3 Merek Motor Ini Ternyata Pakai Mesin Rotax seperti Drone Iran
Minggu, 08 Januari 2023 - 21:08 WIB
loading...
Tiga produsen otomotif ini gunakan mesin Rotax yang dipakai drone Iran. FOTO/ IST
A
A
A
BERLIN - Mesin 4 Tak Rotax ternyata tak hanya digunakan untuk peralatan perang saja seperti drone Iran, Rotax bahkan digunakan BSA, Aprilia, dan BMW Motorrad untuk produk motornya.
BACA JUGA - Ukraina Pastikan Drone Iran yang Dipakai Rusia Diproduksi AS
Terbukti Rotax ternyata pernah membuat mesin 650cc satu silinder yang digunakan berbagai merek. Bahkan, kini BSA GoldStar pakai mesin yang pernah dipakai BMW F650 jadul.
Tidak mengherankan karena Rotax dikenal sebagai penyuplai mesin bagi pabrikan lainnya. Katakan saja Aprilia 650 Pegaso yang kebetulan sama dengan BMW Motorrad F650 jadul menggunakan mesin 650 Rotax.
Sementara BSA baru, dari Classic Legends Pvt Ltd milik Mahindra di India yang juga meluncurkan sepeda bermerek Jawa 2018, telah diperkirakan ditenagai oleh mesin buatan Rotax. Seperti yang diberitakan media britishdealer.co.uk pada 2019.
BSA GoldStar pakai mesin ini sebagai versi terbaru dari unit silinder tunggal 652cc Rotax. Hanya saja mesin telah dikembangkan di Universitas Graz untuk memenuhi standar emisi Euro5.
BACA JUGA - Ukraina Pastikan Drone Iran yang Dipakai Rusia Diproduksi AS
Terbukti Rotax ternyata pernah membuat mesin 650cc satu silinder yang digunakan berbagai merek. Bahkan, kini BSA GoldStar pakai mesin yang pernah dipakai BMW F650 jadul.
Tidak mengherankan karena Rotax dikenal sebagai penyuplai mesin bagi pabrikan lainnya. Katakan saja Aprilia 650 Pegaso yang kebetulan sama dengan BMW Motorrad F650 jadul menggunakan mesin 650 Rotax.
Sementara BSA baru, dari Classic Legends Pvt Ltd milik Mahindra di India yang juga meluncurkan sepeda bermerek Jawa 2018, telah diperkirakan ditenagai oleh mesin buatan Rotax. Seperti yang diberitakan media britishdealer.co.uk pada 2019.
BSA GoldStar pakai mesin ini sebagai versi terbaru dari unit silinder tunggal 652cc Rotax. Hanya saja mesin telah dikembangkan di Universitas Graz untuk memenuhi standar emisi Euro5.
Lihat Juga :