganggu. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memasang target penjualan 5,4 juta motor pada 2022. Namun, jumlah tersebut sangat sulit dicapai jika hingga Oktober 2022.
Dilansir dari laman AISI, sepanjang Januari-Oktober 2022, tercatat 4.149.947 sepeda motor terjual dengan angka ekspor mencapai 643.828. Jumlah tersebut juga berkurang 56.186 pada periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA - Yamaha Tetap Optimis dengan Penjualan Motor Tahun Ini
Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI mengungkapkan saat ini para anggota hanya berharap angka penjualan pada 2022 bisa sama seperti tahun lalu. Mengingat kendala yang dialami sepanjang tahun ini yang membuat anggota AISI sulit mencapai target.
“Kendalanya sama, semikondutor. Karena dari April-Juli itu kita terkendala suplai semikonduktor. Itu selama 4 bulan sendiri masalahnya. Jadi sangat sulit untuk mencapai target,” kata Sigit saat dihubungi, Selasa (6/12/2022).
Sebelumnya, Sigit menegaskan bahwa para anggota AISI optimistis penjualan sepeda motor tahun ini akan lebih baik ketimbang 2021. Untuk itu, mereka berani memasang target lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, meski tak lebih dari 5 persen.
“Kami belum menentukan secara pasti target untuk tahun depan, karena kami masih menunggu kesepakatan dari seluruh anggota. Sebenarnya situasi suplai semikonduktor sudah lebih baik, mungkin untuk tipe-tipe tertentu masih bermasalah. Mudah-mudahan membaik ya,” ujarnya.
Dilansir dari laman AISI, sepanjang Januari-Oktober 2022, tercatat 4.149.947 sepeda motor terjual dengan angka ekspor mencapai 643.828. Jumlah tersebut juga berkurang 56.186 pada periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA - Yamaha Tetap Optimis dengan Penjualan Motor Tahun Ini
Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI mengungkapkan saat ini para anggota hanya berharap angka penjualan pada 2022 bisa sama seperti tahun lalu. Mengingat kendala yang dialami sepanjang tahun ini yang membuat anggota AISI sulit mencapai target.
“Kendalanya sama, semikondutor. Karena dari April-Juli itu kita terkendala suplai semikonduktor. Itu selama 4 bulan sendiri masalahnya. Jadi sangat sulit untuk mencapai target,” kata Sigit saat dihubungi, Selasa (6/12/2022).
Sebelumnya, Sigit menegaskan bahwa para anggota AISI optimistis penjualan sepeda motor tahun ini akan lebih baik ketimbang 2021. Untuk itu, mereka berani memasang target lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, meski tak lebih dari 5 persen.
“Kami belum menentukan secara pasti target untuk tahun depan, karena kami masih menunggu kesepakatan dari seluruh anggota. Sebenarnya situasi suplai semikonduktor sudah lebih baik, mungkin untuk tipe-tipe tertentu masih bermasalah. Mudah-mudahan membaik ya,” ujarnya.
Lihat Juga :