Katy Perry Merana Kehilangan 2,8 Juta Followers di Twitter

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:27 WIB
Katy Perry Merana Kehilangan...
Katy Perry Merana Kehilangan 2,8 Juta Followers di Twitter
A A A
SAN FRANSISCO - Twitter menggelar aksi bersih-bersih terhadap akun anonim atau tak dikenal pasacalaporan intelijen Amerika Serikat (AS) bahwa Rusia ikut campur dalam Pilpres AS pada 2016. Rusia diduga menggunakan akun media sosial palsu sebagai salah satu alat untuk mencampuri pesta demokrasi di sana.

Twitter sudah mulai mengunci akun yang mencurigakan dan tidak menghitungnya terhadap perhitungan pengguna aktif harian dan bulanannya. Akun dianggap mencurigakan jika menghasilkan sejumlah besar aktivitas setelah berbulan-bulan menjadi sepi.

Hasilnya, bintang pop dan hakim American Idol, Katy Perry, terkejut melihat jumlah pengikutnya di Twitter menyusut sebanyak 2,8 juta followers pada hari Kamis lalu. Karena Perry memiliki pengikut paling banyak dari setiap pengguna Twitter dengan lebih dari 107 juta sebelum pembersihan, 2,8 juta pengikut yang hilang dari akunnya mewakili hanya 2,6% dari total followers-nya.

Pembersihan akun juga mempengaruhi jumlah followers Presiden AS, Donald Trump. Dia kehilangan 300.000 pengikutnya dan data saat ini menunjukkan bahwa orang nomor satu di AS itu masih memiliki 53,1 juta akun pengikut.

Di antara akun terkemuka dan terverifikasi yang nyaris tidak terpengaruh adalah eksekutif teknologi, Elon Musk. CEO Tesla itu hanya kehilangan 0,3% atau 71.000 pengikutnya di Twitter. Itu membuatnya masih memiliki 22,2 juta akun Twitter yang mengikuti tweet-nya.

"Kebanyakan orang akan melihat perubahan dari empat pengikut atau lebih sedikit; orang lain dengan jumlah pengikut yang lebih besar akan mengalami penurunan yang lebih signifikan. Kami memahami ini mungkin sulit bagi sebagian orang, tapi kami percaya akurasi dan transparansi menjadikan Twitter layanan yang lebih tepercaya untuk percakapan publik. Meskipun perubahan paling signifikan terjadi dalam beberapa hari ke depan, jumlah pengikut dapat terus berubah lebih teratur sebagai bagian dari pekerjaan yang sedang berlangsung untuk secara proaktif mengidentifikasi dan menantang akun yang bermasalah," kata Twitter dalam lamannya seperti dikutip Yahoo, Minggu (15/7/2018).

"Jika kami mendeteksi perubahan mendadak dalam perilaku akun, kami dapat mengunci akun dan menghubungi pemilik untuk mengonfirmasi bahwa mereka masih memiliki kontrol terhadapnya. Perubahan mendadak dalam perilaku akun ini dapat mencakup Tweeting sejumlah besar balasan atau sebutan yang tidak diminta, Tweeting tautan menyesatkan, atau jika sejumlah besar akun memblokir setelah menyebutkannya. Terkadang kami mengunci akun jika kami melihat kombinasi email dan kata sandi dari layanan lain yang diposkan secara online dan percaya bahwa informasi dapat membahayakan keamanan akun. Jadi kami mengharuskan akun untuk mengubah kata sandinya untuk perlindungan. Hingga kami mengonfirmasi bahwa semuanya baik-baik saja dengan akun tersebut, kami menguncinya, yang membuat mereka tidak dapat menge-Tweet atau melihat iklan," kata Twitter lagi.

Twitter mengatakan, penurunan rata-rata pengikut di antara 100 teratas adalah 734.000 akun. Sedangkan jumlah rata-rata pengikut yang hilang oleh semua pelanggan Twitter adalah empat akun.
(mim)
Berita Terkait
Twitter Perluas Aturan...
Twitter Perluas Aturan Ujaran Kebencian, Termasuk Ras dan Suku
Twitter Luncurkan Fitur...
Twitter Luncurkan Fitur Super Follows, Apa Itu?
Bitcoin Alasan Jack...
Bitcoin Alasan Jack Dorsey Angkat Kaki dari Twitter?
Twitter Tambah Layanan...
Twitter Tambah Layanan Notifikasi Terkait Informasi HIV AIDS
Twitter Ijinkan Pengguna...
Twitter Ijinkan Pengguna Kontrol Balasan Tweet
Twitter Sedang Menguji...
Twitter Sedang Menguji Fitur Pembatasan Tweet Balasan
Berita Terkini
Industri Otomotif Bakal...
Industri Otomotif Bakal Sekarat, Ini Risiko yang Mengintai AS Terkait Tarif Impor
5 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
7 jam yang lalu
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
9 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
10 jam yang lalu
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
11 jam yang lalu
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
11 jam yang lalu
Infografis
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved