Dihantam Skandal Kantung Udara, Takada Resmi Mundur

Selasa, 28 Juni 2016 - 15:40 WIB
Dihantam Skandal Kantung...
Dihantam Skandal Kantung Udara, Takada Resmi Mundur
A A A
TOKYO - Skandal airbag(kantung udara) Takata yang melibatkan delapan pabrikan mobil terus bergulir, usai 8 produsen mobil melakukan recall lebih dari 12 juta kendaraan di AS karena cacat pada inflator kantung udara produksi Takata. Kerugian yang tak sedikit itu membuat Takata didesak untuk menyelesaikan segera menuntaskan skandal ini

Dan akhirnya untuk pertama kalinya, Presiden Direktur Takata, Shigehisa Takada secara terbuka menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri di tengah skandal airbag. Pada hari Selasa, (28/6/2016) waktu Jepang di rapat umum pemegang saham perseroan di Tokyo.

"Saya tidak akan mencoba untuk tetap diposisi saya saat ini, Setelah saya pergi saya yakin perusahaan tidak akan lagi kacau, saya ingin menyerahkan pekerjaan [untuk orang lain]."" tutur Shigehisa Takada, seperti dilansir asia.nikkei, Selasa (28/7/2016)

Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar 2 jam dan 20 menit, pemegang saham menyetujui dua gerakan - salah satunya menyangkut pengangkatan enam direktur, termasuk Takada.

"Saya ingin meminta maaf karena memberikan banyak orang kekhawatiran yang luar biasa dan kesulitan karena masalah inflator," tutup Takada.

Dalam pernyataannya, TK Holdings Inc (Takata), anak perusahaan Takata Corporation sepakat untuk menarik dari peredaran (recall) lebih dari 35 juta inflator airbag berbasis nitrat amonium tanpa pengering bahan kimia atau yang disebut desiccant, sebagaimana diperintahkan oleh NHTSA.

NHTSA meminta Takata memperluas recall menyusul konfirmasi dari badan itu mengenai akar penyebab dibalik kecenderungan pecahnya inflator airbag Takata. Pecahnya inflator airbag Takata telah dikaitkan dengan sepuluh kematian dan lebih dari 100 orang terluka karena masalah itu di Amerika Serikat.

Di bawah Persetujuan baru yang diamandemen dan disampaikan oleh NHTSA, Takata diminta memperluas penarikan kembali (recall) inflator airbag buatannya berjumlah sekitar 35-40 juta inflator, menambahkan jumlah sebelumnya yang harus di-recall 28,8 juta inflator.

Perluasan recall itu rencananya dilakukan pada periode antara Mei 2016 hingga Desember 2019, kata NHTSA dalam pernyataan resminya tertanggal awal bulan ini.

Takata meminta konsumen untuk secara reguler mengecek di website NHTSA www.safecar.gov dan mengontak dealer segera jika kendaraannya termasuk dalam daftar model yang di-recall.
(wbs)
Berita Terkini
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
Gemuruh Adrenalin Istora...
Gemuruh Adrenalin Istora dan Ketenangan Kabin G3+: Strategi Polytron Manjakan Atlet Bulu Tangkis Elite Dunia
Melirik Ambisi China...
Melirik Ambisi China di Sumatera: BYD Gelar Pesta Teknologi Tanpa Asap Knalpot
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved