Proton Dibeli Geely, Mahathir Murka China Kuasai Aset Malaysia

Sabtu, 12 Mei 2018 - 08:57 WIB
Proton Dibeli Geely,...
Proton Dibeli Geely, Mahathir Murka China Kuasai Aset Malaysia
A A A
KUALALUMPUR - Terpilihnya kembali Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh Malaysia dan isu evaluasi investasi China cukup beralasan. Pasalnya saat dibelinya saham Proton oleh perusahaan Zhejiang Geely Holding Group rupanya membuat mantan bos Proton Tun Dr Mahathir Mohamad murka.

Mahatir sangat menyesalkan tindakan Proton untuk menjual saham perusahaan mobil Nasional kebanggaan warga Malaysia adalah tindakan keliru. Seperti dilansir dari Straitstimes, Jumat (26/5/2017), dalam blog pribadinya,mengungkapkan ia sangat kecewa dan bersedih atas diambil alihnya sebagian kepemilikan saham perusahaan automotif yang selama ini telah dilahirkan dan dibesarkannya.

"Proton telah terjual, sudah dijual ke orang asing Ya, saya sedih, saya menangis, tapi akta sudah selesai Proton tidak bisa lagi nasional, Malaysia tidak punya mobil nasional sekarang, "tulis Tun Dr Mahathir.

"Saya yakin Proton akan berhasil dengan baik, karena akan dijual ke seluruh dunia. Nama Proton akan ada dimana-mana, Hal ini membuat saya benci, termasuk dengan orang Malaysia bermata sipit," tulis ungkapan kekesalan Mahatir.

Dia menggambarkan, Proton seperti “anak kandung” baginya. Dengan masuknya investor asing di tubuh Proton, Mahathir menganggap bahwa Proton tidak bisa lagi disebut produk nasional. “Proton tidak bisa lagi menjadi nasional, dan bahwa setiap kesuksesan yang dialaminya tidak ada yang patut dibanggakan, karena hal itu bukan milik saya atau negara saya.”

“Tapi saya tidak bisa bangga dengan kesuksesannya. Saya tidak bisa bangga dengan kesuksesan sesuatu yang bukan milik saya atau negara saya. Mungkin orang Malaysia lainnya mau, tapi bukan aku.” tandas dalam tulisan terakhirnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan II mengumumkan Proton Holdings Berhad akan bekerjasama dengan Zhejiang Geely Holding Group untuk memantapkan operasi bisnis Proton.

Perjanjian ini bakal menegaskan bahwa Geely memiliki saham Proton sebesar 49,9% sementara Proton masih memegang saham mayoritas sebesar 50.1%

Perjanjian ini akan memungkinkan PROTON mendapat akses ke berbagai platform serta mesin dibawah Geely Holding, di samping menembus pasar ada pembuat kendaraan China tersebut, termasuk pasar mobil-pemanduan kanan di Asia Tenggara.

Direktur Pelaksana Grup DRB-HICOM, Dato 'Sri Syed Faisal Albar mengatakan, merek PROTON akan tetap dan bakal mengalami pertumbuhan signifikan dengan kehadiran mitra strategis baru ini.

"Memang keinginan kami adalah untuk menghidupkan kembali merek PROTON di mata dunia. Ini merupakan mobil nasional yang pertama dan memiliki sejarah selama 30 tahun. Perjanjian ini akan menjadi katalis yang menjulang kembali satu merek yang dapat dibanggakan oleh semua rakyat Malaysia, "kata Syed Faisal seperti dilansir The Star
(wbs)
Berita Terkait
Berkat China, Mobil...
Berkat China, Mobil Nasional Malaysia Cetak Rekor Penjualan
2020 Mau Beli Nmax?...
2020 Mau Beli Nmax? Tanggung, Nambah Rp3 Juta udah Bisa Beli Mobil Asal Malaysia Ini!
Benar-Benar Ajib, Proton...
Benar-Benar Ajib, Proton Besut Mobil Anti-Virus Corona
Nggak Nyangka, 4 Pabrikan...
Nggak Nyangka, 4 Pabrikan Mobil Terkenal Ini Ternyata Dimiliki China
Karyawan Teladan di...
Karyawan Teladan di Malaysia, WNI Dapat Hadiah Proton Saga
9 Produsen Mobil yang...
9 Produsen Mobil yang Bangkrut di Indonesia karena Gagal Bersaing
Berita Terkini
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
Hadir di PRJ 2026, Jajaran...
Hadir di PRJ 2026, Jajaran Motor Listrik Yadea Siap Tebar Pesona
Vespa Sprint, Primavera,...
Vespa Sprint, Primavera, dan Liberty Ditarik Kembali Masalah Lampu Depan
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved