Produsen Automotif Jepang Desak PM Shinzo Abe Temui Trump

Selasa, 31 Januari 2017 - 12:55 WIB
Produsen Automotif Jepang...
Produsen Automotif Jepang Desak PM Shinzo Abe Temui Trump
A A A
TOKYO - Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada sektor bisnis automotif membuat hubungan beberapa negara memanas, salah satunya Jepang. Hal ini terkait dengan kebijakan-kebijakan baru yang akan digulirkan pemerintahan Trump, dirasa akan memberatkan para produsen automotif Jepang.

Atas alasan itu Perdana Menteri Shinzo Abe akan bertemu dengan Trump di Washington. Pemerintah Jepang akan menjelaskan kondisi pasar automotif ke Donald Trump, dan membeberkan fakta-fakta sesuai data.
Produsen Automotif Jepang Desak PM Shinzo Abe Temui Trump


" Pada pertemuan antara kedua pemimpin ini, diharapkan akan ada kesepakatan perdagangan dua arah antara AS dan Jepang dan Jepang akan melakukan diskusi sektor automotif," tutur Menteri Perdagangan Hiroshige Seko, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (31/1/2017).

Dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Februari itu, Trump akan membahas kesepakatan perdagangan yang menguntungkan terhadap dua negara, termasuk soal produksi mobil.

Sementara itu, Abe dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan CEO Toyota Akio Toyoda pada Jumat mendatang. Hasil pertemuan itu akan menjadi masukan bagi pemerintah saat bertemu dengan Trump. Toyota merupakan salah satu produsen mobil besar di dunia dan Amerika Serikat merupakan pasar potensialnya.

Sebelumnya, dalam pembukaan pameran terbesar di Amerika Serikat, Detroit Auto Show (DAS) 2017, Toyota berbalik arah untuk menuruti aturan main (kebijakan) Trump untuk menghentikan produksi mobil di Meksiko setelah sebelum menolak.

Produsen mobil terbesar di Jepang ini siap menambah investasi mencapai USD10 miliar atau Rp132,9 triliun di AS, dalam lima tahun ke depan.

Jim Lentz, North America Chief Executive Toyota mengatakan, investasi ini demi memenuhi permintaan dan meng-upgrade fasilitas pabrik, untuk memproduksi kendaraan hemat bahan bakar lebih banyak.

Namun, Lentz menolak jika pernyataan investasi Toyota ini, sebagai jawaban atas tekanan yang diberikan Trump. Lentz menyampaikan, kalau ini bagian dari strategi bisnis Toyota untuk berinvestasi di Amerika Serikat, di mana Toyota sudah memiliki 10 pabrik di-delapan negara bagian.

Bahkan dana Rp132,9 triliun tersebut juga termasuk pembangunan markas baru Toyota di Texas. Lentz tidak ingin mengatakan kalau perluasan pabrik ini, akan meningkatkan lapangan kerja baru, karena investasi ini murni untuk pengembangan produk-produk Toyota di AS.
(wbs)
Berita Terkait
Sejarah Toyota dan Makna...
Sejarah Toyota dan Makna Logo Ovalnya yang Khas
Perbedaan Avanza dan...
Perbedaan Avanza dan Calya, Yuk Simak Penjelasan Berikut Ini!
Toyota Siap Hadirkan...
Toyota Siap Hadirkan Hilux Bertenaga Hybrid
Toyota Daftarkan Paten...
Toyota Daftarkan Paten Transmisi Manual untuk Mobil Listrik
Toyota FJ Cruiser Edisi...
Toyota FJ Cruiser Edisi Terakhir Resmi Beredar di Timur Tengah
Semikonduktor Menipis,...
Semikonduktor Menipis, 2 Pabrik Toyota di Jepang Berhenti Produksi Bulan Depan
Berita Terkini
Geely EX5 Diperbarui...
Geely EX5 Diperbarui di China, Kini Lebih Bertenaga dengan Motor Belakang 329 HP
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved