Awas! Hacker Bisa Ambil Alih Mobil di Jalan Raya
Rabu, 22 Juli 2015 - 23:01 WIB
Awas! Hacker Bisa Ambil Alih Mobil di Jalan Raya
A
A
A
TOLEDO - Kecanggihan mobil mewah dengan teknologi keamanan tinggi ternyata bukan tanpa cela dari tangan-tangan jahil. Para hacker mampu meretas kendaraan yang sedang melaju cepat di jalan raya tanpa diketahui pengendara. Hal ini membuat pengguna mobil canggih panik.
Dilansir dari Washington Post, Rabu (22/7/ 2015), Andy Greenberg, yang melintasi jalan raya penghubung antar-negara bagian (interstate) di St Louis, baru-baru ini, tiba-tiba kehilangan kendali kendaraannya. Pedal gas mendadak berhenti bekerja dan mesin mobil tidak berputar. Hal ini membuat Greenberg panik.
Greenberg, yang merupakan seorang penulis senior untuk majalah Wired, telah meminta Charlie Miller dan Chris Valasek - dua hacker altruistik - untuk menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan.
Greenberg melaju di jalan raya, sementara Miller dan Valasek duduk di sofa rumah sekitar 10 mil jauhnya.
"Meskipun aku tidak menyentuh dashboard, ventilasi di Jeep Cherokee tiba-tiba menyemburkan udara dingin pada pengaturan (temperatur) maksimal, keringat dingin (keluar) di punggung saya melalui sistem kontrol iklim di kursi," tulis Greenberg.
"Berikutnya radio beralih (sendiri) ke stasiun (radio) hip hop lokal, dan mulai menggelegar dari Skee-lo pada volume penuh. Aku memutar tombol kontrol kiri dan menekan tombol power, tidak berhasil. Kemudian wiper hidup, dan cairan wiper menyeprot kaca," katanya.
"Saat aku mencoba untuk mengatasi semua ini, gambar dua hacker yang melakukan aksi ini muncul di layar digital mobil: Charlie Miller dan Chris Valasek, memakai merek dagang track suit mereka. Sentuhan yang bagus, saya pikir," tutur Greenberg.
Namun, situasi lucu berhenti, ketika dua hacker mematikan mesin. "Serius, ini f-- berbahaya. Saya harus pindah," kata Greenberg, memohon kepada kedua hacker untuk kembali menghidupkan kendaraan.
Apa yang diuji coba Greenberg menyoroti kerentanan keamanan dari ratusan ribu mobil canggih di Amerika.
Insiden ini telah mengangkat momok kecelakaan mobil melalui remote control. Di mana para hacker jahat atau pembunuh bayaran yang menguasai teknologi bisa membuat malapetaka di rumah hanya menggunakan piyama.
Pada Selasa waktu setempat, beberapa jam setelah Wired menerbitkan cerita ini. Ed Markey (D-Mass) dan Richard Blumenthal (D-Conn) mewaspadai dengan menjaga mobil yang tersambung dengan internet agar tidak dapat diretas.
"Demonstrasi terkendali menunjukkan bagaimana hal itu menakutkan, seorang hacker mengambil alih kontrol mobil," kata Markey, dalam sebuah pernyataan kepada Wired.
"Driver tidak harus memilih antara terhubung dan dilindungi ... Kita perlu aturan yang jelas melindungi mobil dari hacker dan keluarga Amerika dari pelacak data," lanjutnya.
Bahkan, sang hacker sendiri mengaku terkejut dengan kemampuan mereka. "Ketika saya melihat bisa melakukannya di mana saja, melalui Internet saya panik," kata Valasek.
Baca: Lirik Bisnis Mobil, Apple Boyong Eks Eksekutif Chrysler
Dilansir dari Washington Post, Rabu (22/7/ 2015), Andy Greenberg, yang melintasi jalan raya penghubung antar-negara bagian (interstate) di St Louis, baru-baru ini, tiba-tiba kehilangan kendali kendaraannya. Pedal gas mendadak berhenti bekerja dan mesin mobil tidak berputar. Hal ini membuat Greenberg panik.
Greenberg, yang merupakan seorang penulis senior untuk majalah Wired, telah meminta Charlie Miller dan Chris Valasek - dua hacker altruistik - untuk menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan.
Greenberg melaju di jalan raya, sementara Miller dan Valasek duduk di sofa rumah sekitar 10 mil jauhnya.
"Meskipun aku tidak menyentuh dashboard, ventilasi di Jeep Cherokee tiba-tiba menyemburkan udara dingin pada pengaturan (temperatur) maksimal, keringat dingin (keluar) di punggung saya melalui sistem kontrol iklim di kursi," tulis Greenberg.
"Berikutnya radio beralih (sendiri) ke stasiun (radio) hip hop lokal, dan mulai menggelegar dari Skee-lo pada volume penuh. Aku memutar tombol kontrol kiri dan menekan tombol power, tidak berhasil. Kemudian wiper hidup, dan cairan wiper menyeprot kaca," katanya.
"Saat aku mencoba untuk mengatasi semua ini, gambar dua hacker yang melakukan aksi ini muncul di layar digital mobil: Charlie Miller dan Chris Valasek, memakai merek dagang track suit mereka. Sentuhan yang bagus, saya pikir," tutur Greenberg.
Namun, situasi lucu berhenti, ketika dua hacker mematikan mesin. "Serius, ini f-- berbahaya. Saya harus pindah," kata Greenberg, memohon kepada kedua hacker untuk kembali menghidupkan kendaraan.
Apa yang diuji coba Greenberg menyoroti kerentanan keamanan dari ratusan ribu mobil canggih di Amerika.
Insiden ini telah mengangkat momok kecelakaan mobil melalui remote control. Di mana para hacker jahat atau pembunuh bayaran yang menguasai teknologi bisa membuat malapetaka di rumah hanya menggunakan piyama.
Pada Selasa waktu setempat, beberapa jam setelah Wired menerbitkan cerita ini. Ed Markey (D-Mass) dan Richard Blumenthal (D-Conn) mewaspadai dengan menjaga mobil yang tersambung dengan internet agar tidak dapat diretas.
"Demonstrasi terkendali menunjukkan bagaimana hal itu menakutkan, seorang hacker mengambil alih kontrol mobil," kata Markey, dalam sebuah pernyataan kepada Wired.
"Driver tidak harus memilih antara terhubung dan dilindungi ... Kita perlu aturan yang jelas melindungi mobil dari hacker dan keluarga Amerika dari pelacak data," lanjutnya.
Bahkan, sang hacker sendiri mengaku terkejut dengan kemampuan mereka. "Ketika saya melihat bisa melakukannya di mana saja, melalui Internet saya panik," kata Valasek.
Baca: Lirik Bisnis Mobil, Apple Boyong Eks Eksekutif Chrysler
(dmd)