Proyeksi Pasar Automotif 2016, Akan Lebih Baik Meski Tak Banyak

Jum'at, 15 Januari 2016 - 08:32 WIB
Proyeksi Pasar Automotif...
Proyeksi Pasar Automotif 2016, Akan Lebih Baik Meski Tak Banyak
A A A
JAKARTA - Bagimana proyeksi pasar automotif di 2016? Menurut Vice President Director TAM, Henry Tanoto meski tidak terlalu optimistis kondisinya diharapkan dapat lebih baik dibandingkan dengan 2015 lalu.

Dampak positif sejumlah paket kebijakan deregulasi yang dilakukan pemerintah sepanjang 2015, diharapkan akan lebih terasa pada 2016 sehingga perekonomian nasional akan lebih dinamis.

Kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM dan langkah mempercepat lelang proyek untuk mempercepat realisasi belanja pemerintah (APBN) diharapkan juga akan memberi dampak positif terhadap upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Memang kita tidak dapat terlalu optimistis, namun proyeksi berbagai pihak menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi 2016 bisa sedikit lebih baik dibandingkan dengan 2015,” tuturnya.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 ini dapat mencapai 5,5% yang antara lain didukung oleh membaiknya emerging market di pasar global dan reformasi ekonomi di dalam negeri.

Tidak berbeda jauh dengan APINDO, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 bisa mencapai 5%.

Lembaga ini melihat, sektor konsumsi akan mengalami peningkatan dan akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional beserta sejumlah realiasi proyek investasi swasta dan belanja pemerintah.

Untuk perekonomian global, Bank Dunia memperkirakan, angka pertumbuhan dapat mencapai 2,4% dengan penurunan pertumbuhan ekonomi China sebagai salah satu faktor penentu.

“Berdasarkan berbagai perkiraan yang ada, termasuk dari Gaikindo, kami berharap penjualan automotif 2016 bisa sedikit lebih baik dan kami berharap dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar otomotif,” tuturnya.

Peristiwa teror bom yang terjadi di Indonesia, diharapkan bisa teratasi secepatnya. Dampaknya akan bersentuhan langsung selain dengan market dan iklim investasi juga sangat berpengaruh. Pemerintah dengan kejadian kemarin, diharapkan sigap dan cepat menangani hal ini.
(dol)
Berita Terkait
Kualitas Garansi Astra...
Kualitas Garansi Astra Harga Miring, Lini Suku Cadang T-OPT Kini Dukung 18 Model Mobil
Serikat Pekerja Toyota...
Serikat Pekerja Toyota Astra Motor Hibahkan Sumur Bor di Palu
Tandai 50 Tahun di Indonesia,...
Tandai 50 Tahun di Indonesia, Toyota Luncurkan Raize
Toyota Gazoo Racing...
Toyota Gazoo Racing Buka Pemesanan GR Supra GT4 EVO 2
Tampil di GFTYC 2022...
Tampil di GFTYC 2022 Jepang, TGRI Targetkan Hasil Terbaik
5 Fitur Kekinian di...
5 Fitur Kekinian di Toyota All New Veloz
Berita Terkini
Mengungkap Teknologi...
Mengungkap Teknologi Tanpa Kemudi Tesla Cybercab yang Tak Dimiliki China
10 Merek Baru GIIAS...
10 Merek Baru GIIAS 2026: Leapmotor sampai Truk Farizon, Siapa Saja?
GIIAS 2026 Digelar 30...
GIIAS 2026 Digelar 30 Juli9 Agustus, Diklaim Terbesar di Asia Tenggara!
Terjual 800 Unit, Rahasia...
Terjual 800 Unit, Rahasia Jetour T1 Bikin Pembeli Pilih Hybrid Ketimbang Bensin
Jaecoo Perluas Jaringan...
Jaecoo Perluas Jaringan ke Makassar dan Solo, Kejar Target 80 Dealer Akhir Tahun
Supercar Zenvo Aurora...
Supercar Zenvo Aurora Tur Bermesin V12 Tenaga hingga 1.876 hp
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved