Kenaikan Tarif STNK Berdampak Kecil pada Industri Otomotif

Rabu, 04 Januari 2017 - 10:40 WIB
Kenaikan Tarif STNK...
Kenaikan Tarif STNK Berdampak Kecil pada Industri Otomotif
A A A
BANDUNG - Kenaikan biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK) menuai kontroversi. Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta mengatakan, persentase kenaikkan tarif pembuatan STNK dan lainnya yang diatur PP No 60 tahun 2016 cukup besar. Pasalnya kenaikan ini mencapai hingga tiga kali lipat dari biaya sebelumnya.

"Kenaikan ini harusnya bisa sepadan, di satu sisi ada kenaikkan tarif sedangkan di sisi lain yakni masyarakat ada kenaikkan pelayanan yang harusnya diterima,"ujarnya saat dihubungi Koran SINDO, Selasa (3/1/2017) malam.

Dalam peraturan yang mengatur tarif baru untuk pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, baik roda dua dan roda empat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia secara nasional tersebut dipaparkan soal penambahan tarif pengurusan, antara lain Pengesahan STNK, Penerbitan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor Pilihan, dan surat izin serta STNK Lintas Batas Negara.

Disinggung mengenai dampak kenaikan ini terhadap industri otomotif, Acu menilai hal ini hanya akan berdampak kecil dan tidak terlalu berpengaruh. Asalkan, kata Acu, ada kejelasan dan transparansi dalam prosesnya. "Naik tidak apa-apa, asalkan ada kepastian proseduralnya, misalkan benar-benar dijamin agar bebas pungli," katanya.

Diakuinya, ia berharap pemerintah tidak menaikan tarif terkait STNK dan sebagainya dalam persentase yang besar seperti saat ini. Pasalnya, beban masyarakat terkait kepemilikan kendaraan bermotor itu tidak hanya persoalan STNK saja. Masih ada beberapa kewajiban lainnya yang harus dipenuhi masyarakat seperti membayar pajak kendaraan bermotor serta pajak bahan bakar.

"Saya berharap, adanya aturan kenaikkan ini harus sejelas-jelasnya dan diterapkan di lapangan dengan benar. Di satu sisi harus ada peningkatan kualitas pelayanan Polri khususnya dan pemerintah pada umumnya, terhadap pengguna kendaraan bermotor," kata Acu.
(ven)
Berita Terkait
Penjualan Motor dan...
Penjualan Motor dan Mobil Anjlok 41,83% Sepanjang 2020
Pasar Motor Indonesia...
Pasar Motor Indonesia Melesat, Kontras dengan Penjualan Mobil yang Loyo
Penjualan Kendaraan...
Penjualan Kendaraan Melesat, MPMX Genjot Semua Segmen Bisnis Otomotif
GAIKINDO Akui Corona...
GAIKINDO Akui Corona Masih Gerogoti Penjualan Mobil di Indonesia
Tak Hanya Unit Baru,...
Tak Hanya Unit Baru, Kondisi Bekas Avanza dan BeAT Laris Manis di Pasar Lelang
Ada Subsidi Penjuaan...
Ada Subsidi Penjuaan Motor Listrik di Dealer Justru Menurun
Berita Terkini
Aksi Anti Tesla Meluas,...
Aksi Anti Tesla Meluas, Keamanan Pemilik dan Karyawan Semakin Terancam
59 menit yang lalu
BMW F 450 GS Concept...
BMW F 450 GS Concept Mulai Dibedah sebelum Dijual Bebas
2 jam yang lalu
Porsche Luncurkan Proyek...
Porsche Luncurkan Proyek Percontohan Daur Ulang Baterai Tegangan Tinggi
4 jam yang lalu
Seragam Baru Teknisi...
Seragam Baru Teknisi Suzuki: Bukan Sekadar Ganti Baju, Tapi Revolusi Layanan Purna Jual!
21 jam yang lalu
Elon Musk Minta Dalang...
Elon Musk Minta Dalang Pengrusakan Dealer Tesla Ditangkap, Sebut Aksi Protes Sebagai Terorisme Domestik Skala Luas!
1 hari yang lalu
Protes Anti-Elon Musk...
Protes Anti-Elon Musk Mengguncang Dealer Tesla di Seluruh Dunia!
1 hari yang lalu
Infografis
Tarif Tol Diskon 20%...
Tarif Tol Diskon 20% Selama Mudik Lebaran 2025, Catat Tanggalnya
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved